logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Legalitas    permasalahan hukum

Masyarakat Hukum Geger Gara-gara Gayus


Ilustrasi masyarakat hukum

Money talks, monkey walks. Begitu ungkapan populer bagi perilaku korup yang merajalela. Kasus Gayus memang menyita perhatian publik, terutama masyarakat hukum. Gayus bak mafia kelas kakap yang dapat melenggang bebas meski sudah menjadi tahanan.

Tidak tanggung-tanggung, uang puluhan juta rupiah jadi bahan sogokan. Personel polisi mana yang tidak ngiler ditawari 60 juta. Semua takluk oleh uang. It takes two to tango. Gayus salah, polisi lebih salah lagi.

Masyarakat hukum kita pantas geram bukan kepalang menyaksikan ulah Gayus. Bencana merapi pun kalah dahsyat dengan bencana moral seperti ini. Gayus, untuk kesekian kalinya, menampar masyarakat hukum kita. Hukum bisa dibeli dan gampang dipermainkan. Dewi keadilan pun sepertinya sudah disuap Gayus.

Mustahil

Entah bagaimana Gayus bisa plesiran ke Bali dengan mudah. Meski banyak alibi bermunculan, masyarakat hukum sudah bisa menerka jelas bahwa itu rupa Gayus asli. Sepertinya, mustahil melihat gerak-gerik Gayus ini.

Namun, memang Gayus terbukti menjadi super Gayus sehingga bisa menembus tahanan mabes Polri. Masyarakat hukum kita lagi-lagi terkapar lemas. Dibuat tidak berdaya oleh ulah seorang Gayus Tambunan.

Masyarakat hukum yang didominasi pengacara, LSM, dan politisi, bersuara seirama. Perilaku Gayus keterlaluan. Perilaku Gayus menciderai rasa keadilan. Singkat kata, geger.

Masyarakat hukum tergoncang oleh skandal terusan Gayus ini. Setelah uangnya yang miliaran rupiah, hubungannya dengan para politisi kelas atas, sekarang malah menerobos tahanan jadi penonton turnamen internasional di Bali.

Oh Gayus.. Oh Bama..

Beruntung, pemberitaan ini agak tertutupi dengan kedatangan Obama di Indonesia. Ketika itu, Obama jadi headline di semua media. Gayus hanya mendapat porsi yang lebih kecil dari Obama.

Setidaknya, kedatangan Obama ini jadi pelipur lara publik Indonesia yang geram atas tingkah Gayus. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan masyarakat hukum?

  • Menekan insitusi hukum. Perilaku korup ini bermula dari sistem, lalu turun ke orang. Jadi, masyarakat hukum harus menekan institusi hukum untuk berbenah. Beri reward dan punishment. Terutama, untuk kasus Gayus ini, sepertinya harus diberi hukuman tambahan agar kian jera.
  • Transparansi. Masyarakat hukum harus lebih jeli lagi mengamati problem pelik ini. Caranya, menuntut transparasi. Dengan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik, sesungguhnya cara mengelak sudah tidak elok lagi dipertontonkan penegak hukum.
  • Tuntunan. Edith Warton, novelis Amerika, menyebut, “Ada 2 cara untuk menyebarkan cahaya. Jadilah lilin untuk menyebar cahaya atau jadilah cermin untuk memantulkan sinarnya." Masyarakat hukum kita yang telah getol bersuara, kini, juga harus aktif menjadi contoh. Buktikan bahwa suri tauladan itu masih ada sebagai inspirasi bagi publik agar menjadi bangsa berintegritas.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Menelusuri Kasus Korupsi Al Amin Nasution
  • Kasus TKI Indonesia
  • Kasus Korupsi Abdullah Puteh Sebagai Pelajaran
  • Kasus Korupsi Artalita dan Korupsi Indonesia
  • Kasus Pajak dan Penanganannya
  • Lima Contoh Korupsi
  • Fenomena Gayus Tambunan
  • Berita Indonesia Terkini - Kini Angelina Sondakh menjadi Juru Kunci
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA