Tips Memilih Pacar Yang Setia: Apakah Benar Dia?
Ilustrasi Memilih Pacar
Saat ini memilih pacar bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Hal memilih pacar ini bisa jadi menjadi suatu hal yang tak sebegitu mudah untuk dilakukan. Karena memang ada beberapa hal yang harus dilakukan dan diperhatikan dengan baik dan saksama ketika akan memilih seorang pacar dalam kehidupan kita.
Setiap manusia pada hakekatnya diciptakan berpasang-pasangan. Selain kenyataan bahwa manusia merupakan makhluk sosial, manusia juga adalah makhluk yang membutuhkan seorang teman hidup yang akan menyempurnakan keutuhan hidupnya.
Yang terkadang menjadi kendala adalah apakah orang yang akan kita pilih merupakan orang yang benar-benar tepat bagi kita. Akan ada sejuta macam alasan untuk terus bertanya apakah pacar kita yang sekarang akan menjadi teman hidup yang setia sepanjang hayat, ataukah dia akan berpaling kepada orang lain.
Akan ada banyak dan bermacam cobaan yang memposisikan kita dalam kondisi bimbang. Karena memang sebagian besar kita akan menitikberatkan pada apakah pacar kita adalah seorang yang setia atau bukan—suatu hal yang sering kali menjadi prasyarat utama dalam menjalin sebuah hubungan.
Menjadi setia tidaklah mudah tentu saja. Banyak hal lain yang akan menggoda atau banyak hal yang mungkin akan memalingkan pacar atau kekasih kita dari diri kita yang membuatnya jenuh dan berputar haluan mencari orang lain yang mereka anggap lebih dari kita.
Acap kali, kesetiaan menjadi pertanyaan besar yang justru akan membuat suatu hubungan tidak berjalan dengan lancar apabila terus menerus dipertanyakan. Yang dibutuhkan adalah pembuktian atau lebih tepatnya tes-tes kecil yang dapat kita gunakan sebagai tolok ukur apakah sang pacar akan cukup setia terhadap kita, hari ini dan seterusnya.
Jadi sebelum kita melangkah terlalu jauh, kita dapat memastikan bahwa pacar kita memiliki kualitas-kualitas kesetiaan yang kita harapkan. Ada banyak hal yang kita bisa lakukan untuk ‘mengetes’ sejauh mana pacar kita benar-benar mencintai dan mempertahankan kesetiaannya.
Kita bisa mencoba melihat bagaimana reaksinya pada saat ada orang lain yang mencoba mendekatinya atau bahkan memberinya perhatian lebih. Apakah dia akan terpancing dan lebih memberikan banyak perhatian kepada orang tersebut daripada kepada kita yang adalah kekasihnya.
Kalau dengan hal yang seperti ini kekasih kita sudah terpengaruh, itu tandanya bahwa tidak akan ada kesetiaan yang bisa ditawarkan kepada kita lagi. Lebih baik disudahi dan mencari orang lain yang lebih baik.
Kita juga bisa menilai sejauh mana sang pacar akan setia kepada kita melalui ‘behavior’-nya terhadap kita sehari-hari. Lihat apakah dia rela meluangkan waktunya untuk menemani kita, dalam artian ‘menemani’ yang sesungguhnya: datang dan berada di samping kita.
Apakah dia bersedia menjadi pendengar yang baik, yang mampu memberikan rasa tenang, dan tidak meninggalkan kita pada saat kita mulai menangis atau merengek? Menjadi pendengar yang baik tidaklah mudah dan biasanya orang yang mau mendengarkan sampai kita selesai menceritakan dan mencurahkan isi hati dan pikiran kita merupakan orang-orang yang setia.
Kita juga bisa menilai kadar kesetiaan sang pacar dengan melihat apakah yang sering dikatakan merupakan rayuan gombal atau ungkapan yang sungguh datang dari hati. Sedikit sulit membedakannya, tapi kita akan cepat sadar kalau yang dikatakan merupakan rayuan gombal, karena biasanya kita akan merasa semuanya terlalu berlebihan dan cenderung menjadi menyebalkan.
Sebaliknya, jika yang dikatakan muncul tulus dari hati, meskipun kata-kata yang diucapkan tidak terlalu banyak seperti saat sedang menggombal, hati kita akan turut bergetar dan sedikit lebih susah untuk menghindari dari perasaan melayang. Perhatikan juga apakah pacar kita sering berbohong kepada kita atau tidak. Semakin sering dia berbohong dan membuat-buat alasan tentu saja merupakan tanda-tanda awal bahwa dia tidak akan setia terhadap kita.
Banyak hal lain lagi yang kita bisa lihat dari keseharian kita menghabiskan waktu bersama pacar kita untuk melihat apakah dia orang yang setia dan dialah orang yang selama ini kita nantikan. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa bukan hanya kita yang menginginkan kesetiaan. Pasangan kita tentu saja juga mengharapkan hal yang sama. Jadi, bersikaplah setia yang akan membuatnya setia kepada kita.
Memilih Pacar Yang Sejati
Pacar yang sejati adalah pacar kita yang sudah menjadi pasangan hidup kita dan sudah dilegalkan atau disahkan dalam ikatan suci pernikahan. Itulah sejatinya apa yang dimaksud dengan pacar.
Dalam hal memilih pacar yang sejati ini memang ada beberapa hal yang patutnya diperhatikan. Karena dalam memeilih pasangan hidup ini yaitu memilih suami atau pun istri bukanlah hal yang dapat dilakukan dengan sembarangan atu pun main-main.
Seseorang harus memperhatikan dengan benar karakter dan sifat dari seseorang yang akan menjadi pasangan hidupnya. Karena memang ia akan menghabiskan sisa hidupnya bersama orang tersebut.
Dan tentunya tak ada seorang pun di dunia ini yang mengharapkan pernikahan yang ia bangun bersama orang yang telah ia pilih akan kandas di tengah jalan alias berakhir dengan perceraian. Tak ada seorang pun manusia yang ketika akan memulai kehidupan baru dalam bingaki ernikahan dengan seseorang lain meniatkan apa yang akan ia jalani tersebut untuk diakhiri dengan sebuah perceraian.
Maka dari itu, sebelum memulai sebuah ikatan suci pernikahan maka yang harus dilakukan adalah bersungguh–sungguh dalam meneliti seseorang tersebut.
Untuk mencari orang yang benar-vbenar memiliki kesamaan dengan diri kita, hal tersebut dapat dikatakan sebagai hal yang mustahil untuk dilakukan. Karena memang di dalam duani aini tak ada orang yang dilahirkan dengan benar-benar mirip. Bahkan seorang yang dilahirkan dengan kembar identik pun masih memiliki perbedaan.
Untuk itu hal pertama yang harus disiapkan adalah belajar untuk mempersiapkan diri sendiri. Atau memahami perbedaan yang akan muncul. Memahami semua karakter dan sifat yang ada di dalam diri calon pasangan kita. Hal inilah yang akan menepis dan menghilangkan jurang perbedaan yang ada di antara pasangan.
Dengan memahami pasangan, kita tak akan banyak menuntut pasangan menjadi ini dan itu sesuai dengan pa yang kita inginkan. Karena dengan memahami ini, kita akan menjadi lebih mudah untuk memaafkan segala perbedaan yang kita anggap tidak menyenangkan bagi kita.
Dalam memilih pasangan pun, rasa saling memahami haruslah selalu dikedepankan. jika sudah memiliki rasa memahami ini atau paling tidak memiliki niat dan keinginan untuk dapat memahami orang lain maka itu sudah menjadi bekal yang cukup untuk dapat memulai sebuah hubungan dengan orang lain.
Namun jika memang dirasa bahwa diri sendiri masih begitu egois dan lebih suka untuk memikirkan diri sendiri. Atau jika memang diri ini masih lebih sulit untuk dapat memahami kekurangan dan kesalahan orang lain. Maka memang yang harus dilakukan adalah belajar untuk memahami orang lain terlebih dahulu. Karena memang hal itu akan sangat dibutuhkan dalam memulai hubungan dengan orang lain.
Setelah itu memang harus benar-benar menata dan meluruskan niat diri sendiri dan pasangan. Niat harus ditata. Untuk apa dan mengapa memulai sebuah pernikahan. Atau memulai untuk hidup dengan orang lain dalam ikatan suci pernikahan.
Karena niat yang ada di awal pernikahan ini akan benar-benar memberikan pengaruh terhadap kehidupan pernikahan yang akan dibangun. Dalam pernikahan memang adalah sebuah hal yang mutlak untuk terjadinya perselisihan atau pun permasalahan. Niat yang ada di awal ini akan dapat digunakan untuk mengatasi segala permasalahan yang akan muncul kelak.
Karena jika semua hal dikembalikan pada niat yang baik untuk membangun sebuah pernikahan maka segala permasalahan yang muncul akan dapat diatasi dengan kepala dingin. Permasalahan akan dengan mudah diatasi tanpa ada satu pihak pun yang terluka. Karena memang masing-masing sudah dapat mengembalikan kepada niat mereka untuk memulai pernikahan ini.
Itulah beberapa hal yang memang dapat diperhatikan ketika akan memilih calon pasangan hidup. Semuanya dapat dikatakan adalah hal yang dapat dipertimbangkan dalam memilih pacar. Pacar yang sejati, pacar yang setia terhadap ikatan suci yang telah terjalin di antara keduanya yang hanya dapat dipisahkan oleh maut yang menjemput.

