Mendidik Anak
Ilustrasi mendidik anak
Mendidik anak merupakan tugas yang susa-susah gampang bagi orang tua dalam sebuah keluarga. Anak adalah karunia sekaligus titipan dari Tuhan. Eksistensi kita sebagai manusia semakin terasa ketika memiliki anak. Namun ada kalanya kita sebagai orangtua kerap kali merasa sulit dalam mendidik anak-anaknya. Apalagi jika anak-anak kita sudah beranjak remaja.
Mendidik anak memang perlu dilakukan sejak anak kita masih bayi. Hal ini dilakukan agar karakter, watak, dan kebiasaannya sesuai dengan yang kita harapkan. Orang tua yang selalu sibuk dengan urusan kantor tanpa pernah peduli dengan anak-anaknya sampai bertahun-tahun, “tak mungkin” akan mendapatkan anak yang menghormatinya secara sungguh-sungguh. Namun jika orang tua rajin mendekatkan diri pada anak dari usia balita sampai dia beranjak dewasa, sudah barang pasti dia akan lebih menaruh respek kepada kita.
Ilmu dalam Mendidik Anak
Dalam melaksanakan pendidikan terhadap anak-anaknya, para orang tua harus dibekali ilmu. Namun, tidak sedikit di antara kita yang mempersiapkan ilmu demi pekerjaan ketimbang bersiap diri menjadi orang tua. Pekerjaan memang amat penting untuk memenuhi kebutuhan hidup juga status sosial di masyarakat. Tapi keluarga tetaplah yang terpenting. Karena sebagai orangtua, kita bisa mengawasi lebih leluasa ketimbang waktu kantor yang hanya sekira 8 jam sehari.
Berbagai ilmu dapat kita jadikan sebagai panduan dalam mendidik terutama biasanya datang dari ilmu agama atau ilmu psikologi tentang cara berkomunikasi dengan anak. Berikut ini beberapa hal yang dapat dipelajari demi mendidik generasi titipa Tuhan Yang Maha Esa.
1. Pelihara akidah
Rasulullah mencontohkan bagaimanan membangun pondasi dalam jiwa anak, dan salah satu sabdanya untuk Ibnu Abbas adalah:
“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah.” (H.R. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”).
2. Ilmu tentang Ibadah
Bagaimana kita bisa mengajari anak-anak bagaimana cara salat jika orang tuanya tidak pernah salat? Sebab biasanya, anak yang saleh akan lahir dari keluarga atau orangtua yang saleh juga.
Jadi ajarilah anak Anda salat dan tata cara beribadah lainnya. Sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad Saw:
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat saat berumur tujuh tahun, dan pukullah jika enggan saat mereka berumur sepuluh tahun.” (H.R. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani).
3. Menguasai Akhlak
Jika Anda orang yang mengerti akhlak dan adab, maka hal itu akan menurun pada anak Anda. Sang anak akan terbiasa dengan keseharian Anda di rumah. Seperti memperhatikan dan kemudian meniru setiap sikap dan perilaku orang tuanya.
Namun hal ini tidak akan cukup jika Anda tidak mengajari mereka. Nasihatilah mereka dari segi akhlak tentu dengan bahasa yang mudah dicerna anak-anak. Hal ini tercantum dari sabda Rasulullan kala Ia menasihati seorang anak kecil.
“Nak, ucapkanlah bismillah (sebelum engkau makan) dan gunakanlah tangan kananmu.” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Umar bin Abi Salamah).
4. Seni Berinteraksi dengan Anak
Bebicara dengan anak tentu tidak sama saat kita berbicara dengan teman sebaya atau yang lebih tua. Berbicara dengan anak harus pula mengerti perbendaharaan bahasa dan pola pikir mereka. Biasanya kemampuan ini memang dipunyai banyak orang. Ini karena mereka tentu pernah menjadi anak kecil.
Cara Mendidik Anak Secara Islami
Banyak cara dalam hal mendidik anak, namun tidak semua orang tua memahami hal yang paling esensial dalam melaksanakannya. Berikut ini beberapa hal yang dapat ditanamkan orang tua dalam melaksanakan pendidikan terhadap anak, yaitu:
1. Membaca Al-Qur’an
Dengan bertahap, kita mestilah mengajari anak kita untuk belajar membaca Al-Qur’an dan doa-doa pendek lainnya. Biasanya anak-anak masuk SD akan akrab dengan Iqro, atau buku latihan membaca bahasa Arab.
2. Jangan berbohong
Lebih sering orangtua membohongi anak untuk “menyelamatkan diri” atau niat untuk “tak mau mengikutsertakan sang anak dalam masalah”. Jadi, terbukalah pada anak didik Anda sebab mereka pun akan melakukan hal yang sama. Setelah pendekatan itu berhasil, jalankan dakwah pada anak dengan perlahan tapi pasti.
3. Mendidik dengan Keikhlasan
Ikhlas memiliki dampak kekuatan yang begitu besar terhadap siapapun termasuk memberikan pendidikan untuk anak-anak. Dengan ketulisan, semua akan berjalan ringan. Begitupun halnya saat Anda bercengkerama dalam tidurnya.
4. Menjadi Suri Teladan
Untuk menjadi idola, Anda sebagai ayah misalnya, tak perlu memasang citra tegas dan over disiplin. Ini hanya akan membuat cara pendidikan terhadap anak semacam itu mulai memuai masalah baru. Oleh karena itu, orang tua harus membuka wawasan dan pengetahuan bahwa pendidikan mereka dahulu berbeda dengan anak-anak jaman sekarang.
5. Mengajak berpikir yang benar.
Hampir semua orangtua mengeluhkan betapa sulit memberikan pendidikan yang baik terhadap anak-anaknya. Anak-anak zaman sekarang dianggap sulit diatur akibat arus globalisasi dan industri hiburan yang menyerang deras.
Berilah pendekatan secara bersahabat dan jangan biarkan adanya sekat yang hanya akan menegangkan kedua belah pihak. Selalu dampingi putra dan putri Anda jika mereka sedang menonton televisi atau berselancar maya.
6. Berilah informasi yang benar berbasis Islam.
Informasi berbasis Islam ini, misalnya selalu memberikan contoh teladan Rasulullan jika anak Anda melakukan kesalahan. Ambil kisah Rasulullah agar anak lebih mengidolakan Nabi Muhammad ketimbang manusia biasa seperti halnya pelaku industri hiburan.
7. Jangan pernah mendoktrin dan mengancam anak.
Mengancam dan mendoktrin akan membuat anak menjadi seorang pemberontak, misalnya mengancam anak yang tidak salat dengan tidak lagi memberi mereka uang jajan. Ini akan membuat mereka melakukan salat karena tuntutan dari Anda, bukan berdasar kewajiban sebagai umat muslim.
8. Terbiasalah memahami persoalan anak.
Anda pernah menjadi anak kecil bukan, pahamilah anak Anda sebagaimana Anda pernah menjalani masa kecil Anda dulu. Karakter Anda dengan anak mungkin jauh berbeda sehingga Anda kesulitan untuk menghadapi. Tapi pelajarilah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
9. Tanamkanlah akidah pada anak agar anak tahu betul siapa Allah.
Ajaklah anak Anda mengetahui sifat-sifat Allah. Tentu dengan cara menyenangkan, persuatif, sehingga membuat anak tidak merasa diajari. Melainkan, sedang dalam “acara bermain”.
10. Memberikan motivasi dengan hal-hal keislaman.
Motivasilah anak Anda dengan hal-hal yang bersinggungan dengan keislaman, misalnya jika berbuat baik maka Allah akan selalu menjaga dan menempatkan surge untuk anak. Yang tak kalah penting adalah ajarkan dia untuk selalu hormat kepada yang lebih tua terutama orangtua. Dan menghormati sesamanya.
Kesimpulannya, kesalehan anak terletak pada kesalehan ayah dan ibunya. Sebab ketika anak membuka matanya ke dunia yang fana ini, maka yang dilihatnya pertama kali adalah ibu dan ayahnya atau siapapun yang mengurus masa kecilnya.
Sang anak pun kemudian tumbuh dengan karakter tertentu dan dengan perilaku tertentu pula. Kalau Anda ingat istilah ini, mungkin Anda akan bersetuju bahwa, “buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya”.
Namun, cara-cara di atas akan berhasil jika Anda menjaga kekompakan bersama pasangan. Artinya, harus memerlukan kerjasama yang baik antara ayah dan ibu. Selain itu, pilihlah sekolah berbasis Islam yang baik agar anak bisa menjadi anak soleh dan solehah yang bisa dibanggakan.
Interaksi sosial yang bernuansa Islami akan membuat jati diri anak sebagai muslim lebih terwujud. Hal ini demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang sadar akan iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Demikian artikel mengenai cara mendidik anak ini dipaparkan. Semoga Anda mulai bisa menerapkan bagaimana cara yang benar dalam memberikan pendidikan yang baik terhadap anak. Karena bagaimanapun, mendidik anak dengan benar sejak dini, akan membentuk pribadi saat ia dewasa kelak.

