Bertanam dengan Memanfaatkan Lahan Sempit
Anda hobi bertanam tapi lahan yang ada terlalu sempit ?
Perkembangunan pembangunan rumah yang demikian pesat memang menyebabkan banyak rumah tidak memiliki halaman yang cukup. Selain jarak antar rumah berhimpitan, lahan yang ada pun umumnya telah dilapis dengan semen atau keramik. Sehingga bertanam di lahan yang ada pun sudah sangat jarang ditemukan.
Mensiasati Lahan Sempit
Namun apapun kondisi lahan di rumah, Anda sebenarnya masih bisa menyalurkan hobi terkebun. Selain untuk menghilangkan stress, bertanam dengan sentuhan teknologi juga tak kalah mengasyikkan. Berikut adalah beberapa teknik bertanam yang dapat Anda lakukan dengan memanfaatkan lahan sempit yang ada di rumah.
- Vertikultur
Istilah vertikultur berasal dari kata vertical dan culture yang berarti sistem budidaya tanaman yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Teknik ini diterapkan dengan membuat semacam rak bersusun di atas lahan yang ada. Bahan untuk membuat rak ini bisa dengan kayu reng, belahan bambu, ataupun menggunakan asbes plastik. Di atas rak ini Anda dapat menempatkan polibag ataupun pot-pot tanaman Anda secara bersusun.
Agar ruang susun yang tersedia mampu menampung tanaman Anda yang banyak, sebaiknya rak dibuat dari bambu yang dibelah dua. Di bamboo itulah tanaman Anda diletakkan tanpa menggunakan pot. Namun rak jenis ini cocoknya untuk menampung jenis tanaman semusim, seperti tanaman sayuran dan buah.
- Teknik Pot
Bertanam dengan memanfaatkan lahan sempit dapat pula dilakukan dengan menggunakan pot, baik yang terbuat dari keramik, seng, bekas kaleng cat, ataupun plastic polibag. Dengan media pot, maka tanaman dapat mudah dipindah-pindahkan agar mendapatkan sinar matahari yang cukup. Tanaman yang dipilih untuk teknik ini sebaiknya jenis dari tanaman hias.
- Hidroponik
Hidroponik merupakan budidaya tanaman dengan media nontanah dan lebih mengandalkan hidro atau air. Sedangkan untuk menahan tubuh batang, umumnya digunakan media substrat, seperti arang sekam, pasir, batu kerikil, gambut, serbuk gergaji, ataupun zeolit. Dengan media ini, tanaman dapat ditegakkan dalam pot dan diletakkan di lahan yang tersedia.
Banyak teknik yang dapat dilakukan dalam bertanam secara hidroponik. Diantaranya Anda dapat memanfaatkan bak plastik yang diletakkan dan disusun di atas lahan sempit yang ada. Lalu letakkan stereofom di atas bak sehingga menutup bibir bak. Melalui lobang-lobang di stereofom itulah tanaman ditegakkan, sedangkan akarnya masuk ke dalam bak yang berisi air yang telah dicampur dengan nutrisi.
- Aeroponik
Ini merupakan teknik bertanam yang banyak memanfaatkan teknologi. Pada teknik ini tanaman digantung di udara dan akarnya mendapatkan nutrisi dari air yang disemprotkan melalui alat penyemprot. Salah satu teknik aeroponik mirip dengan teknik hidropik yang memanfaatkan stereofom yang telah dilobangi untuk menahan batang tanaman. Sedangkan untuk penyemprotannya dapat dilakukan secara otomatis dengan menggunakan alat yang dapat diatur tekanan dan keluarnya air.
Mudah bukan? Mulailah bertanam sekarang juga. Manfaatkan lahan sempit disekitar rumah Anda. Selamat bercocok tanam.






