Sang Pencerah Mencari Arah Kiblat
Ketika film sang pencerah booming di pasaran. Arah kiblat menjadi satu topik yang hangat diperbicangkan masyarakat. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengubah arah kiblat juga ikut membuat publik bertanya kembali soal arah kiblat. Bagaimana mencari arah kiblat yang tepat?
Arah kiblat yang dipersoalkan adalah anjuran MUI untuk berkiblat ke barat laut. Jika ditilik dari peta selama ini umat muslim menghadap ke benua afrika. Hal ini menuai kontroversi karena menyangkut keimanan seorang kepada sang pencipta.
Arah Kiblat
Umat muslim di dunia ketika melakukan ibadah sholat akan selalu berkiblat ke ka’bah. Posisi sentral yang terletak di negara arab ini memang sebuah keharusan bagi umat muslim.
Namun, tidak semua penentuan arah kiblat berjalan mulus akibat kendala informasi maupun teknologi. Tapi hakikatnya arah kiblat akan selalu bertumpu ke ka’bah.
Mencari Arah Kiblat
Mencari arah kiblat penting untuk menentukan letak presisi (keakuratan) juga ketepatan arah kiblat yang benar. Cara tradisional selama ini sering mengikuti arah kiblat di mesjid-mesjid. Bagi Anda yang belum puas berikut ini cara mencari arah kiblat.
- Kompas. Melalui alat ini Anda bisa mendapat posisi arah kiblat yang pas. Berapa derajat yang dicapai, arah barat atau timur, dsb. Namun, penggunaan kompas belum lazim di masyarakat kita. Sehingga cara ini memang kurang populer di masyarakat.
- Internet. Sekarang ini Anda bisa mengecek arah kiblat melalui online. Anda bisa mengecek di google dengan kata kunci deteksi arah kiblat, software arah kiblat, dst. nanti google akan memberi penunjuk situs mana yang memberi layanan tersebut. Teknologi ini relatif mudah digunakan. Tetapi memang masih terbatas. Terutama bagi masyarakat tradisional pedesaan.
- Software di handphone. Arah kiblat bisa dicek hanya dengan via telepon genggam Anda! Sekarang ini banyak software developer yang telah membuat software mendeteksi arah kiblat. Bahkan, di antaranya gratis alias tidak berbayar.
Sang Pencerah
Berkaca melalui film besutan Hanung Bramantyo ini arah kiblat adalah hal yang sakral tapi lentur sifatnya. Maksudnya arah kiblat memang sebaiknya harus berkiblat benar dan tepat. Menghadap barat laut. Tapi bisa juga lentur.
Semisal pendapat beberapa alim ulama yang tidak mengharuskan mesjid mesjid merubah arah kiblatnya. Hal ini bisa dimaklumi karena mesti merubah bentuk mesjid yang butuh biaya, perombakan, dst.
Seperti yang dicontohkan Kh. Ahmad Dahlan bahwa islam itu sebetulnya tidak kaku melainkan lentur. Kh. Ahmad Dahlan menunjukkanya dengan bergaul dengan penjajah belanda.
Tapi, tetap memegang teguh nilai. Begitu pun soal arah kiblat. Jauh lebih penting adalah urusan ibadah dengan sang pencipta. Pelaksanaan prinsip, nilai, anjuran agama yang telah digariskan. Meskipun sekali lagi soal arah kiblat tetap penting.






