logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

Beranda    Berita    Bencana    Bencana Alam    Meletusnya Gunung Merapi

Pasca Meletusnya Gunung Merapi

Oleh: AnneAhira.com Content Team
 

Meletusnya gunung Merapi merupakan salah satu bencana besar yang terjadi di wilayah Indonesia pada tahun 2010. Selain mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan menghancurkan puluhan desa, letusan tersebut juga menimbulkan beberapa korban jiwa. Baik korban jiwa manusia maupun korban binatang yang hidup di sekitar lereng Merapi.

Para pakar gunung berapi mengatakan bahwa meletusnya gunung Merapi pada bulan November 2010 itu jauh lebih dahsyat daripada letusan Merapi pada tahun 1820. Hal ini terutama jika dilihat dari dampak letusan yang ditimbulkan dan juga wilayah yang mengalami kerusakan akibat letusan tersebut.

Pada saat meletusnya gunung Merapi November 2010 kemarin, radius Kawasan Rawan Bencana ditetapkan hingga 20 kilometer dari puncak gunung Merapi. Dan ini merupakan titik terjauh yang pernah ditetapkan dalam waktu 100 tahun terakhir dalam sejarah meletusnya Gunung Merapi.

Letusan tersebut pun dianggap sebagai salah satu letusan terbesar yang pernah terjadi pada gunung Merapi. Hal ini ditandai dengan beberapa indikator. Salah satunya dengan melihat ketinggian lontaran awan panas yang membumbung ke angkasa hingga 7,5 kilometer. Selain itu, semburan lava pun menyebar merata ke empat penjuru yang tidak ditemui dalam siklus letusan Merapi pada 100 tahun terakhir.

Demikian pula dengan jarak luncuran awan panas atau wedhus gembel. Dalam letusan November 2010 tersebut, awan panas meluncur hingga sejauh 15 kilometer dari puncak Merapi yang mengakibatkan banyak korban meninggal akibat terbakar. Salah satunya adalah juru kunci Merapi, yaitu mbah Maridjan yang meninggal di dalam rumahnya dengan posisi bersujud akibat terkena terjangan awan panas yang menghancurkan rumahnya.


Pasca Meletusnya Gunung Merapi

Pasca meletusnya gunung Merapi, bukan berarti usai sudah ancaman bencana yang ditimbulkan Merapi. Sebab, masih ada bahaya sekunder yang mengancam keselamatan warga dan juga kehidupan di sekitar Merapi. Bahaya tersebut adalah ancaman lahar dingin.

Banyak ahli gunung berapi yang menyatakan bahwa ancaman lahar dingin tidak kalah mengerikan dibanding ancaman awan panas. Bahkan, lahar dingin ini dianggap jauh lebih berbahaya daripada awan panas. Karena lahar dingin memiliki kekuatan yang bersifat destruktif dan daya jangkau yang lebih jauh daripada awan panas.

Dari sisa letusan Merapi tersebut, dampak bahaya sekunder sudah dirasakan oleh masyarakat Muntilan, Magelang serta Yogyakarta. Tertutupnya aliran sungai Gendol yang merupakan daerah penampungan lahar selama ini, menyebabkan arus lahar dingin berubah arah.

Ke arah Yogyakarta, aliran lahar dingin masuk ke sungai Code yang membelah kota Yogyakarta. Jika dibiarkan, hal tersebut bisa menyebabkan rusaknya kawasan yang berada di sekitar bantaran sungai karena terendam pasir dan batu yang terbawa arus lahar dingin saat hujan turun di puncak gunung.

Di wilayah Muntilan, banjir lahar dingin merusak jalur utama yang menghubungkan Yogyakarta-Semarang. Selain itu, pemukiman yang berada di sepanjang Kali Putih pun hancur serta tertimbun pasir dan material vulkanik lahar dingin Merapi. Peristiwa ini kemudian menjadi gambaran masyarakat sekarang, untuk bisa membayangkan tentang proses tertimbunnya candi Borobudur beberapa abad silam yang diduga sebagai akibat letusan gunung Merapi tersebut.

Beri rating untuk artikel di atas
Tolong SHARE
halaman ini

facebook

Twitter

Linkedin
Google +1
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Berkunjung Ke Museum Tsunami Banda Aceh
  • Belajar dari Kejadian Gempa Mentawai
  • Mengenal Macam-Macam Banjir di Muka Bumi
  • Makna Misteri Tsunami Aceh
  • Misteri Tsunami Aceh
  • Dahsyatnya Gempa Bumi Sumatra Barat
  • Gempa Terkini di Indonesia dan Sikap Nyata dalam Menghadapinya
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA