Pahami Materi Tajwid dengan Benar
Tajwid adalah kaidah membaca Al-Qur’an dengan benar. Demikianlah maka hendaknya setiap muslim membaca Al-Qur’an dengan tajwid karena jika salah hingga mengubah arti yang membacanya akan berdosa. Materi tajwid dipelajari secara khusus dalam program tahsin. Tahsin itu sendiri artinya memperbaiki bacaan.
Seperti subjek pelajaran lainnya, tahsin pun memiliki silabus materi. Silabus yang dipaparkan di sini adalah silabus Tahsin Metode Utsmani. Al-Qur’an yang digunakan adalah Mushaf Utsmani, yaitu terbitan Timur Tengah. Ciri-ciri suatu Al-Qur’an adalah Mushaf Ustmani bisa dilihat pada Surah Al-Fatihah di awal ayat 2. Apakah di situ terdapat Hamzah Washol atau tidak. Jika ada, maka itu adalah Mushaf Utsmani.
Makhrajul dan Shifatul Huruf
Hal pertama yang dipelajari dalam materi tajwid adalah tempat keluarnya huruf dan sifat-sifat huruf. Tempat keluarnya huruf terdiri dari rongga mulut, tenggorokan, lidah, bibir, dan rongga hidung. Karena materi ini begitu mendasar dan sangat mempengaruhi pengucapan, sebaiknya anda belajar pada orang lain yang sudah lebih dulu menguasainya. Belajar sendiri dari literatur tidaklah cukup.
Cara Membaca Nun (ن) Mati atau Tanwin
Ada 5 cara membaca nun mati atau tanwin; yaitu idzhar (dibaca jelas tanpa ghunnah) ketika bertemu اﻫﻉﺡﻍﺥ, idgham bighunnah (dimasukkan ke dalam huruf berikutnya disertai ghunnah) ketika bertemu huruf ﻡ ﻥ ﻭ ﻱ, idgham bilaghunnah (dimasukkan ke dalam huruf berikutnya tanpa ghunnah) ketika bertemu huruf ﻝ danﺭ, iqlab (diubah menjadi mirip suara م tanpa merapatkan kedua bibir, disertai ghunnah) ketika bertemu huruf ﺏ, dan ikhfa’ (dibaca samar disertai ghunnah) ketika bertemu huruf selain huruf-huruf tadi.
Cara Membaca Mim (م) Mati
3 cara membaca م mati yaitu ikhfa’ syafawi (dibaca samar disertai ghunnah) ketika bertemu huruf ﺏ, idgham mimi (dimasukkan ke dalam huruf berikutnya disertai ghunnah) ketika bertemu huruf م, dan idzhar syafawi (dibaca jelas tanpa ghunnah) ketika bertemu selain huruf ﺏ dan م .
Macam-Macam Idgham
3 macam idgham adalah idgham mutamatsilain (mengidghamkan huruf ke dalam huruf yang sama makhraj dan sifatnya), idgham mutajanisain (mengidghamkan huruf ke dalam huruf yang sama makhraj namun lain sifatnya), dan idgham mutaqaribain (mengidghamkan huruf ke dalam huruf yang berdekatan makhraj dan sifatnya).
Mad dan Cara Membacanya
Mad adalah bacaan panjang. Berapa panjang harakatnya bergantung pada jenis mad tersebut. Secara garis besar mad terbagi 2, yaitu Mad Thabi’i (mad asli) dan Mad Far’i (mad cabang). Mad Far’i terbagi 2 menjadi mad karena Hamzah (ada 4 macam, yaitu Mad Wajib Muttasil, Mad Jaiz Munfasil, Mad Shilah Thawilah, Mad Shirah Qasirah, dan Mad Badal) dan mad karena Sukun (ada 6 macam, yaitu Mad ‘Aridl Lissukun, Mad Lin, Mad Iwadl, Mad Tamkin, Mad Farq, dan Mad Lazim).
Mad Lazim itu sendiri ada 4 macam, yaitu Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi, Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi, Mad Lazim Mutsaqqal Harfi, dan Mad Lazim Mukhaffaf Harfi. Sehingga secara total ada 16 jenis mad termasuk Mad Thabi’I Harfi.
Tafkhim (Menebalkan) dan Tarqiq (Menipiskan) Huruf
Dalam materi tafkhim dan tarqiq ini, yang istimewa adalah huruf ﻝ danﺭ . Kedua huruf ini dapat bersifat tebal dan dapat bersifat tipis. Huruf ﻝ misalnya dibaca tebal jika berada dalam lafadz Jalalah yang sebelumnya berharakat fatah atau dhammah. Tapi selain itu, ia dibaca tipis. Demikian pula huruf ﺭ dibaca tebal jika sebelumnya berharakat fatah atau dhammah, jika sebelumnya berharakat kasrah maka dibaca tipis, tetapi masih ada beberapa pengecualian
Lain-Lain
Selain materi tajwid tersebut di atas, yang juga dipelajari dalam tahsin adalah waqaf / washal, Istilah-istilah dalam Al-Qur’an, tanda-tanda bacaan pada Mushaf Timur Tengah, dan bacaan-bacaan di luar kaidah.
Imam Ibnu Jazri: “Membaca Al-Qur’an dengan tajwid adalah wajib. Siapa yang tidak membacanya dengan tajwid berdosa. Karena Allah menurunkannya dengan tajwid….”






