Tips Singkat Dasar Membuat Skenario Film
Dunia perfilman di Indonesia sudah semakin semarak. Banyaknya aneka judul mulai dari cerita yang berbobot hingga cerita picisan, membuat banyak pekerja kreatif melirik industri yang satu ini. Salah satu yang paling mudah untuk ditekuni dalam industri pembuatan film adalah tehnik membuat skenario film.
Memang, pekerjaan yang dilakukan terkesan sepele yaitu hanya menulis saja. Namun menulis sebuah skenario film tidaklah mudah. Diperlukan ilmu dan kekuatan mental yang kuat untuk dapat meramu sebuah skenario film yang berdurasi sekitar 1,5 jam hingga 3 jam.
Ada beberapa jenis skenario film yaitu skenario film layar lebar, skenario film televisi dan skenario serial film. Perbedaan yang sangat mencolok dari film layar lebar dan film televisi adalah dari segi cerita, artis, setting dan jenis kamera.
Biasanya setting dan cerita dalam film layar lebar lebih bagus dan lebih kompleks ketimbang film televisi. Oleh karena itu ada sedikit perbedaan antara membuat skenario film layar lebar dan film televisi.
Simak tips dasar membuat skenario film di bawah ini.
Ide dan Tokoh yang Unik
Untuk membuat sebuah cerita atau membuat skenario film tentu kita membutuhkan ide unik dan karakter tokoh yang menarik perhatian. Kita boleh saja mengikuti trend yang berkembang namun tetap saja harus punya keunikan dengan cerita lainnya.
Sebut saja cerita hantu yang sedang trend, maka pekerja kreatif pun mulai membuat tokoh-tokoh hantu yang unik seperti suster nengok, kuntilanak perawan, tali pocong perawan dan lain sebagainya.
Namun sebaiknya, jika trend yang berkembang ternyata menjurus ke arah kehancuran dunia film Indonesia, lebih baik Anda membuat skenario film yang out of the box, melawan arus namun tetap menjual. Meski pada kenyataannya memang susah untuk melawan arus perfilman Indonesia. Karena ini adalah dunia bisnis kreatif.
Membuat Konflik yang Padat dan Menegangkan
Dalam membuat skenario film, buatlah konflik yang padat dan menegangkan. Di setiap scene yang kita buat sudah harus memberikan konflik atau minimal memberikan sebuah informasi yang nanti di ending, informasi tersebut akan memberikan efek dramatis.
Perhatikan Setting
Ketika membuat skenario film boleh jadi, kita punya banyak sekali imajinasi yang ingin kita tuangkan dalam skenario. Namun apa daya, budget dari produser tidak memungkin untuk merealisasikan setting itu. Maka sebaiknya kita membuat setting film yang standar dan sesuai dengan budget PH (Production House).
Jika kita membuat setting mewah namun kemampuan keuangan PH tidak sanggup, maka yang terjadi adalah setting yang asal dan terkesan ‘yang penting ada’. Tentu saja akan mengurangi citarasa dalam ceritanya.
Nah, itulah tadi tips dasar singkat dalam membuat skenario film. Untuk dapat mendalami ilmu skenario, memang sangat disarankan untuk mengikuti kursus, pelatihan atau sekolah seni film. Jika kita punya kemauan yang keras pasti Tuhan akan memberikan jalan. Semoga skenario perfilman kita semakin sukses.






