logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Suku    Suku Sunda    Mata Pencaharian Suku Sunda

Ngahuma, Mata Pencaharian Suku Sunda

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Mata pencaharian suku Sunda, salah satunya adalah huma. Huma adalah istilah bagi tanah olahan pertanian.

Tanah huma berupa ladang padi dan ladang palawija. Sehabis panen, tanah dibiarkan dan ditinggalkan tanpa digarap sampai tanah itu kembali berhumus.

Ngahuma artinya berladang. Penggarap tanah selalu berpindah dari satu tanah ke tanah yang lain. Membuka lahan baru di hutan hingga sehabis panen, penggarap kembali ke tanah atau huma yang telah berhumus lagi. Kegiatan ini dilakukan pada musim-musim cocok tanam.

Berladang dan bersawah banyak dilakukan oleh masyarakat Sunda. Tetapi bagi masyarakat Sunda Kanékés, pertanian di sawah-sawah merupakan kegiatan tabu bagi mereka. Sumber kehidupan dalam tradisi Kanékés adalah menanam padi di ladang, berburu ikan dan binatang hutan, menanam tanaman buah, dan menyadap air kawung di hutan.

Pertanian huma adalah satu-satunya sumber pencaharian pertanian orang Sunda Kanékés. Tanah garapan diakui sebagai titipan dari Tuhan. Mereka hanya diberi kepercayaan untuk memelihara dan memanfaatkannya dengan baik dan bijaksana.

Klaim kepemilikan pribadi hanya berupa padi hasil panen atau buah tanaman keras yang ditanam oleh orang pertama. Dan ada kecenderungan bahwa kebanyakan orang Kanékés menggarap tanah huma dan melakukan perputaran garapan di sekitar garapan masing-masing. Sebagai bentuk tanggung jawab dari amanat Tuhan.

Secara hukum adat, status kepemilikan tanah huma ditujukan bagi orang yang pertama kali membuka dan menggarap tanah tersebut. Jika akan digunakan oleh orang lain, maka itu harus sepengetahuan dan seizin penggarap pertama.

Istilah

Tanah garapan huma yang ditinggalkan sebelum satu tahun penuh, orang Sunda menyebutnya jami. Penggarapan tanah jami, disebut dengan istilah ngajami.  Tanah huma yang telah ditinggalkan lebih dari satu tahun dan banyak ditumbuhi semak belukar, dikenal dengan reuma. Jika tanah reuma telah banyak dipenuhi belukar dan ditumbuhi pohon-pohon besar, disebut reuma kolot.

Masalah Ngahuma

Ketika penduduk masih berjumlah sedikit. Banyak lahan yang luas belum termanfaatkan dengan baik. Tradisi ngahuma sebagai mata pencaharian suku Sunda banyak dilakukan. Setiap kali habis panen di satu huma. Maka para petani membuka lahan baru atau menggarap tanah huma lain yang telah berhumus kembali.

Tetapi keadaan telah berubah. Jumlah penduduk semakin meningkat. Pemukiman semakin padat. Banyak lahan baru dibuka untuk memenuhi kebutuhan lahan dan tempat tinggal. Maka perluasan pertanian, khususnya kegiatan huma, mengalami masalah.

Masalah yang muncul ketika bersinggungan dengan pelestarian lingkungan dan hutan. Banyak kerusakan hutan yang diakibatkan dari pembukaan lahan baru. Proses pembakaran semak belukar untuk membuka tanah garapan menjadi ancaman lingkungan. Karena asap yang mengepul menjadi polusi bagi masyarakat hingga ke negara tetangga.

Ngahuma di Jawa Barat

Ngahuma dengan membuka lahan baru di Jawa Barat sudah jarang dilakukan. Seperti orang Kanékés, garapan tanah huma hanya dilakukan bergiliran pada tanah jami dan reuma. Penggarap hanya mengolah tanah itu-itu saja dan bercocok tanam sesuai dengan musimnya.

Umumnya masyarakat Sunda melakukan pertanian kebon, atau kebun. Berkebun dilakukan di tanah berstatus hak milik, atau petani penggarap melakukan sewa tanah dalam jangka waktu tertentu kepada pemilik sah.

Dalam kenyataannya, banyak tanah huma berubah menjadi perkebunan. Perbedaannya adalah pada cocok tanam padi. Untuk membedakan padi sawah dan padi huma, maka penanaman padi di tanah huma masih disebut dengan ngahuma. Padi hasil panen, disebut dengan paré huma. Berasal dari bibit padi yang dinamakan marus.

Tradisi ngahuma dalam definisi awal, kemungkinan akan hilang. Pembukaan lahan baru sangat tidak mungkin dilakukan. Karena hutan-hutan banyak mengalami kerusakan berat. Sekarang membutuhkan perhatian pada pelestarian hutan. Mata pencaharian suku Sunda mengalami perkembangan, tidak hanya sekedar pertanian huma. Huma beralih menjadi kebun.

Lalu, apakah perkembangan ini akan memperkuat identitas dan tradisi suku Sunda di zaman globalisasi sekarang?

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Keunikan Bahan Rumah Adat Suku Sunda
  • Mengenal Suku Bangsa Sunda dan Bahasanya
  • Belajar Sistem Kekerabatan Suku Sunda
  • Sensasi Iket ala Pakaian Adat Suku Sunda
  • Sunda, Tak Hanya di Jabar
  • Adat Istiadat Suku Sunda, Sebuah Kekayaan Indonesia
  • Perempuan dalam Budaya Suku Sunda
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA