Masalah Menstruasi

Menstruasi merupakan sebuah siklus normal dalam kehidupan seorang perempuan. Namun bagi sebagian perempuan, menstruasi ini tak berjalan mulus seperti pada sebagian perempuan lainnya. Salah satu masalah menstruasi yang dialami oleh banyak perempuan adalah Premenstrual syndrome (PMS).
Premenstrual syndrome atau sindoma menjelang menstruasi ini adalah sekumpulan gejala yang muncul di antara periode ovulasi dan periode menstruasi.
Gejala Premenstrual syndrome (PMS)
Gejala yang menyertai masalah menstruasi ini bermacam-macam, termasuk di antaranya adalah kejang perut, sakit pada payudara (payudara terasa kencang), sakit kepala yang mengganggu, emosi yang naik turun, hingga depresi.
Masalah menstruasi ini bisa cukup berat hingga mengganggu aktivitas dan produktivitas sehari-hari. Perempuan yang sedang mengalami PMS berat kadang sampai tak sanggup bangun dari tempat tidur untuk beraktivitas karena rasa kejang perut yang luar biasa.
Mengatasi PMS
Terus membiarkan masalah menstruasi ini mengganggu setiap bulannya jelas bukan tindakan yang bijak. Bayangkan betapa banyaknya pekerjaan yang terbengkalai karena pelaksananya adalah seorang perempuan yang kebetulan sedang mengalami PMS.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim riset gabungan dari Univesity of Massachusetts dan Harvard University terhadap perempuan berusia 27 - 44 tahun menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan kalsium dan vitamin D harian dapat mengatasi masalah menstruasi PMS ini. Elizabeth R Bertone-Johnson yang terlibat dalam penelitian itu mengatakan bahwa konsumsi produk olahan susu rendah lemak sepertu yoghurt dan jus jeruk yang difortifikasi dengan kalsium dan vitamin D sebanyak 4 porsi sehari dapat menurunkan PMS sebesar 40%.
Porsi kalsium dan vitamin D harian tersebut setara dengan 1.200 mg kalsium atau 400 IU vitamin D. Angka ini adalah angka kecukupan kalsium dan vitamin D pada perempuan Amerika.
Bagaimana dengan perempuan Indonesia? Widya Karya Pangan dan Gizi menetapkan bahwa angka kecukupan kalsium perempuan Indonesia yang berada dalam rentang usia produktif adalah 800 mg / hari. Jumlah ini bertambah sebesar 150 mg / hari pada perempuan yang sedang hamil.
Masalah menstruasi ini paling banyak dialami oleh perempuan yang berusia 18 – 30 tahun. Menurut Stephen Bashuk, dokter spesialis kandungan dan kebidanan di Emory University, hal ini terjadi karena pada perempuan usia 18 – 30 tahun ini proses mineralisasi tulang sedang tinggi-tingginya.
Yang menjadi masalah, kebanyakan perempuan ini tidak mendapat asupan kalsium dan vitamin D secara memadai. Kekurangan vitamin D dan kalsium ini memicu timbulnya PMS pada perempuan selain juga meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis.
Sumber Kalsium dan Vitamin D
Untuk mencukupi kebutuhan kalsium harian ini dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman seperti:
- 1 cangkir susu, setara dengan 300 mg kalsium.
- ½ cangkir brokoli, setara dengan 35 mg kalsium.
- ½ cangkir bayam, setara dengan 120 mg kalsium.
- 1,5 ons keju cheddar, setara dengan 300 mg kalsium.
- 8 ons yoghurt rendah lemak, setara dengan 400 mg kalsium
- 1 cangkir jus jeruk yang telah difortifikasi, setara dengan 300 mg kalsium.
Nah, tidak sulit kan untuk berusaha mencegah datangnya masalah menstruasi yang mengganggu setiap bulan ini? Cukupi konsumsi kalsium dan vitamin D. Lebih baik lagi jika diiringi dengan olahraga ringan secara teratur.






