logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hobi    Koleksi    Lukisan

Melukis Tubuh : Dari Tato hingga Body Painting


Ilustrasi melukis tubuh

Seni melukis tubuh atau body painting saat ini marak dilakukan orang. Dari sekadar melukis sebagian kecil tubuh atau wajah saja, hingga yang melukis seluruh tubuhnya.

Seni Kuno

Seni melukis tubuh sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Dalam berbagai kebudayaan, sudah lazim dikenal teknik melukis tubuh yang dinamakan tato.

Tato, konon berasal dari kata ‘tatu’, yang artinya tanda. Berbagai suku bangsa menerapkan seni melukis tubuh tato. Di Indonesia pun demikian. Beberapa suku bangsa yang mengenal tradisi tato antara lain Suku Dayak di Kalimantan dan Suku Mentawai di Sumatra.

Di negara lain pun, tato mengakar kuat dalam sejumlah kebudayaan kuno. Bahkan beberapa sejarawan memperkirakan sejarah tato telah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan budaya tato terekam dalam sejumlah peninggalan kuno bangsa Mesir di piramid. Suku bangsa lainnya di dunia yang mengenal tato antara lain suku Inca di Amerika, Ainu di Jepang dan Maori di Selandia Baru.

Seni kuno tato ini mengenal berbagai simbol yang ditatokan ke tubuh pemakai. Tidak sembarangan, karena masing-masing simbol memiliki makna tertentu. Bahkan biasanya disesuaikan sesuai kedudukan dan simbol seseorang dalam masyarakat.

Alat yang digunakan pun sangat sederhana. Pewarnanya pun berasal dari bahan alam yang mudah dijumpai di sekitar tempat mereka tinggal. Karena itu variasi warnanya pun biasanya hanya berkisar pada warna natural seperti hitam dan coklat.

Dalam kebudayaan Islam, seni melukis tubuh juga dikenal dan berkembang luas. Mereka melakukannya bukan dengan cara seperti yang dilakukan pada tato. Tapi hanya sekadar melukis di atas permukaan kulit. Bahan yang digunakan adalah henna, sejenis daun yang dijadikan bubuk. Para wanita dan pengantin dalam tradisi Timur Tengah dan India sering sekali menggunakan henna untuk melukis tubuh mereka.

Tato Temporer

Saat ini tato tidak sekedar digunakan suku bangsa tertentu sebagai simbol kedudukan. Tato bahkan lazim digunakan masyarakat biasa. Mereka umumnya memilih motif tato berdasarkan keinginan dan tren di masyarakat.

Jika jaman dahulu, seni melukis tubuh tato bersifat menetap. Ini terjadi karena pewarna yang dimasukkan di balik jaringan kulit si pemakai. Karena itu sulit menghilangkan tato seperti ini.

Saat ini berkembang pula jenis tato temporer yang sifatnya sementara. Karena itu penggemar tato ini juga cukup banyak. Alasannya mereka dapat dengan mudah menghapus dan mengganti tato yang mereka kenakan.

Seni Body Painting

Kalau tato hanya melukis sebagian tubuh saja, maka body painting umumnya melukis separuh atau bahkan keseluruhan tubuh si pemakai. Warna yang ditampilkannya pun lebih bervariasi.

Disainnya pun bermacam-macam. Ada yang menirukan motif kulit hewan tertentu. Ada yang memilih motif bunga dan gaya natural lainnya ada pula yang memilih gaya abstrak. Namun tak sedikit yang menirukan gaya berpakaian tertentu. Sehingga selintas terlihat orang tersebut memakai baju, tapi ternyata itu adalah lukisan di tubuhnya.

Pelaku melukis tubuh juga tidak terbatas pada laki-laki saja. Banyak kaum wanita yang memilih melukis tubuhnya. Bahkan di beberapa arena karnaval jalanan, banyak para wanita yang dengan bangga memamerkan bentuk tubuhnya yang telah dilukis.

Tato sebagai Relasi Kultural

Pada sejenis tato, sesungguhnya ada fenomena Postmodern yang tengah dijelaskan, yakni apa yang kemudian disebut dengan shock of old (keterkejutan pada sesuatu yang lama). Tato adalah sesuatu yang berada di belakang dengan maknanya sendiri sebagai bagian dari penanda ritual, atau bahkan pada suku bangsa Dayak Kenyah, ia menjadi penanda bagi suatu status sosial tertentu.

Tapi, berabad-abad kemudian, entah bagaimana mulanya, tato datang pada kita sebagai sesuatu yang menjijikan. Negara telah menyihir seni rajah tubuh ini bukan lagi sebagai sesuatu yang harus dihargai. Tato adalah bukti bagaimana citraan dan makna itu bisa dipermainkan. Dan ketika tato kembali menjadi trend, banyak orang dengan bangga melakukannya. Menghiasi setiap bagian tubuhnya, termasuk yang paling rahasia sekalipun. Sesuatu yang lama, setelah ia tertimbun, selalu muncul kembali dengan sensasi waktunya yang kita anggap lain. Waktu adalah sensasi yang seringkali mendebarkan.

Kehadirannya kembali dengan sifatnya yang sesungguhnya, membuat waktu itu tidak lagi sebagai suatu hukum yang mekanis. Apabila masa lalu kemudian dipahami sebagai identitas yang utuh dari konteks hari ini, apalagi konteks masa lalunya.

Membahas tato sebagai relasi kultural dengan demikian membicarakan awal mula bagaimana keterkalitan atau relasi tato sebagai seni melukis tubuh di dalam budaya masyarakat sendiri. Artinya membicarakan pula masa lalu tato, sampai dikenal sebagai tato yang sekarang.Sehingga tato bukanlah bentukan yang muncul secara tiba-tiba melainkan memiliki akar dan alur tersendiri. Hal ini berkaitan dengan pembacaan panjang budaya dan keterikatannya melalui penanaman kepada generasi penerus, apa yang diperkirakan memiliki manfaat akan diabadikan, dan apabila kurang manfaatnya akan ditampik sebagaimana yang telah terjadi pada tato.

Masyarakat Modern dan Tato

Di Amerika Utara pengguna tato dikaitkan dengan gangster jalanan pengendara motor, seperti dalam cerita Hunter S. Thompson di karya jurnalistiknya Hells Angel . “Mind your on body.” Merupakan bahasa para biker gangster itu, ketika dikritik bahwa kebiasaan mereka melakukan tato disekujur tubuh secara berlebihan merusak cita rasa masyarakat. Kebencian itu ditularkan begitu saja melalui jalan globalisasi musik.

Pada 1970-an dikenallah musik punk-pyschedelic dibawakan dari Inggris, melalui banyak band underground dan pengaruhnya sampai ke Amerika Utara, terasimilasi dengan musik folk rock n’ roll, dan mengemuka menjadi musik metal. Musik ini merupakan musik yang mengawinkan antara unsur punk-retro dan rock n’ roll, ciri utamanya adalah permainan distorsi gitar, namun ciri utama artis musiknya adalah penampilan glamour dan tato.

Di Indonesia tato yang digunakan oleh para gangster, gali, atau preman sedikit banyak berakar dari penggunaan tato oleh lembaga beladiri yang berakar jauh di kebudayaan China, sama halnya dengan tato yang dibuat berdasarkan alasan-alasan religius, untuk kepentingan siritual. Seperti tato bagi masyarakat mentawai. Ady Rosa menulis bahwa tato dibuat tidak semata-mata untuk menghiasi tubuh tetapi merupakan menifestasi dari kepercayaan mereka, mereka memandang tato sebagai pakaian abadi yang mereka sandang sampai mati.

Sejarah mencatat,tato dan body piercing sudah menjadi bagian dari budaya di banyak negara sejak beberapa abad silam. Orang Mesir kuno sudah memakai tato sejak 2000 tahun sebelum Masehi. Tato di Jepang sudah ada sekitar 10.000 tahun lalu pada zaman Palaelotikum. Dalam budaya Romawi kuno, anting dipasang di bagian dada wanita sebagai simbol kekuatan. Begitu juga dengan suku Dayak di Indonesia. Sementara suku Indian Karafa menggunakan bambu tipis di bibir mirip dengan beberapa suku di Afrika.

Dulu,kedua hal itu diterapkan untuk berbagai kepentingan,antara lain menunjukkan status sosial, lambang religius, simbol keberanian, kesuburan,dan tanda cinta. Di Indonesia, legenda tato sebagai seni melukis tubuh berasal dari suku Kayan, Borneo (Kalimantan), sebagai tempat paling modern kala itu.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Macam-Macam Panduan Melukis
  • Cara Mendapatkannya Koleksi Lukisan
  • Mengenal Peralatan Melukis Standar
  • Hobi Koleksi Barang Antik Kuno
  • Menengok Tiga Galeri Lukis Sang Maestro
  • Karya Lukisan Affandi
  • Seni melukis : Hobi, Ekspresi Jiwa dan Profesi
  • Belajar Melukis dari Kursus Melukis
  • Teknik Melukis Abstrak
  • Yang Perlu Diketahui Penggemar Barang Antik
  • Contoh Lukisan Terkenal di Dunia
  • Koleksi Gambar, Hobi Yang Menyenangkan
  • Apresiasi Lukisan dan Hobi
  • Cara Lelang Lukisan
  • Mengetahui Teknik Dasar Melukis
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA