logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh    Masa Pemerintahan Gusdur

Plus Minus Masa Pemerintahan Gus Dur

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Selain Soekarno, siapa lagi presiden Indonesia yang dikeluarkan dari Istana Negara secara “paksa”? Ya. Tepat jika Anda menjawab Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Masa pemerintahan Gus Dur, penuh dengan dinamika dan hal-hal kontroversial.  

Sejak dilantik pada tanggal 20 Oktober 1999 dan berakhir 23 Juli 2001, masa pemerintahan presiden ke-4 Indonesia ini tergolong singkat. Sekitar dua tahun. Tapi, banyak hal yang ditorehkannya. Mulai dari yang mendapat sambutan meriah hingga tak jarang menuai kecaman dan komentar sinis.

Ujung-ujungnya, pemerintahan Gus Dur jatuh di tengah jalan. Kepemimpinan laki-laki kelahiran Jombang, 7 September 1940, berakhir pada Sidang Istimewa MPR 2001. Gus Dur digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR.

Berikut plus minus yang terjadi pada masa pemerintahan Gus Dur.

Kelebihan (Plus)

1. Politik Luar Negeri yang Bebas Aktif

Seringnya lawatan (kunjungan) Gus Dur ke luar negeri, oleh sebagian golongan dianggap sebagai pemborosan uang negara. Namun, jika ditelaah lebih lanjut, hal yang dilakukan Gus Dur adalah upayanya untuk mengangkat citra negara Indonesia.

Saat itu, pascakejatuhan rezim Soeharto, citra Indonesia di mata dunia amat terpuruk. Dikenal sebagai negara totaliter dengan tingkat demokratisasi yang rendah. Untuk memperbaiki citra tersebut, Gus Dur pun banyak sowan ke berbagai negara. Mulai dari negara ASEAN, Asia Timur dan Selatan, Timur Tengah, Afrika, Eropa, hingga negara di Benua Amerika.

Hampir negara-negara di seluruh dunia ia kunjungi. Tak peduli dengan kecenderungan politik negara tersebut. Politik bebas aktif yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia, begitu kentara.

Seringnya Gus Dur berkunjung ke luar negeri ini ternyata mendapat respon positif dari dunia. Bahkan, kunjungannya juga membuka peluang kerja sama (terutama dalam perdagangan).

2. Iklim politik yang Demokratis

Semua orang tahu di masa pemerintahan Gus Dur, suasana demokratis mulai tampak wujudnya. Setelah sebelumnya tenggelam dalam bayang-bayang rezim Soeharto. Walaupun pada pemerintahan sebelumnya (Presiden Habibie), keran demokrasi sudah mulai dibuka. Tapi, pada masa Gus Dur begitu terasa.

Mulai dari penghapusan berbagai peraturan yang merugikan kaum minoritas, pembubaran instansi negara yang tak lagi efektif (departemen Penerangan dan Sosial) hingga “niat” Gus Dur untuk membuka hubungan diplomatik dengan negara Israel.

Meskipun untuk tindakan terakhirnya itu (hubungan diplomatik dengan Israel) urung dilakukan. Tapi, semua tindakannya menggambarkan bagaimana kecenderungan pemikiran Gus Dur. Menghargai kebebasan individu dan keberagaman (dasar dari demokrasi) serta reformis.  

Kekurangan (Minus)

1. Rendahnya Tingkat Popularitas Gus Dur

Bisa dibilang, ini adalah penyebab utama singkatnya masa pemerintahan Gus Dur. Tak hanya di tataran elit politik, masyarakat awam pun tak terlau antusias dengan gaya pemerintahan Gus Dur.

Dengan beberapa keputusannya yang kontroversial (menuai banyak kritik), membuat Gus Dur bukan sosok populis. Bahkan, ketika masa 100 hari pemerintahannya pun, tingkat popularitas Gus Dur sudah melorot jauh dari tingkat sebelumnya.

Sebagian kalangan menganggap Gus Dur adalah tokoh nasional yang diakui kecermelangannya. Sebagai sosok utama di kalangan Nahdiyin (basis massa keagamaan organisasi Nahdatul Ulama), Gus Dur memang disegani kepemimpinannya. Tapi, sebagai seorang negarawan yang harus arif dalam membuat kebijakan, Gus Dur diragukan kemampuannya.

2. Tak Punya Basis Politik yang Kuat di Parlemen (MPR/ DPR)

Gus Dur bukanlah tokoh dari partai yang memenangkan pemilu. Partai yang mengusungnya saat itu (PKB), bukan partai dengan suara terbanyak.

Proses terpilihnya Gus Dur pun terbilang unik. Hasil dari lobby-lobby politik yang akhirnya membuat Gus Dur dipilih sebagai presiden. Akibatnya, dalam kabinet pemerintahan yang dibentuk oleh Gus Dur, ia “terpaksa” merengkuh semua partai tanpa melihat kesamaan platform (visi/misi) dengan dirinya.

Dengan gaya Gus Dur yang ceplas-ceplos, membuat banyak pihak yang awalnya menunjukkan dukungan, sedikit demi sedikit menarik dukungannya. Simpati berubah menjadi antipati. Puncaknya, Gus Dur pun dilengserkan oleh MPR dan “dipaksa” keluar dari Istana Negara hanya dengan celana pendek dan kaos singlet.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • 2 Presiden RI yang Hilang dari Sejarah
  • Jenderal LB Moerdani, Bapak Intelijen Indonesia
  • Tokoh Musk Dunia – Cat Steven
  • Mengenal Keluarga Obama
  • Tokoh-Tokoh Ilmuwan Islam
  • Meniru Tokoh Wirausahawan Sukses
  • Profil Singkat Avril Lavigne
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA