logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Mata Pelajaran    Matematika Diskrit

Mengenal Matematika Diskrit

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Matematika diskrit termasuk cabang dari mata pelajaran matematika. Cabang ilmu ini banyak dipelajari karena memiliki banyak manfaat. Diantaranya sebagai dasar dari berbagai ilmu terapan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pokok kajian dari matematika diskrit adalah mengkaji masalah mengenai obyek-obyek diskrit. Obyek diskrit sendiri pengertiannya adalah kumpulan dari beberapa elemen yang berbeda. Bisa pula didefinisikan sebagai kumpulan dari beberapa elemen yang tidak saling behubungan.

Data diskrit dalam pelajaran matematika diskrit ini, dinyatakan dalam bentuk data yang satuannya selalu bulat dan dalam bilangan asli. Bilangan asli sendiri adalah bilangan yang dimulai dari angka 1 dan seterusnya. Dengan demikian, satuan yang ada dalam penyebutan matematika diskrit ini tidak bisa dinyatakan dalam bentuk pecahan karena tergolong dalam bilangan asli.

Contoh nyata dalam pokok bahasan matematika diskrit antara lain manusia, pohon, bola, gedung, binatang dan lain sebagainya. Hal ini karena obyek-obyek tersebut untuk penyebutannya harus dinyatakan dengan bilangan asli.

Seperti manusia. Manusia adalah obyek yang terdiri dari susunan beberapa bagian tubuh yaitu tangan, kepala, kaki, hidung serta bagian tubuh lainnya. Kumpulan dari semua bagian tubuh tersebut yang dinyatakan sebagai manusia. Sehingga kita tidak bisa menyatakan bahwa tangan adalah manusia, melainkan bagian dari tubuh manusia.

Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengenai perlunya mempelajari mengenai matematika diskrit. Diantaranya adalah :

  1. Matematika diskrit banyak dijadikan dasar dari beberapa bidang matematika, seperti logika, teori bilangan dan lain-lain.
  2. Sebagai dasar pemahaman ilmu komputer.
  3. Untuk mengetahui latar belakan matematis yang dibutuhkan guna menyelesaikan beberapa masalah dalam penelitian operasi.

 

Mempelajari Matematika.

 

Bagi sebagian kalangan matematika merupakan pelajaran yang sulit dan cukup menakutkan. Persepsi ini sudah terbina, bahkan sejak seorang anak duduk di bangku sekolah dasar. Akibatnya, banyak guru pengampu pelajaran ini merasa kesulitan untuk bisa menciptakan metode belajar yang tepat bagi siswa.

Inilah tantangan dari para pendidik, khususnya mata pelajaran Matematika. Dalam mengajar, setiap pendidik haruslah bisa menemukan metode yang mampu membumi dengan audiensnya yakni para siswa. Apalagi, dalam benak banyak siswa sudah tertanam stigma bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang tidak mengasyikkan, membosankan dan cenderung sukar untuk dipelajari.

Tugas para pendidiklah yang harus bisa memunculkan motivasi pada siswa untuk memiliki persepsi positif tentang pelajaran matematika. Persepsi merupakan hal penting dalam proses mengajar. Sebab, persepsi merupakan dasar awal terciptanya sebuah proses sikap yang terkait dengan tindakan dan perilaku seseorang.

Bahkan dalam dunia bisnis sekalipun, persepsi merupakan hal utama dalam menentukan keberhasilan sebuah produk di pasaran. Pakar marketing, Jack Trout dan Al Rise menyatakan, bahwa pada dasarnya pemasaran adalah pertempuran persepsi. Siapa yang bisa menanamkan persepsi sebuah produk pada konsumen maka dialah yang akan memenangkan persaingan di pasar.

Pendidik harus bisa menanamkan persepsi positif kepada siswa, baik persepsi pada pengajar itu sendiri maupun pada mata pelajaran yang diajarkan. Terkait matematika, merupakan hal yang lebih menantang dalam proses penanaman persepsi. Sebab, sejak puluhan tahun silam persepsi tentang matematika adalah pelajaran yang sulit dan kurang menyenangkan sudah demikian kuat tertanam di otak siswa.

Dengan adanya persepsi tersbut, menjadi tugas guru sebagai pendidik yang harus bisa mengubahnya. Persepsi matematika adalah pelajaran sulit, menegangkan dan susah dipahami haruslah diubah. Di antaranya dengan menciptakan metode mengajar yang bisa merangsang antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran.

Salah satunya dengan metode penyisipan cerita di tengah pelajaran. Tentu saja cerita yang diberikan bukanlah berupa cerita klasik seperti dalam kumpulan kisah legenda. Namun, cerita yang terkait dengan informasi yang bersifat kontemporer atau terkini. Dan pemberian cerita ini pun tidak harus berlangsung dalam nuansa satu arah, namun juga bisa dikemas menjadi dialog dengan siswa.

Seperti isu tentang adanya candi di bawah laut, atau juga mengenai terkuaknya misteri segitiga bermuda yang baru-baru ini ramai dibicarakan. Hal ini cukup untuk menjadi bahan obrolan santai para pendidik di tengah pelajaran atau pula di awal pelajaran matematika. Tak perlu lama-lama. Lima sampai sepuluh menit kiranya cukup untuk menyampaikan bahan obrolan informatif yang dikemas menjadi cerita tersebut.

Sebab jika terlalu lama tentu akan menyita waktu pelajaran itu sendiri. Lagi pula, bahan cerita tersebut hanyalah menjadi semacam inermezzo bagi siswa agar rileks saat menerima materi pelajaran matematika. Jika siswa bisa dikondisikan rileks, secar psikologis akan menumbulhkan ketenangan dalam diri siswa tersebut. Suasana ini akan menjadikan siswaa lebih mudah dalam menerima materi pelajaran yang diberikan.

Di sisi lain, dengan menciptakan suasana rileks pada siswa di kelas akan menyebabkan munculnya persepsi positif pada pelajaran yang sering dianggap menakutkan tersebut. Hal ini menjadi modal awal bagi para pendidik untuk bisa mengoptimalkan penyampaian materi yang diajarkan.

Dengan menggunakan metode bercerita ini, akan didapat beberapa keuntungan bagi siswa dan guru. Salah satunya akan memunculkan kecairan komunikasi, sehingga ketika muncul masalah akan bisa segera dibahas untuk dicari jalan keluarnya. Cairnya komunikasi merupakan salah satu sarana terciptanya keberhasilan proses belajar mengajar.

Selama ini, banyak guru yang masih menerapkan konsep satu arah dalam mengajar. Hal ini tentu kurang tepat karena akan menciptakan fenomena otoritas tunggal. Di mana guru menjadi aktor tunggal dan siswa hanya bisa menonton atas apa yang disampaikan guru tersebut.

Selain terciptanya kecairan komunikasi antara guru dan siswa, ada hal lain yang bisa dijadikan dampak positif  dari metode bercerita ini. Yakni, guru harus termotivasi untuk mendongkrak kreativitas dan berusaha mencari mengenai informasi terkini yang berkembang di luar sekolah.

Hal ini sangat mutlak. Mengingat tanpa mengikuti perkembangan informasi di luar sekolah, guru akan kehabisan materi cerita yang akan disampaikan kepada siswa. Padahal, mengikuti perkembangan informasi terkini merupakan salah satu kunci yang menentukan kualitas seorang guru. Guru yang hanya mengandalkan pada pengetahuan yang pernah diperoleh di masa lalu, bisa dipastikan bukan seorang guru yang berkualitas.

Dengan banyaknya perbendaharaan pengetahuan, guru akan mudah menyesuaikan diri untuk menjalin komunikasi dengan siswanya. Selain itu, akan menumbuhkan keselarasan antara apa yang sedang menjadi pengetahuan di kalangan siswa dengan apa yang diketahui guru. Sehingga guru tidak menjadi gagap atas ketidaktahuan tren informasi di kalangan siswa.

Demikianlah, stigma matematika yang selama ini dikenal sebagai mata pelajaran yang membosankan harus bisa diubah. Guru harus memiliki kreativitas untuk bisa menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan di kelas.

Sebab, kondisi yang menyenangkan akan membawa kondisi psikologis positif bagi siswa. Dan inilah yang menjadi pintu masuk sebuah materi pelajaran bisa diterima dan dipahami oleh siswa atau tidak. Stigma, bahwa matematika adalah pelajaran yang ramah. Itulah yang harus ditanamkan pada siswa. Dengan cara ini, maka siswa akan melihat bahwa matematika bukanlah sebuah pelajaran yang menakutkan dan sama menyenangkannya dengan pelajaran yang lain.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Dialog English - Intinya Adalah Pembiasaan Diri Berbahasa Inggris
  • Pelajaran Bahasa Indonesia - Pelajaran Favorit Siswa
  • Eksistensi Matematika Dasar
  • Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraaan
  • Pelajaran - Kenali Sebuah Ilmu
  • Pengertian Kata Ganti
  • 3 Kisah Ajaib Seputar Matematika
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA