Membuat Percetakan Sendiri di Rumah
Dewasa ini, percetakan tumbuh menjamur. Kebutuhan cetak mencetak memang tinggi. Maraknya penerbit buku membuat ruang lingkup percetakan semakin menggeliat. Ada juga cetak undangan untuk pernikahan yang pastinya tiap tahun selalu ada. Ditambah lagi order mencetak yasinan, brosur, dan banyak lagi. Mengapa tidak Anda membuat percetakan sendiri?
Dilihat dari peluang, usaha percetakan sangat menjanjikan dan tidak ada matinya. Namun, untuk membeli sebuah mesin cetak ukuran kecil (biasa disebut mesin toko) modalnya butuh jutaan rupiah. Bahkan, mesin toko second saja dijual kisaran 25-30 juta rupiah.
Percetakan Skala Kecil
Bagi Anda yang memiliki modal kecil, tetap bisa kok membuka percetakan skala kecil di rumah Anda sendiri. Anda bisa mulai membuka modal dengan membeli seperangkat komputer, printer injet, printer laser, alat potong, dan mesin scan.
Mesin printer injet harganya murah. Sekarang, modelnya sudah memakai infusan sehingga tintanya lebih banyak (sampai 100 ml). Dengan tinta yang banyak, Anda bisa mencetak sampai ratusan.
Printer jenis ini bisa Anda pergunakan untuk mencetak foto dan kartu nama. Agar kartu nama tahan lama, Anda bisa melapisi kartu dengan laminasi. Alat laminasi juga dapat dibeli dengan harga terjangkau. Asal mau merogoh kocek senilai lima ratus ribu rupiah, Anda sudah mendapat alat untuk melaminasi.
Cetak Brosur
Printer laser dapat digunakan untuk mencetak brosur, kalender, dan juga buku dengan oplah terbatas, maksimal 200 buah. Dengan begitu, Anda sudah bisa memenuhi order skala kecil.
Jangan takut, harga printer laser juga ada yang murah. Kisaran tiga juta, Anda sudah dapat membawa pulang sebuah printer laser. Akan tetapi, hati-hatilah memilih jenis printer laser karena tiap merek memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.
Sebagai contoh, untuk printer laser milik XeroX yang harganya sekitar tiga jutaan, gambarnya agak mengabur. Ketebalan kertas pun terbatas. Sedangkan, printer laser keluaran HP, tabung tonernya lebih besar sehingga kapasitas mengeprintnya bisa lebih banyak. Namun, kekurangannya, untuk membeli toner isi ulangnya, harganya lumayan mahal dibanding milik XeroX.
Bila orderan sudah banyak dan jumlah yang diminta banyak, Anda juga bisa melakukan lempar order ke percetakan kenalan. Mintalah harga miring sehingga Anda juga mendapat keuntungan. Dengan begitu, pekerjaan dapat, dan keuntungan juga tetap ada.
Jangan lupa menabung setiap kali mendapat keuntungan. Tentunya, Anda berkeinginan untuk bisa mengembangkan usaha sehingga bisa memiliki mesin sendiri, bukan? Kebanyakan orang-orang yang mendirikan percetakan juga di mulai dari mencetak kecil-kecilan dulu, kemudian akhirnya menabung untuk bisa membeli alat cetak sendiri.
Tertarik? Silakan mencoba.






