logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Kelompok Sosial    Masyarakat Perkotaan

Antusiasme Sepak Bola Masyarakat Perkotaan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Penampilan gemilang Timnas Indonesia pada AFF Suzuki Cup 2010, membuat pamor Firman Utina dan kawan-kawan melesat bak meteor. From nothing to something. Demam bola melanda publik Indonesia. Media menaruh Tim Garuda di halaman depan (headline). Saban hari, jurnalis cetak dan televisi memberitakan Timnas dari A-Z. Euforia ini menjangkiti semua lapisan masyarakat. Tidak terkecuali, masyarakat perkotaan.

Home base Pasukan Merah Putih yang berada di Stadion Gelora Bung Karno terletak di kota metropolitan. Tepat di Jakarta, ibukota Indonesia. Masyarakat perkotaan yang cuek bebek kini berubah jadi peduli. Sikap antipati berubah sekejap jadi simpati. Sepak bola bisa menyatukan masyarakat perkotaan. Kaya miskin, tua muda, pejabat masyarakat, dan sebagainya.

Identitas Bangsa

Sepak bola adalah identitas bangsa. Di negara Eropa dan Amerika Latin, sepak bola adalah gelora nasionalisme jitu. Paling ampuh dan murah. Sepak bola adalah obat stres. Pereda kekalutan problem yang menerpa masyarakat. Terbukti, liputan media menaruh sepak bola sebagai headline. Liputan bad things disimpan di halaman belakang.

Sepak bola memang ajaib. Bak sihir Harry Potter. Gara-gara sepak bola, perang di suatu negara dihentikan sementara. Karena sepak bola, manusia bisa merawat harapan. Akibat sepak bola, orang mau ngantri mengular panjang. Sepak bola membuat nasionalisme meninggi dalam hitungan detik. Terutama, ketika lagu kebangsaan berkumandang di stadion.

Para nasionalis tulen, bisa menangis mendengarnya. Sepak bola mengikat masyarakat dengan cara ajaib. Fanatisme sepak bola kita, bahkan, tidak bisa dipercaya. Orang rela mengecat diri sepenuh tubuh. Bahkan, ada yang mati akibat sepak bola. Football is the mysterious way.

Masyarakat Perkotaan

Fenomena tersebut yang sedang menjangkiti masyarakat perkotaan. Sepak bola kini ramai dibicarakan orang. Banyak orang menggelar nonton bareng. Semua kalangan membaur. Melebur identitas jadi satu, Indonesia. Bepe, striker Timnas, berkicau di twitter bahwa ia rindu sepak bola jadi obrolan di warung kopi.

Kini, harapan Bepe bisa terwujud. Sepak bola jadi olah raga populer meski sebatas euforia sesaat. Dari kantor menteri sampai warung tegal, nimbrung membicarakan sepak bola. Namun, euforia ini disinyalir hanya sesaat (insidental). Kita pernah mengalami hal serupa kala Timnas Indonesia bertarung di ajang Piala Asia. Setelah itu, sepak bola Indonesia turun drastis. Justru didominasi perilaku anarkis dan tawuran.

Semangat yang sedang menggebu ini harus kita transfer pada semangat fair play. Mendukung Timnas yes, anarkis no. Kita harus merawat dukungan Timnas ini secara penuh. Tidak setengah-tengah. Masyarakat harus diberi suguhan yang memikat. Baik di lapangan maupun nonlapangan (misalnya, tiket).

Tanpa itu semua, kita khawatir semangat ini akan menjadi nasionalisme buta. Ketika Timnas kalah, ibarat from hero to zero. Kita ingin masyarakat perkotaan memahami bahwa sepak bola bukan soal menang atau kalah, melainkan semangat fair play.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Mengenang Tragedi Poso yang Memilukan
  • Kelompok Sosial dan Aplikasinya
  • Masyarakat Islam Indonesia
  • Ciri dan Faktor Masyarakat Multikultural
  • Ciri-ciri Masyarakat Modern
  • Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural
  • Kelompok Informasi Masyarakat Mencegah Bencana
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA