logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Info Kesehatan    Reproduksi Seksual

Mengatasi Keputihan


Ilustrasi mengatasi keputihan

Keputihan merupakan salah satu gangguan pada organ reproduksi wanita. Keputihan ditandai dengan keluarnya cairan (bukan darah) dari vagina secara berlebihan. Setiap wanita sekali waktu pernah mengalami keputihan dalam hidupnya, bahkan banyak yang sering mengalaminya. Dalam keadaan yang normal, vagina yang sehat memproduksi cairan untuk membersihkan vagina dari benda-benda asing yang tidak diinginkan. Lantas, bagaimanakah cara mengatasi keputihan yang baik?

Sekilas Tentang Keputihan

Cairan tersebut juga berfungsi sebagai pelumas dalam hubungan seksual untuk membantu penetrasi penis, serta membantu fungsi reproduksi. Sekresi alami tersebut bisa cair seperti air atau kadang-kadang agak berlendir, umumnya cairan yang keluar sedikit, jernih dan tidak berbau.

Selama kehamilan, menjelang dan sesudah menstruasi dan pada masa ovulasi atau masa subur ketika sel telur siap dibuahi, vagina cenderung mengeluarkan lebih banyak cairan sehingga timbul keputihan.

Begitu juga akibat rangsangan seksual dan saat melakukan senggama cairan yang dikeluarkan vagina lebih banyak. Keputihan yang terjadi karena hal tersebut, masih tergolong normal dan sehat. Namun, jika cairan yang keluar berlebihan dan sifatnya berubah-ubah, menimbulkan rasa gatal, rasa panas dan perih sewaktu buang air kemih atau rasa nyeri sewaktu bersenggama, serta mengeluarkan bau yang tidak sedap, maka hal tersebut perlu diwaspadai karena merupakan keputihan yang tidak semestinya.

Keputihan bukan suatu penyakit tersendiri, tetapi dapat merupakan gejala dari suatu penyakit lain. Keputihan yang berlangsung terus menerus dalam waktu yang cukup lama dan menimbulkan keluhan, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

Keputihan dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti infeksi mikroorganisme yaitu bakteri, jamur, virus atau parasit. Juga dapat disebabkan karena gangguan keseimbangan hormon, stres, kelelahan kronis, peradangan alat kelamin, benda asing dalam vagina, dan adanya penyakit dalam organ reproduksi seperti kanker leher rahim.

Keputihan akibat infeksi penularannya sebagian besar melalui hubungan seksual. Jumlah, warna, dan bau dari cairan keputihan akibat infeksi mikroorganisme tergantung dari jenis mikroorganisme yang menginfeksinya. 

Infeksi yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis ciri-cirinya: cairan yang keluar bersifat encer, berwarna hijau terang dan berbau tidak sedap, disertai dengan rasa gatal, sering buang air kecil tapi sedikit-sedikit dan rasanya panas.

Infeksi oleh jamur Candida albicans memunyai ciri-ciri: cairan vagina yang keluar berwarna putih, kental, ada bercak putih yang melekat pada dinding vagina, seringkali disertai rasa gatal yang intensif. Infeksi oleh bakteri Gardnerella vaginalis menimbulkan cairan yang berwarna putih keruh keabu-abuan, agak lengket, berbau tidak sedap serta rasa gatal dan panas pada vagina.

Mengatasi Keputihan dengan Pola Makan yang Sehat

Keputihan merupakan penyakit umum yang sering di derita perempuan dan salah satu faktor pencetusnya adalah pola makan yang tidak sehat. Umumnya, perempuan tidak memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi sehingga dapat mempengaruhi risiko keputihan akibat infeksi jamur. 92%  keputihan disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Infeksi jamur ini merupakan penyebab keputihan yang sering ditemui di Indonesia.

Semua perempuan di semua usia dapat mengalami keputihan termasuk mereka yang belum pernah berhubungan seksual. Mengatasi keputihan dapat dicegah dengan menjaga kebersihan daerah genitalia dan pola makan yang sehat, menghindari faktor risiko infeksi seperti berganti-ganti pasangan seksual, pemeriksaan ginekologi secara teratur termasuk pemeriksaan deteksi dini kanker serviks (pap smear) satu tahun sekali bagi yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.

Umumnya jenis makanan yang dikonsumsi cenderung kurang serat dan tinggi gula. Jumlah dan frekuensi buang air kecil juga berkurang karena kurangnya asupan cairan. Di samping itu, kemungkinan dapat terjadi konstipasi (sulit buang air besar).

Kondisi inilah yang dapat mempengaruhi risiko keputihan akibat infeksi jamur. Pembatasan jumlah gula dalam makanan/minuman dapat menurunkan risiko infeksi jamur vagina sebagai bagian dari mengatasi keputihan. Selain gula juga madu, sirup maple, molases dan semua makanan/minuman yang mengandung bahan tersebut, minuman beralkohol, makanan yang mengandung asam cuka, kacang tanah, pistasio, kacang mede, kecap, susu, softdrink, buah kering, makanan olahan, kopi, dan teh.

Sementara makanan yang membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi jamur vagina di antaranya makanan probiotik seperti yoghurt atau suplemen probiotik. Maka, mulailah untuk menerapkan pola  makanan seimbang untuk mencegah infeksi jamur vagina (mengatasi keputihan).

Dengan menjaga asupan cukup cairan, minimal 8 gelas per hari baik dalam bentuk minuman maupun makanan, asupan cukup serat dari buah dan sayuran, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung tepung dan gula.

Jenis-jenis Keputihan

Keputihan yang dianggap normal atau fisiologis adalah keputihan dimana cairan yg keluar berwarna jernih, berlendir, tidak bau, dan tidak gatal. Hal ini dapat dikarenakan:

  1. Menjelang haid

  2. Selama kehamilan

  3. Stres

Sedangkan keputihan yang tidak normal atau patologis biasanya dikarenakan:

  1. Infeksi karena bakteri, jamur, kuman, dll

  2. Ulkus vagina

  3. Kanker

  4. Endometriosis

  5. Kista, dll.

Jamur yang menimbulkan keputihan adalah candida albicans, ketika keputihannya biasanya encer dan berwarna putih, baunya agak apek dan disertai rasa gatal. Sedangkan, keputihan yang disebabkan oleh kuman atau bakteri, biasanya berbau busuk, kadang-kadang disertai nyeri di sekitar kemaluan dan nyeri pada saat buang air kecil. 

Keputihan ada dua kategari yang bersih dan yang kotor, keputihan yang bersih disebabkan olah rangsangan seksual, pubertas, orgasme. Keputihan yang kotor atau berbau disebabkan oleh banyaknya organisme hidup di dalam vagina untuk menghilangkannya ya bersihkan vagina caranya ganti CD sesering mungkin jika seletah buang air bersihkan pula dengan air bersih dan lap hingga kering pergunakan anti septik alami/buatan bisa daun sirih atau sabun.

Nah, bagaimana mengatasi keputihan tersebut? Anda bisa coba beberapa tips berikut ini sebagai cara untuk mengatasi keputihan:

  1. Memakai pembalut yang aman dan berkualitas, bukan dari bahan daur ulang (direkomendasikan pembalut Avail).

  2. Memakai obat homeopati.

  3. Melakukan pembersihan dengan rebusan daun sirih yang sudah didinginkan sebagai air cebok.

  4. Sering ganti CD kamu agar tidak lembab dan bakterie. Jaga pola makan dan hindari konsumsi buah ketimun, bangkuang, kangkung, pepaya dan pisang karena itu bisa menyebabkan keputihan kamu akan semakin banyak.

Kiat-kita Mengatasi Keputihan

Berikut adalah beberapa cara mengatasi keputihan yang dapat Anda ketahui:

  • Kunjungi dokter spesialis kandungan dan konsultasikan keluhan keputihan yang anda alami. Pastikan dokter tersebut mempunyai alat khusus yang dapat memeriksa kondisi anda secara keseluruhan. Dengan mengetahui penyebab pasti keputihan tersebut, tentunya sang dokter akan mempunyai cara mengatasi keputihan yang paling efektif.
  • Jagalah kebersihan organ intim anda dengan baik dengan mengganti pakaian dalam secara teratur minimal dua kali sehari. Apabila Anda merasa pakaian dalam yang anda kenakan sudah lembab atau kotor, Anda harus menggantinya dengan yang bersih sehingga bakteri, jamur atau virus di dalam pakaian dalam tersebut tidak menginfeksi vagina.
  • Membasuh vagina dengan pembersih khusus kewanitaan merupakan cara mengatasi keputihan yang juga cukup efektif, terutama untuk jenis keputihan yang belum begitu parah. Dengan membasuh vagina dengan anti septic akan menghalangi masuknya bakteri dan kuman ke dalam vagina yang merupakan penyebab utama keputihan.
  • Ketika sedang datang bulan, Anda harus rajin mengganti pembalut. Jangan gunakan pembalut hingga terlalu penuh karena hal itu akan memicu pertumbuhan bakteri yang dapat menginfeksi vagina. Rajin mengganti pembalut dapat menjadi cara mengatasi keputihan atau paling tidak menguranginya dengan efektif.
  • Ketika ditemukan penyakit keputihan dengan kondisi yang cukup parah, cara mengatasi keputihan tersebut tentunya akan semakin serius, seperti suntik sitostatika, penisilin, vaksinasi, tetrasiklin dan sebagainya.
  • Cara mengatasi keputihan juga dapat dilakukan dengan pembedahan. Pembedahan ini ditujukan untuk mengangkat sebagian kecil jaringan leher rahim yang terinfeksi bakteri, virus atau jamur penyebab keputihan.
  • Gunakan pengaman ketika anda berhubungan intim. Atau, apabila Anda sedang merencanakan kehamilan, bersihkan vagina dengan benar setelah bersenggama atau sebaiknya, anda mengonsultasikan kepada dokter kandungan tentang pembersih vagina apa yang dapat anda gunakan sebagai cara mengatasi keputihan agar anda tidak salah dalam memilih sehingga dapat merusak perencanaan kehamilan tersebut.
  • Mengonsumsi ramuan tradisional juga merupakan cara mengatasi keputihan yang cukup efektif seperti air rebusan daun sirih sebanyak satu gelas, dua sampai tiga kali seminggu.Demikian beberapa hal tentang keputihan dan cara mengatasi keputihan tersebut. Semoga bermanfaat.

Selamat mencoba!

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Kapan Datangnya Menstruasi Setelah Melahirkan?
  • Kesehatan Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya
  • Berbagai Problem Haid dan Solusinya
  • Cara Alami Memperpanjang dan Memperbesar Penis
  • Nyeri Haid – Nyeri Bulanan Para Wanita
  • Tahukah Anda Penyebab Telat Menstruasi?
  • Siklus Haid, Sebuah Pemahaman Ringkas
  • Manfaat Senam Kegel Pria
  • Pengertian Aborsi
  • Konsultasi dr Boyke: Kesehatan, Seks, dan Cinta
  • Cara Menaikkan Tinggi Badan
  • Menstruasi Saat Hamil Mungkinkah?
  • Mengenal Sistem Reproduksi Manusia
  • Mengenal Sistem Reproduksi Manusia
  • Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA