Tips Sukses Mengatasi Masalah di Hari Pertama Kerja
Bagi Anda yang baru lulus sekolah atau kuliah dan diterima kerja di perusahaan atau institusi apapun, pada umumnya hari pertama bekerja adalah hari yang paling menegangkan. Anda hawatir membuat masalah di hari pertama bekerja.
Ini menjadi beban mental yang tak mudah. Suasana baru, lingkungan baru, dan orang-orang baru. Jika Anda termasuk orang yang mentalnya lemah, tentu akan semakin menambah masalah pribadi dan beban mental.
Sebenarnya hal ini wajar. Apalagi jika Anda diterima di perusahaan atau institusi tersebut setelah melewati rangkaian testing yang sulit dan wawancara yang tak kalah menegangkan dari hari pertama bekerja. Kecuali bagi orang yang sudah punya pengalaman kerja. Mereka sudah pernah mengalaminya walaupun tak sedikit pula yang merasakan hal yang sama.
Untuk mengatasi ketegangan pada hari pertama bekerja dan tidak menimbulkan masalah, berikut ada beberapa tips yang layak Anda coba.
Jangan Sampai Saltum (salah kostum)
Bagi perusahaan yang memakai seragam, tentu lebih mudah diketahui seragam apa yang harus dipakai, jenis kain, dan warnanya, walaupun ada baiknya juga ditanyakan kepada HRD. Masalahnya adalah perusahaan yang tidak menetapkan standar pakaian secara jelas.
Anda harus pintar-pintar mengetahui bagaimana pakaian karyawannya, apakah resmi, berdasi bagi pria atau memakai rok bagi wanita. Tapi ada juga yang pakaiannya bebas asal sopan, jeans, t-shirt, dan jaket. Semakin sesuai pakaian kita dengan lingkungan kerja, maka akan semakin percaya diri.
Menanyakan Job Description (penjelasan tugas)
Menanyakan kepada atasan apa saja yang harus dikerjakan dan siapa yang bisa dihubungi apa kita mengalami masalah. Wajar jika melakukan kesalahan di hari pertama kerja, asalkan tidak melakukan kesalahan serupa dan tunjukkan niat mau belajar. Oleh karena itu, segera tanyakan jika tidak paham dengan tugas Anda. Namun jangan terus menerus menanyakan hal yang sama, karena Anda akan dianggap tidak bisa menangkap instruksi kerja secara cepat.
Membuat Agenda Kerja
Apa saja tugas Anda, apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu berdasarkan prioritas kerja adalah beberapa kegiatan yang harus biasa diagendakan supaya kerja menjadi sistematis, menghindari lupa dan lewat dealine. Sebagai karyawan baru, Anda akan lebih diperhatikan dan dinilai apakah kayak dipertahankan atau tidak.
Mencari Senior yang Kooperatif
Mendapatkan teman kerja yang sudah senior dan mau berbagi pengalaman tentu akan sangat bermanfaat. Tanyakanlah kepadanya hal-hal penting yang tidak dikatakan Boss Anda secara detil, budaya perusahaan atau kendala yang dihadapi dalam menyelesaian tugas.
Kritis Tapi Etis
Ketika ada meeting atau kesempatan lain di mana karyawan dituntut untuk mengeluarkan ide cemerlang dan Anda mempunyai ide yang dirasa cocok, maka jangan ragu untuk mengungkapkannya meskipun Anda karyawan baru. Tentu saja tanpa diikuti oleh kesan sok pintar atau sok tahu, namun ide Anda berdasarkan argumentasi yang logis tapi tetap rendah hati.
Bersabar
Biasanya karyawan baru apalagi umurnya relatif muda tak jarang menjadi bulan-bulanan karyawan senior. Jangan mengeluh, kerjakan saja selama sesuai tugas. Tapi jika pekerjaan itu di luar tugas, Anda berhak menolaknya tentu dengan bahasa yang sopan.
Bergaul di Dalam Lingkungan Pekerjaan
Jangan menunggu disapa, ditanya kabar, alamat, dan lain-lain. Usahakan Anda yang lebih dulu menyapa, memperkenalkan diri, mengajak kenalan supaya cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan tidak dianggap sombong atau mengasingkan diri. Jalinlah segera hubungan yang lebih dekat tapi wajar dengan karyawan lainnya baik di satu divisi atau divisi yang berbeda.
Bergaul di luar Lingkungan Pekerjaan
Bergaul di dalam lingkungan kerja memang baik. Tapi bergaul di luar lingkungan kerja juga tak kalah baiknya misalnya olah raga, band, atau hobi lainnya. Anda bisa mempererat hubungan baik tak sebatas rekan kerja tapi menjadi sahabat. Dampaknya komunikasi dalam pekerjaan akan menjadi lebih mudah.






