Masalah Itu Perlu, Kawan!
Sering kali kita tidak bertindak sampai kita mempunyai masalah, atau mungkin lebih buruk lagi, bencana. Misalnya, ketika Anda mendirikan suatu usaha, lalu Anda memutuskan untuk mempekerjakan seseorang dikarenakan dia adalah saudara Anda, dan Anda mempercayai dia. Tapi ternyata apa yang Anda harapkan tidak sesuai dengan kenyataan.
Pekerja Anda yang notabene adalah keluarga Anda bertindak sesukanya. Dia sangat malas karena merasa Anda tidak enak menegur dia dengan keras. Pekerja Anda juga lebih banyak mengeluh daripada bekerja. Dalam pekerjaan dia ingin Anda lebih dulu yang bergerak ketimbang dirinya. Karena kinerja dia buruk, usaha Anda mengalami kemacetan, dan Anda tertimpa masalah.
Tentu saja Anda pasti kesal, lalu Anda akan berpikir. Saat itu Anda kemudian memutuskan untuk mengeluarkan pekerja Anda itu walaupun dia saudara Anda dan belajar bahwa mengambil pekerja sebaiknya bukan dari hubungan darah, tapi dari kemampuan.
Lihatkan, Anda ditimpa masalah, namun Anda segera berpikir dengan cepat untuk memecahkannya, lalu mencari solusi yang tepat. Anda dapat mengambil kesimpulan dan kemudian akan memilih dengan hati-hati ketika mengambil pekerja dikarenakan Anda pernah terkena masalah.
Contoh lainnya, suatu hari hasil dari ulangan matematika Anda ternyata nilainya jatuh. Anda mengalami kegagalan dalam ujian, tiga kali berturut-turut. Guru Anda kesal lalu berkata pada Anda , “Gagal sekali lagi, kamu akan mengulang tahun depan”. Nah, sekarang Anda mempunyai masalah.
Tiba-tiba Anda memikirkannya dengan baik, lalu kemudian membuat rencana untuk memperbaiki nilai Anda. Rasa khawatir karena tidak mau gagal dan mengulang membuat anda mengeluarkan tenaga ektra. Anda akan memikirkan untuk mencari les khusus dan belajar lebih giat. Anda akan memanggil teman untuk mengajari Anda dua kali seminggu, lalu Anda akan rajin berlatih.
Ketika ulangan tiba, ternyata soal-soal yang Anda kerjakan tidak terasa sulit dan Anda akan merasa bahwa masalah yang semula terasa berat mendadak menjadi ringan. Kenapa akhirnya Anda belajar dan berusaha keras, tentu saja karena Anda tertimpa masalah!
Begitulah hidup. Kita meluncur dari satu masalah ke dalam masalah lainnya dan ketika masalah itu berubah menjadi sangat serius. Akhirnya, kita tergerak untuk melakukan sesuatu. Kita akan berusaha untuk berpikir keras menyelesaikannya. segera kita menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
Kita ternyata belajar lebih banyak ketika masalah datang dibandingkan lewat keberhasilan. Masalah menyita perhatian kita dan membuat kita bertindak. Ternyata, masalah tidak selalu berakhir buruk bukan kalau berusaha untuk memecahkannya.






