Materi Zakat untuk Pemula
Seiring maraknya lembaga zakat di tanah air, Materi Zakat perlu dipahami oleh mereka yang bergerak di dalamnya. Bagi pemula yang ingin terjun mengurusi lembaga zakat atau siapapun Anda, orang yang awam dengan zakat, berikut ini ada beberapa materi tentang zakat yang akan dipaparkan secara ringkas:
Pengertian Zakat
Dilihat dari segi bahasa (etimologi) zakat bermakna suci, tumbuh, berkembang, penuh keberkahan. Dengan zakat berarti kita mensucikan harta kita. Dengan kata lain, kita membayar sejumlah harta tertentu untuk mensucikan harta yang kita miliki sebagai amanah Allah SWT di dunia ini.
Ajaran tentang zakat ini setidaknya terdapat dalam beberapa ayat Al-Quran. Diantaranya:
“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah di sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhoan Allah SWT, ma yang berbuat demikian itulah orang-orang yang melipatgandakan pahalanya" (Ar-Ruum:39)
Itulah doktrin Islam mengenai zakat dan menolak adanya riba.
Urgensi Zakat
Zakat sendiri sangat penting untuk dipahami, diantara urgensi zakat adalah:
- Wujud keimanan dan kecintaan terhadap Allah SWT
Islam telah mengajarkan umatnya untuk menunaikan zakat dan menjauhi riba. Seperti yang tersebut dalam ayat Al-Quran diatas. Seperti yang kita ketahui bersama, Al-Quran adalah perintah Allah. Melaksanakan yang diperintahkan dalam Al-Quran berarti sebuah wujud keimanan dan kecintaan umatnya terhadap Allah SWT. - Wujud rasa syukur atas rizki yang telah diberikan Allah SWT
Sudah tentu Allah SWT pasti memberikan rizki bagi umatnya. Nah sebagai pertanda rasa syukur tersebut, dibuktikan dengan memberikan zakatnya bagi orang-orang yang membutuhkan. Zakat tersebut bisa diberikan secara langsung kepada fakir miskin, anak-anak terlantar maupun bocah-bocah yatim piatu. Tetapi bisa juga disalurkan melalui lembaga-lembaga zakat yang sudah ada seperti rumah zakat, baznas, dompet dhuafa dll. - Menjauhkan sifat kikir dan pelit
Dengan mengeluarkan zakat, sama halnya dengan kita menjauhi sifat kikir atau pelit. Kadang bagi mereka yang enggan mengeluarkan zakatnya berdalih bahwa harta yang dimilikinya saat ini adalah murni hasil kerja keras diri sendiri. Karena ini mereka tak mau berbagi dengan orang lain.
Dengan memberikan zakat sifat-sifat yang demikian dihilangkan. Digantikan dengan sifat-sifat mulia, orang-orang yang rajin berderma, rajin berbagi dengan orang lain. - Dilipatgandakan
Ini adalah janji Allah SWT sendiri dalam Al-Quran. Sudah semestinya kita yakini betul. Bahwa harta atau zakat yang kita keluarkan tersebut sebenarnya tidak hilang. Justru harta itulah yang tetap ada dan bisa berlipat ganda. Dalam arti ketika kita misalnya mengeluarkan zakat senilai Rp 50 ribu janji Allah pasti datangnya. Yaitu akan memberikan berlipat-lipat ganda lagi. Sehingga demikian, orang yang berzakat tidak bakal menjadi miskin. Begitu juga di akhirat kelak, harta tersebut juga akan berlipat ganda sesuai dengan janji Allah SWT. - Memakmurkan masyarakat
Dengan zakat secara langsung maupun tidak langsung berarti turut serta memakmurkan masyarakat. Sekarang ini, banyak sekali hasil dari aktivitas berzakat yang digunakan secara maksimal oleh beberapa lembaga zakat. Misalnya untuk biaya pendidikan orang-orang tidak mampu, modal usaha kerja, atau melalui proyek-proyek pemberdayaan masyarakat seperti kursus-kursus singkat.
Dengan demikian, lambat laun masyarakat bisa mengenyam pendidikan cukup dan juga punya keahlian sehingga bisa sebagai modal untuk berjuang dalam kehidupan keseharian mereka. Menuju kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang lebih makmur.
Demikianlah materi zakat bagi pemula. Semoga saja dengan paparan diatas siapapun Anda bisa tergerak hatinya menjadi aktivis/relawan rumah zakat. Atau bahkan Anda sendiri menjadi lebih giat dan rajin lagi mengeluarkan zakat. Harapannya begitu.






