logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Belanja    Makanan & Minuman    Makanan Halal

Martabak Oh Martabak


Ilustrasi martabak

Martabak adalah salah satu makanan yang cukup terkenal di Indonesia. Bahkan, pada perkembangannya mulai muncul banyak jenis dan ragam martabak. Mulai dari martabak mini, martabak pisang, martabak unik, dan lain sebagainya. Sementara variasi lainnya yaitu lebih pada modifikasi isi atau topping dari martabak. Mulai dari isi jagung keju, stroberi, keju kacang, cokelat keju, atau variasi lainnya yang bisa disesuaikan dengan keinginan dan selera Anda. Terutama untuk jenis martabak manis yang lebih kaya variasi rasanya.

Sedangkan untuk martabak telur sendiri variasinya terletak pada isi campuran dan juga sausnya. Jika dilihat dari campurannya, ada yang menggunakan kentang, daging, dan daun bawang. Ada juga yang hanya dengan menambahkan daun bawang dengan daging yang sudah dicincang. Hal yang membedakan spesial dan tidaknya hanya pada telur yang digunakan dan banyaknya daging yang digunakan.

Itulah sebabnya kita mengenal pula beberapa sebutan untuk martabak telur ini, seperti martabak mesir atau martabak India. Sedangkan sausnya sendiri ada yang menggunakan cairan yang encer seperti acar. Adapula yang menggunakan kuah kare sebagai teman makan martabak telur ini.

Martabak ini sebetulnya makanan khas yang asal usulnya dari India. Bahkan, hingga saat ini di India masih terdapat jenis makanan ini. adapun makanan yang disajikan dengan kare atau jenis kuah lainnya, misalnya Nan, Chappaty, Roti Cane, Purata, Poory, dan juga Samosa. Ada juga makanan jenis lain yang mirip dengan martabak India yang lebih kita kenal dengan sebutan martabak telor. Semua jenis makanan ini tergolong makanan sedang atau ringan. Bahkan, ada juga yang bisa dijadikan menu utama untuk makan besar orang-orang India di negeri asalnya.

Pada dasarnya ada dua jenis martabak yang ada di Indonesia, yaitu martabak telor  dan martabak manis. Namun, baik martabak telor maupun martabak manis, dua-duanya enak untuk dinikmati.

Martabak - Martabak Telor

Martabak telor ini adalah makanan yang cocok untuk Anda penyuka makanan yang dominan asin. Untuk proses pembuatannya cukup sederhana, yaitu dengan meyiapkan adonan tepung terigu yang dibentuk sebesar telur ayam. Adonan ini nantinya berfungsi sebagai kulit dari martabak telur atau yang disebut juga “Moortaba” di negara asalnya. Bahan baku kulit martabak jika adonan ini sudah dibanting pada sebuah marmer berukuran besar, hingga diameternya mencapai sekitar 40 cm.

Selanjutnya, adonan martabak telor ini digoreng pada wajan datar yang lebar, lalu diisi telur atau kentang beserta campuran lainnya. Kulit martabaknya dilipat hingga membentuk menjadi beberapa lipatan yang rapi. Nantinya dipotong sesuai dengan selera. Penyajiannya bersama dengan kare kambing atau gulai. Biasanya dimakan pada malam hari ketika martabak telor ini masih hangat. Kriuk-kriuk kulitnya berpadu dengan isinya yang padat ditambah dengan cocolan kare kambing atau gulainya, sungguh menjadi sebuah makanan yang istimewa untuk disantap bersama keluarga.

Martabak - Martabak Manis

Matabak jenis kedua yaitu martabak manis. Di Indonesia sebutan untuk martabak manis ini yaitu Martabak Terang Bulan. Martabak ini tidak ada di negeri asal martabak sendiri yaitu India. Jangankan bentuk dan penyajiannya yang mirip, makanan yang sejenis dengan martabak manis inipun tidak dapat kita temukan di sana. Namun, biasanya jenis martabak manis ini sudah menjadi satu paket dengan martabak asin. Hal ini karena kedua jenis martabak ini dijual secara bersamaan pada satu tempat atau kios. Dimana Anda temukan martabak telor, maka di sana pasti Anda temukan juga martabak manis.

Adonan utama dari martabak manis juga sama dari terigu. Hanya saja bentuk adonannya berbentuk cairan kental, tidak seperti martabak telor yang cenderung padat. Komposisi adonannya terdiri dari terigu dan kombinasi ragi dan santan hangat, gula pasir, telur, dan soda kue. Semuanya dicampur menjadi satu.

Komposisinya untuk 250 gram terigu, Anda membutuhkan 1 sendok teh ragi instan, 150 gram gula pasir, 375 cc santan cair, 2 butir telur dan ¼ sendok teh soda kue. Pencampuran ini menghasilkan adonan yang kental. Selanjutnya tinggal didiamkan hingga 20 menit di tempat yang hangat agar ragi dan soda kue bereaksi dengan campuran-campuran bahannya.

Penggunaan ragi dan soda kue ini tujuannya yaitu untuk menghasilkan tekstur kue martabak yang berpori seperti yang sering kita lihat pada martabak manis favorit Anda pada umumnya. Sama seperti pori-pori pada bika ambon, kue carabikang, sarang semut, dan kue-kue yang bentuknya memiliki pori sebagai ciri khasnya.

Sementara isi martabaknya sendiri disesuaikan dengan selera Anda. Namun, kebanyakan yang standar adalah isi kacang dan cokelat. Topping kacang cokelat inilah yang banyak beredar di masyarakat. Mulai dari perkotaan sampai pedesaan. Bahkan, di pedesaan kerap kali menggunakan topping ketan hitam yang dipadukan dengan kelapa parut. Komposisi yang tak kalah klop untuk lidah orang Indonesia.

Bagian unik lainnya yaitu pada proses pembuatannya yang dimasak dengan cetakan atau wajan khusus untuk mambuat martabak manis. Caranya dengan memasukan adonan pada wajan khusus tersebut yang sudah diolesi mentega. Jika permukaannya sudah agak naik dan bagian kulit luarnya sudah agak mengeras dan mulai kecokelatan barulah bisa Anda angkat.

Mulailah proses topping dengan mengoleskan mentega sebagai dasar, dilanjutkan dengan gula pasir dan menggunakan topping pilihan Anda. Topping bisa berupa keju, kismis, cokelat, kacang, dan lain sebagainya. Lalu tambahkan susu kental manis secukupnya. Selajutnya, tinggal bagi dua martabak dan potong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

Disebut dengan martabak manis karena rasanya yang legit. Cocok untuk Anda yang gemar kudapan dengan cita rasa manis. Karena martabak manisnya sudah manis, martabak jenis ini sangat cocok disajikan dengan teh tawar, teh tarik, atau kopi hitam dengan sedikit gula. Pas dijadikan sajian untuk menemani kebersamaan Anda bersama keluarga. Sambil menonton film favorit atau untuk teman berbagi cerita bersama teman-teman atau kerabat Anda.

Martabak - Sejarah Martabak Lebaksiu

Di Indonesia sendiri sejarah martabak ini dimulai di sebuah daerah yang terletak di Kabupaten Tegal. Daerah Lebaksiu namanya. Sejarahnya dimulai pada awal tahun 1930-an. Pada waktu itu sering diadakan perayaan-perayaan di kota-kota besar, salah satunya yaitu Kota Semarang.

Pada kesempatan itulah banyak pemuda dari Lebaksiu yang memanfaatkan perayaan tersebut sebagai ajang untuk mendapatkan penghasilan. Mulai dari berjualan mainan untuk anak atau berjualan makanan. Pada saat itulah seorang pemuda yang bernama Ahmad bin Kyai Abdul Karim dari Lebaksiu berkenalan dengan seorang pemuda India bernama Abdullah bin Hasan Almalibary

Semenjak itu mereka bersahabat, hingga suatu hari Abdulah bin Hasan Almalibary ini diajak sahabatnya ke daerah asalnya yaitu Lebaksiu. Di sanalah pemuda dari India ini bertemu dan jatuh cinta dengan Masni binti Kyai Abdul Karim yang tiada lain adalah adik kandung dari Ahmad bin Kyai Abdul Karim.

Akhirnya, mereka menikah pada tahun 1935. Pemuda India ini adalah seorang pengusaha yang cukup sukses pada zaman itu. Kesuksesannya membuatnya dikenal sebagai Tuan Duloh. Salah satu keahliannya adalah membuat makanan dari adonan terigu ini yang tiada lain adalah martabak. Mulailah martabak dikenal di Indonesia.

Martabak berasal dari daerah asalnya, yaitu India. Namun martabak buatannya berbeda dengan martabak negeri asalnya. Martabak Tuan Dulloh inilah yang kini kita kenal dengan sebutan martabak telor saat ini. Inilah asal muasal atau sejarah keberadaan martabak di Indonesia. Dimulai dari sebuah daerah yang bernama Lebaksiu. Sampai saat ini martabak sudah dikenal luas di berbagai lapisan masyarakat. Termasuk jenis martabak manis yang notabane berbeda dengan martabak yang berasal dari Lebaksiu ini.

Makanan ini sudah jauh lebih dulu terkenal di Indonesia dibandingkan dengan Pizza atau makanan-makanan sejenisnya. Baik martabak manis atau martabak asin, keduanya menawarkan sensasi rasa yang berbeda. Semuanya dikembalikan ada selera Anda, lebih menyukai yang mana untuk dijadikan santapan keluarga Anda. Karena begitu terkenalnya dan pasti disukai oleh kebanyakan orang Indonesia.

Martabak seringkali dijadikan senjata yang manjur untuk menjadi bawaan ketika seorang pemuda berkunjung ke rumah keluarga calon istrinya. Senjata untuk mengambil hati calon mertua. Membuatnya dengan senang hati mengizinkan seorang pemuda mengobrol dengan anaknya untuk sebuah kotak berisi martabak.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mitos dan Tip Makanan Kambing
  • Menu Makanan Diet Sehat
  • Makan Enak bukan karena Menu makanan
  • Tips Belanja Gratis Kebutuhan Sehari-hari
  • Kecap Iklan Makanan dan Minuman yang Mengkecap
  • Daftar Makanan untuk Penderita Diabetes
  • Mencermati Makanan dan Minuman Halal
  • Awas! Bahan-Bahan Impor Berbahaya Ada dalam Bakso Sapi
  • Aneka Macam Bubur Ayam
  • Hypermart - Belanja Kebutuhan dan Gaya Hidup
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA