logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Politik dan Pemerintahan

Masyarakat Madani di Indonesia


Ilustrasi masyarakat madani

Masyarakat Indonesia yang Pancasilais sebenarnya telah mencerminkan masyarakat madani. Namun sayangnya, semakin lama asas Pancasila semakin memudar, seperti layu sebelum berkembang. Cita-cita masyarakat madani makin sering kita dengarkan, itu tanda bahwa citra masyarakat madani semakin dirindukan. Beberapa kendala untuk mewujudkan masyarakat madani itu akan kita ulas nanti di belakang.

 

Sekarang terlebih dulu kita akan memahami sedikit tentang konsep masyarakat madani sebelum kita membahas macam-macam hambatannya. Semoga bekal pendek ini, dapat memberi masukan yang berarti buat pembaca semua.

 

Pengertian Masyarakat Madani

 

Istilah masyarakat madani dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah civil society. Istilah civil society pertama kali dicetuskan oleh Cicero dalam filsafat politiknya, dengan sebutan societies civilis yang identik dengan negara. Seiring perkembangan zaman, istilah masyarakat madani atau civil society dipahami sebagai organisasi-organisasi masyarakat yang bercirikan kesukarelaan dan kemandirian yang tinggi  serta keterikatan dengan norma hukum atau nilai-nilai yang dipatuhi masyarakat.

 

Pengertian masyarakat madani adalah suatu masyarakat yang memiliki budaya, maju dan modern, mengetahui dan menyadari hak dan kewajiban terhadap negara, bangsa, dan agama, serta menghargai sesama dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Masyarakat madani merupakan suatu bentuk sosial masyarakat yang didambakan oleh semua orang, termasuk masyarakat dunia. Masyarakat madani merupakan cermin masyarakat yang ideal dalam pandangan Islam. Dalam Islam, masyarakat madani telah menjadi bagian dari sejarah Islam.

 

Masyarakat madani yang diharapkan pada zaman modern sekarang ini adalah masyarakat yang pluralistik, memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap perbedaan, serta memberikan iklim kebebasan yang kondusif dalam mengemukakan pendapat. Selain itu, masyarakat madani pun diharapkan harus dapat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

 

Di Indonesia, masyarakat madani pada dasarnya merupakan masyarakat yang berdemokrasi dan agamis atau religius. Dalam pembentukan masyarakat madani di Indonesia, warga negara Indonesia perlu dikembangkan menjadi warga negara yang cerdas, demokrasi, dan religius.

 

Karakteristik Masyarakat Madani

 

1. Ruang Publik yang Luas (Free Public Sphere)

 

Dalam masyarakat madani, diperlukan adanya aksestabilitas masyarakat terhadap ruang publik secara luas (free public sphere). Artinya, masyarakat harus memiliki akses yang luas dan penuh terhadap setiap kegiatan publik. Dalam masyarakat madani, setiap elemen masyarakat berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berkumpul, berserikat, dan mempublikasikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

2. Demokratisasi

 

Demokratisasi adalah suatu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga dapat mewujudkan masyarakat madani yang dekmokratis. Untuk menumbuhkan demokratisasi, diperlukan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran pribadi, kesetaraan, kemandirian, serta kemampuan untuk berprilaku demokratis kepada orang lain dan dapat menerima sikap demokratis orang lain. Demokratisasi dapat diwujudkan melalui penegakan pilar-pilar demokrasi. Pilar-pilar demokrasi tersebut antara lain sebagai berikut.

 

  • Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
  • Pers yang bebas
  • Supremasi hukum yang tegak
  • Pendidikan
  • Politik

 

3. Toleransi

 

Dalam masyarakat madani, toleransi adalah sikap yang dijunjung tinggi, yaitu kesediaan individu dalam menerima pandangan-pandangan politik, sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat, sikap saling menghargai dan menghormati pendapat orang lain, serta menghargai dan menghormati aktivitas yang dilakukan orang lain atau kelompok lain.

 

4. Pluralisme

 

Pluralisme merupakan sikap mengakui dan menerima kenyataan masyarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus. Kemajemukan atau pluralisme merupakan sebuah nilai positif sebagi rahmat yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Kuasa. Terlebih bagi masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai ragam suku, budaya dan kepercayaan. Citra masyarakat madani, sangat ideal untuk model kebangsaan seperti Indonesia ini.

 

5. Keadilan Sosial

 

Keadilan sosial atau social justice adalah keseimbangan dan pembagian yang proporsional antara hak dan kewajiban, serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya. Dalam sistem kebersamaan, tidak seorangpun yang ditinggikan diatas yang lain, sehinggaduduk sama rendah dan berdiri sama tinggi sebagai falsafah masyarakat madani Indonesia tercermin dengan jelas.

 

6. Partisipasi Sosial

 

Partisipasi sosial merupakan partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa, intimidasi, ataupun intervensi penguasa atau pihak lain. Oleh karena itu, masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang bertanggung jawab. Masyarakat madani bertumbuh atas partisipasi bersama, bukan dominasi kelompok tertentu saja.

 

7. Supremasi Hukum

 

Supremasi hukum adalah upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan. Keadilan harus diposisikan secara netral. Artinya, setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum yang sama tanpa kecuali. Masyarakat madani bukan penindasan atau penguasaan atas yang lemah oleh yang kuat. Juga bukan pengecualian hukum atas seseorang atau kelompok tertentu, sehingga hukum benar-benar bertindak tanpa pandang bulu.

 

Kendala Mewujudkan Masyarakat Madani di Indonesia

 

  • Kualitas sumber daya manusia yang belum memadai karena pendidikan yang belum merata. Kesetaraan tidak harus kesamaan, tetapi terjadinya pemerataan hak atas kemajuan harus diwujudkan, agar kualitas sumber daya manusia tidak timpang. Pendidikan kita baru dapat dinikmati oleh sebagian masyarakat yang berkemampuan saja, selebihnya masih sangat banyak yang tertinggal teramat jauh.
  • Masih rendahnya tingkat pendidikan politik masyarakat. Masyarakat madani yang kita harapkan tidak akan terwujud tanpa kesadaran berpolitik yang benar dan baik. Upaya peningkatan partisipasi politik masyarakat kita terhambat oleh rendahnya pendidikan politik yang dimiliki oleh masyarakat umum. Sedangkan partai poitik yang ada, masih sangat kurang dalam melakukan upaya ini. Malah yang terjadi pembodohan politik yang sering kita jumpai.
  • Kondisi ekonomi nasional yang belum stabil pasca krisis moneter. Semenjak krisis moneter melanda bangsa ini, masyarakat terbelenggu oleh beban hidup yang berat, sehingga belum mampu mengembangkan diri secara sosial. Kebutuhan akan kebersamaan masih terabaikan, karenanya impian akan masyarakat madani masih melangit di awang-awang. Masyarakat yang babak belur dihajar kebutuhan yang tak tercukupi, akan kehilangan rasa kepeduliannya terhadap sesama.
  • Tingginya angkatan kerja produktif yang belum terserap karena ketersediaan lapangan kerja yang terbatas. Terlebih soal kesediaan lapangan kerja seperti ini, akan menjadi hambatan kemajuan, sehingga dengan banyaknya keresahan yang ditimbulkannya, akan menggangu ketentraman dan kenyaman. Sedangkan tumpuan masyarakat madani ada di sana.
  • Terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dalam jumlah besar. PHK dirasakan tidak adil oleh masyarakat kecil. Di saat kebutuhan hidup sangat mahal, mereka dihadapkan pada terputusnya sumber penghasilan yang terjadi tanpa permisi, karena bersifat sepihak. Mereka yang tidak mengerti latar belakang kesulitan pengusaha, akan merasa menjadi korban.
  • Kondisi sosial politik yang belum kondusif. Ancaman kerusuhan yang setiap saat menghantui masyarakat, belum dapat terelakkan. Rasa aman sangat mahal, dan kekuasaan negara belum dapat memberikannya dengan baik. Sistem perpolitikan kita belum mendukung terciptanya masyarakat madani yang kita harapkan.

 

Kita semua mencita-citakan masyarakat madani, sehingga kendala yang ada ini harus kita akui sebagai beban bersama untuk diatasi. Bercermin pada setiap kejadian pahit yang telah dialami oleh bangsa ini, maka kita harus bertekat untuk melakukan perubahan dalam sikap dan tindakan kemasyarakatan. Karena tanpa keasadaran bersama, rasanya kita akan semakin melemah jika terjebak dalam sikap saling menyalahkan satu sama lain.

 

Semoga ulasan pendek ini dapat menjadi bahan evaluasi kita bersama, menuju masyarakat madani yang diimpikan.

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pemerintahan Militer: Negara Jaya, Rakyat Menderita
  • Memahami Teori Kedaulatan Negara
  • Dampak Globalisasi Politik Demokrasi
  • Sejarah Militer: Manusia Wajib Berperang?
  • Tujuan Demokrasi : Menangkap Pesan dan Suara Rakyat
  • Partai Demokrat - The Rising Star dalam Peta Politik Indonesia
  • Pelaksanaan Pemilu di Indonesia
  • 5 Berita Politik Terhangat
  • Tokoh Militer Indonesia: Heroisme dan Nestapa
  • Peringkat Militer Dunia Tahun 2012
  • Perang Dua Korea: Eksistensi Geopolitik Amerika dan Cina
  • Macam-Macam Ideologi Pemerintahan
  • Teknologi Militer Iran: Menanti Nuklir
  • Mengenal Macam-macam Politik di Dunia
  • Pesawat Militer Indonesia, Menanti Mimpi K-FX
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA