Kenapa Materi Tsunami Begitu Menghebohkan
Anda tentu pernah mendengar kata Tsunami, bukan? Biasanya, materi tsunami menjadi hotnews berita, baik media elektronik maupuan media cetak. Ketika dikabarkan ada gelombang tsunami banyak orang yang menceritakannya.
Ada yang berbagi kabar ke temannya dan terus mendoakan. Pasalnya, pergeresaran lapisan bumi yang menjadi penyebab besarnya gelombang tsunami.
Kedahsyatan Tsunami
Tsunami adalah bencana yang sangat mengerikan dan menyebabkan resiko yang cukup besar. Kita bisa melihat Aceh saat diterjang Tsunami. Rumah, gedung, dan hal-hal yang dibangun awalnya dengan kokoh hancur dihantam gelombang Tsunami. Bahkan Gelombang Tsunami juga bukan hanya mengancam satu daerah saja, tapi bisa sampai beberapa daerah di pinggiran laut yang dilaluinya.
Masih segar dalam ingatan kita ketika gelombang Tsunami terjadi di sebelah barat pulau Sumatera. Gempa bumi yang terjadi mencapai 9,0 skala Richter yang berkedalaman 6,2 mil di bawah permukaan samudera Hindia.
Ternyata, tsunami tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi sampai menghantam enam negara Asia lainnya. Sehingga, materi tsunami menjadi materi berita yang paling hot. Pasalnya, kerusakan akibat tsunami rata-rata sama. Sama-sama meluluhlantahkan daerah yang diterjang oleh gelombang tsunami.
Selain infrastrukrtur yang hancur, banyak juga korban jiwa. Dari yang meninggal dunia hingga luka parah. Sungguh, tak seorang pun bisa lari ketika gelombang tsunami yang besar datang menyapa. Karena itu, tak heran bila ada gempa yang terjadi di pinggir laut, banyak orang yang mempertanyakan apakah ada gelombang tsunaminya?
Fisikawan Bicara Tsunami
Pada dasarnya, menurut fisikawan, terjadinya gelombang tsunami terjadi setelah proses gempa bumi tektonik. Artinya, tsunami tidak akan terjadi apabila tidak terjadi gempa bumi juga. Gempa bumi yang terjadi pun harus terjadi dari pahatan lempengan bumi di dasar laut.
Inilah yang menyebabkan terjadi gelombang besar. Akibat besarnya gelombang air laut apa yang dilewatinya akan tersapu habis. Tanpa ada sisa. Kecuali, ada bangunan yang memiliki pondasi yang memang sangat-sangat kuat.
Asal-Usul kata Tsunami
Sebenarnya, kata tsunami sudah lama ada. Dan hanya baru sering terdengar setelah Aceh diluluhlantahkan oleh tsunami. Dalam catatan kepustakaan, tsunami berasal dari bahasa Jepang. Dan sejak tahun 1897 kata ini sudah populer di daerah Jepang.
Bila ditilik di kamus Webster’s, kata tsunami terdiri dari dua penggalan kata. Kata “tsu” yang artinya pelabuhan dan kata “nami” yang berarti ombak besar atau gelombang. Jika digabungkan kedua kata tersebut, maka Tsunami adalah gelombang besar yang menghancurkan pelabuhan. Atau seperti di dalam kamus Webster, Tsunami adalah gelombang laut dahsyat yang disebabkan oleh gerakan bumi di bawah laut atau letusan gunung vulkanik.
Maka tak heran, jika materi tsunami menghiasi berita menjadi bahan perhatian masyarakat. Pasalnya, gelombang besar yang terjadi sudah tentu meluluhlantahkan yang dilaluinya dan merenggut korban jiwa juga. Sehingga wajah jika Tsunami datang menjadi bencana nasional.






