logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Komunikasi

Belajar Mendengar Aktif


Ilustrasi mendengar aktif

Mendengar aktif atau active listening, adalah sebuah sikap memperhatikan dan mendengarkan setiap perkataan atau perbincangan orang lain. Sikap mendengarkan yang terfokus dan selalu memberikan respon-respon komunikasi non-verbal dan verbal yang sederhana.

Sikap mendengarkan dengan aktif sangat bermanfaat dalam pergaulan sehari-hari. Terutama dalam kegiatan yang bersifat konsultasi, atau hanya berupa obrolan-obrolan ringan dengan teman. Sikap ini akan membuat suasana komunikasi lebih positif dan menjadi momen yang sangat berarti.

Banyak orang yang membutuhkan kawan bicara karena begitu banyak persoalan yang dihadapi. Dengan mengeluarkan kekesalan, kebahagiaan, kabar baik, berita buruk, atau hanya info ringan. Biasanya akan lebih meringankan luapan emosi yang dirasakan.

Tiga Hal Penting

Terdapat poin-poin penting dalam melakukan mendengar aktif, yaitu sebagai berikut:

Pertama: Sikap memperhatikan. Berupa sikap yang ditunjukkan oleh seseorang ketika dirinya berusaha untuk memperlihatkan perhatian dan bersedia untuk mendengarkan. Berusaha untuk fokus dan mendengarkan apa yang sedang diceritakan oleh orang lain.

Sikap ini adalah upaya menunjukkan keterlibatan, keterbukaan, dan menghadap ke arah pembicara dengan tenang dan santai. Pendengar memperlihatkan reaksi positif dengan tidak terlalu banyak bergerak. Serta tidak juga bersikap diam tanpa bergerak dan kaku.

Memperlihatkan ekspresi wajah yang penuh perhatian. Mencoba bersikap ramah kepada pembicara. Melakukan kontak mata dengan nyaman. Serta memberikan reaksi dengan tingkal laku verbal berupa kata-kata sederhana yang menggugah kepercayaan diri dan keberanian pembicara.

Contoh tingkah laku non-verbal, berupa mata yang tidak melotot, anggukan kepala, sedikit gerakan tubuh, dan ekspresi atau sentuhan tangan yang memberi semangat.

Tingkah laku verbal, misalkan berupa kata-kata singkat atau pendek: "Terus?", "Sungguh menarik sekali", "Kamu pasti bisa!", "Benarkah?", dan "Hebat!". Semua tingkah laku ini diperlihatkan dengan sederhana, tanpa harus berlebihan.

Kedua: Bersikap Diam. Bagi seorang pendengar aktif akan lebih membantu orang yang berbicara jika dia lebih banyak menggunakan energinya untuk mendengarkan dan berbicara sesederhana dan sedikit mungkin. Bersikap diam memberikan kita kesempatan untuk merasakan perasaan kita sendiri.

Berguna untuk memberikan waktu kepada pembicara di hadapan kita untuk berpikir dan menyelesaikan ekspresi perasaan yang sedang dibicarakannya. Bersikap diam membantu kita untuk memikirkan apa yang sedang diceritakan. Merenungkan apa yang sedang dialami oleh pembicara. Terutama kita bisa mempertimbangkan saran dan tanggapan apa yang akan diberikan, jika diminta.

Patut diingat, dalam proses mendengar secara aktif kita berusaha untuk menerima perasaan-perasaan yang diungkapkan oleh orang lain. Berusaha untuk bersikap terbuka dalam memahami perasaan dan pembicaraan. Serta mencoba mengasihi pembicara dan memberikan perhatian dengan tulus.

Ketiga: Halangan. Dalam proses menjadi pendengar aktif terdapat halangan yang seringkali terjadi dalam suatu kegiatan komunikasi. Halangan tersebut adalah sebagai berikut: menuduh, menghukum, menghakimi, memberikan solusi tanpa diminta atau di tengah pembicaraan, menyalahkan, mengalihkan perhatian.

Tindak Lanjut

Setelah proses mendengarkan dengan aktif berakhir karena pembicara dianggap telah selesai mengungkapkan pembicaraannya. Berilah tanggapan yang menguatkan kawan bicara untuk menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri. Bertujuan untuk menguatkannya agar mampu menyelesaikan masalah itu.

Beri tanggapan yang mendorong pembicara untuk memperkuat salah satu kualitas positif yang dia miliki. Tunjukkanlah sikap dan ekspresi tubuh yang akrab dan peduli. Cobalah menawarkan masalah dengan bahasa berbeda. Dengan sudut pandang yang lain dengan pembicara. Saran yang masuk akal untuk menyelesaikan masalah.

Berikanlah koreksi-koreksi yang bermanfaat dan mengutamakan kualitas-kualitas positif yang dimiliki oleh kawan bicara. Katakanlah bahwa terdapat manfaat baik ketika mengubah perilaku. Cobalah membuat saran rencana yang mampu dilaksanakan oleh kawan bicara.

Belajar Mendengar Demi Komunikasi Efektif

Komunikasi yang efektif memainkan peran utama dalam membantu kita memahami satu sama lain lebih baik. Setiap interaksi yang berhasil tergantung banyak pada kemampuan kita untuk menyampaikan pikiran kita, gagasan, dan emosi. Mendengarkan secara aktif memainkan peran penting di sini. Kemampuan untuk mendengarkan dengan penuh perhatian membantu meningkatkan hubungan dan mengurangi argumen dan konflik.

Ada berbagai kegiatan yang dapat membantu orang menjadi pendengar yang lebih baik. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan Anda untuk memperhatikan apa yang orang lain sedang mencoba untuk mengatakan tetapi memahaminya tanpa bias atau terganggu.

Teknik-teknik yang di dalamnya termasuk memperhatikan dengan lengkap untuk membedakan antara perubahan intonasi suara, mencari isyarat dalam ekspresi wajah dan bahasa tubuh untuk memahami sudut pandang orang lain dari prasangka pandang.

Dr Thomas Gordon, seorang psikolog klinis, mengembangkan Model Gordon Komunikasi yang bertujuan untuk membangun dan memelihara hubungan yang efektif. Model ini juga menekankan pada mendengarkan secara aktif untuk membantu orang menyelesaikan konflik dan menjaga hubungan baik di rumah, sekolah, tempat kerja, atau.

Mari Berlatih

Ini adalah beberapa latihan yang dapat digunakan untuk pelatihan kepemimpinan atau di tempat kerja untuk meningkatkan komunikasi.

1. Apakah Kamu Dengar? Untuk kegiatan ini, masing-masing peserta diminta beberapa pertanyaan tentang diri mereka sendiri atau kesukaan mereka - seperti "Jelaskan dirimu", "Apa yang Anda lakukan di waktu luang Anda?", "Siapa penulis favorit Anda?", Dll oleh orang lain. Semua anggota mendengarkan orang lain serta berbagi informasi tentang diri mereka sendiri.

Supervisor harus membuat catatan dari jawaban yang diberikan oleh masing-masing peserta. Kemudian ia mengambil kuis untuk melihat apakah mereka benar-benar mendengarkan dengan cermat satu sama lain, dan secara acak meminta para anggota untuk menggambarkan orang lain.

Mereka harus mengingat dan mengidentifikasi jawaban yang diberikan oleh setiap orang. Kuncinya di sini adalah bahwa Anda harus fokus dan penuh perhatian untuk mengingat mana orang telah mengatakan apa yang harus menggambarkan diri mereka.

2. Aktif Mendengarkan Diskusi Bagilah kelompok menjadi pasangan-pasangan dan membiarkan masing-masing pasangan memiliki pendengar dan pembicara. Pembicara kemudian diberi situasi yang ia berbicara pada sebagai pendengar aktif mendengarkan kepadanya. Kemudian pendengar mencoba untuk ulang kata-kata pidato, yaitu mengungkapkan pesan yang sama dalam kata-kata yang berbeda dan menawarkan solusinya atau umpan balik kepada pembicara.

Kinerja baik pendengar dan pembicara yang terakhir dan mereka diminta untuk swap peran. Latihan ini membantu meningkatkan keterampilan komunikasi dan kemampuan untuk memahami apa yang dikatakan orang lain. Keterampilan ini dapat membantu Anda bekerja secara efisien dengan satu sama lain.

3. Dengarkan dengan Hati-hati Bagilah peserta menjadi dua tim, A dan B. Pilih bagian dari buku atau majalah dan meminta salah satu peserta pada suatu waktu (tim A atau B) untuk membacakan sama. Selanjutnya, minta mereka untuk membaca bagian yang sama tetapi dengan beberapa perubahan dalam konten majalah.

Tim yang menunjukkan perubahan dalam bagian pertama diberikan titik. Ini berlanjut dan tim yang skor poin maksimum dinyatakan sebagai pemenang. Kegiatan ini mencoba untuk mendengarkan hati-hati untuk memahami dan menunjukkan perubahan yang dibuat di bagian aslinya.

Untuk mendorong pelajaran dan teknik mendengar aktif  di atas dengan lebih efektif perlu untuk benar-benar menahan diri dari melakukan hal-hal lain  selama latihan, dan memberikan perhatian penuh kepada si pembicara. Ini akan meningkatkan rasa yang lebih besar pemahaman dan meningkatkan komunikasi antara dua pihak sehingga mendorong hubungan jangka panjang yang lebih baik.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pengertian Humas dan Perannya dalam Kehidupan Kita
  • Strategi Humas dalam Berkomunikasi
  • Ragam Bahasa Jurnalistik - Dari yang Tengil Sampai Emoticons
  • Komunikasi Lintas Budaya yang Lucu
  • Faktor Penghambat Komunikasi Efektif
  • Teknik Wawancara Jurnalistik
  • Mengetahui Ruang Lingkup Public Relations
  • Jenis-Jenis Jurnalistik: Kredo Utamanya Tetap Komunikasi Massa
  • Dasyatnya Media Sebagai Wahana Komunikasi Massa
  • Mengulas Dasar Jurnalistik
  • Komunikasi Kesehatan untuk Calon Pengantin
  • Pentingnya Mengetahui Pengertian Komunikasi Bisnis dalam Kegiatan Berbisnis
  • Komunikasi Intrapersonal - Hipnotis - ANNEAHIRA.COM
  • Pers di Indonesia
  • Komunikasi Teraupetik - Teknik Komunikasi untuk Penyembuhan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA