logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Wanita & Kecantikan    Kehamilan    Masa Subur Kehamilan

Menghitung Masa Subur Berdasarkan Siklus Menstruasi dan Lendir Serviks


Ilustrasi menghitung masa subur

Kehamilan adalah impian besar bagi semua wanita yang telah menikah. Kesiapan mental serta fisik benar-benar dibutuhkan ketika wanita tersebut memutuskan untuk hamil. Keinginan wanita untuk hamil tak jarang menimbulkan permasalahan tersendiri. Permasalahan yang sering terjadi adalah tidak semua wanita mendapatkan kehamilannya dengan cepat.

Beruntunglah wanita yang cepat diberi kepercayaan untuk mengandung. Menunggu beberapa bulan setelah menikah, lalu hamil. Namun, bagaimana dengan pasangan atau wanita yang telah menikah bertahun-tahun tetapi belum diberi keturunan? “Mengakali” kehamilan adalah jalan keluarnya. Salah satu teknik “mengakali” kehamilan yang bisa Anda lakukan tanpa bantuan tenaga medis adalah menghitung masa subur.

Menghitung Masa Subur - Masa Penting untuk Kehamilan

Tuhan menciptakan manusia secara berpasang-pasangan. Oleh karena itu, menikah menjadi salah satu perintah-Nya pada seluruh umat sekaligus sebagai salah satu bentuk ibadah. Pada kenyataannya, menikah bukan hal yang mudah. Manusia harus mempersiapkan mental serta fisik yang matang.

Kematangan mental dan fisik memang menjadi prioritas ketika sepasang umat Tuhan memutuskan untuk menikah. Kedua hal tersebut dibutuhkan dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. Memiliki keturunan pun menjadi alasan berikutnya mengapa Tuhan memerintahkan manusia untuk menikah. Namun, datangnya kehamilan pada wanita itu sendiri tidak bisa diprediksikan. Bersyukur bagi yang cepat dan bersabar bagi yang terhitung lambat.

Berbagai upaya mempercepat kehamilan pun dilakukan oleh pasangan yang belum juga dikaruniai keturunan. Upaya tersebut biasanya dilakukan dengan bantuan medis seperti program bayi tabung. Keberhasilan program bayi tabung memang mencapai angka cukup tinggi, tetapi biaya yang dikeluarkan juga sama-sama tinggi.

Selain program bayi tabung, program yang lebih sederhana bisa Anda lakukan. Jika Anda termasuk orang yang teliti, menghitung masa subur diri sendiri ternyata bisa membantu Anda untuk cepat hamil. Percaya atau tidak, kesuburan wanita bisa dilihat berdasarkan penanggalan.

Menghitung Masa Subur - Menstruasi dan Masa Subur

Menghitung masa subur erat kaitannya dengan siklus menstruasi pada wanita. Menstruasi adalah proses bulanan yang terjadi pada organ reproduksi wanita. Pada proses tersebut, dinding rahim wanita mengalami endometrium atau pelepasan dinding rahim yang disertai dengan pendarahan.

Di antara rentang usia remaja hingga wanita tersebut mengalami menopause, menstruasi adalah hal rutin yang datang setiap bulannya, kecuali saat wanita tersebut hamil. Lamanya menstruasi pada wanita tidak selalu sama. Menstruasi biasanya berlangsung antara lima hingga sepuluh hari.

Setiap bulannya, siklus haid atau menstruasi pada setiap wanita juga berbeda-beda. Siklus haid umumnya berada di antara rentang waktu 25 hari hingga 35 hari. Namun, tidak sedikit juga wanita yang memiliki siklus haid kurang atau bahkan lebih dari itu. Perbedaan siklus haid yang terjadi pada wanita disebabkan karena hormon yang juga berbeda.

Wanita memiliki dua ovarium yang masing-masing menyimpan sejumlah 200.000 hingga 400.000 ribu telur belum matang. Menstruasi termasuk dalam proses pematangan ovarium tersebut. Dalam waktu empatbelas hari sebelum menstruasi bulan serikutnya datang, sel telur tersebut dalam keadaan matang dan siap untuk dibuahi. Masa-masa itulah yang disebut dengan masa subur.

Anda bisa mulai menghitung masa subur ketika haid pada hari pertama. Jika siklus haid Anda 25 hari dan mendapatkan haid pada tanggal 1 serta menstruasi berlangsung selama tujuh hari, bisa dipastikan Anda akan mendapatkan haid berikutnya pada tanggal 3 bulan berikutnya (jika hitungan bulan sebanyak 30 hari). Maka, dua minggu atau empat belas hari sebelum tanggal 3 itulah masa subur Anda, yang berarti masa subur Anda berada di sekitar tanggal 19.

Menghitung Masa Subur - Menghitung dengan Metode

Menghitung masa subur bisa ditempuh melalui beberapa metode. Berikut ada dua metode yang bisa Anda gunakan untuk menghitung masa subur:

Menghitung Masa Subur Dengan Siklus Haid

Pantang Berkala atau lebih dikenal dengan sistem kalender merupakan salah satu cara/metode kontrasepsi sederhana yang dapat dikerjakan sendiri oleh pasangan suami istri dengan tidak melakukan sanggama pada masa subur. Metode ini efektif bila dilakukan secara baik dan benar. Dengan penggunaan sistem kalender setiap pasangan dimungkinkan dapat merencanakan setiap kehamilannya.

Sebelum menggunakan metode ini, tentunya pasangan suami istri harus mengetahui masa subur. Siklus masa subur pada tiap wanita tidak sama. Untuk itu perlu pengamatan minimal 6 kali siklus menstruasi. Berikut ini cara mengetahui dan menghitung masa subur :

Bila siklus haid teratur (28 hari) :

  • Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1.
  • Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid.

Contoh cara menghitung masa subur:

Seorang isteri mendapat haid mulai tanggal 9 Januari. Tanggal 9 Januari ini dihitung sebagai hari ke-1. Maka hari ke-12 jatuh pada tanggal 20 januari dan hari ke 16 jatuh pada tanggal 24 Januari. Jadi masa subur yaitu sejak tanggal 20 Januari hingga tanggal 24 Januari. Pada tanggal-tanggal tersebut suami isteri tidak boleh bersanggama. Jika ingin bersanggama harus memakai kondom atau sanggama terputus (bisa dilihat di artikel tentang sanggama terputus).

Bila siklus haid tidak teratur :

  • Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan (6 siklus). Satu siklus haid dihitung mulai dari hari pertama haid saat ini hingga hari pertama haid berikutnya.
  • Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumus menghitung masa subur:

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek - 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang - 11

Contoh cara menghitung masa subur:

Seorang isteri mendapat haid dengan keadaan : siklus terpendek 26 hari dan siklus terpanjang 32 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya)

Perhitungannya : 26-18 = 8 dan 32–11 = 21. jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-8 sampai ke 21 dari hari pertama haid. Pada masa ini suami isteri tidak boleh bersanggama. Jila ingin bersanggama harus memakai kondom atau sanggama terputus.
Kontrasepsi dengan menggunakan sistem kalender dapat menghindari risiko kesehatan yang berhubungan dengan kontrasepsi. Bagi keluarga yang kesulitan untuk mendapatkan alat kontrasepsi sangat cocok untuk menggunakan metode kontrasepsi ini selain tidak memerlukan biaya juga tidak perlu mencari tempat pelayanan kontrasepsi.

Menggunakan sistem kalender perlu kerjasama yang baik antara suami istri karena metode ini perlu kemauan dan disiplin pasangan dalam menjalankannya. Masa berpantang yang cukup lama akan mengakibatkan pasangan tidak bisa menanti sehingga melakukan hubungan pada waktu masih berpantang. Tapi bukan masalah bila saja pasangan membiasakan menggunakan kondom pada saat subur.

Menghitung Masa Subur dari Perubahan Sekresi Lendir Leher Rahim

Menghitung masa subur juga bisa diketahui lewat pemeriksaan getah lendir (mukus) mulut rahim (serviks). Ini pun dapat kita lakukan sendiri. Caranya, lendir dari mulut rahim diperiksa setiap hari. Hormon Estrogen mencapai puncaknya pada saat ovulasi biasanya lendir rahim jadi agak encer dan bila diraba dengan jari telunjuk atau ibu jari, lalu rekatkan lendir tersebut seperti membentuk benang dengan jarak 2 – 3 cm, jika lendir tersebut terputus tandanya tidak subur, dan apabila lendir tersebut tidak terputus maka ada dalam masa subur, tingkat keberhasilan dengan cara ini hanya sekitar 60% – 70%.

Lendir rahim berwarna bening, mungkin elastis, mudah pecah, lembut, licin seperti putih telur yang mentah. Elastisitas ini dikenal sebagai efek Spin yang menunjukkan lendir subur. Untuk lebih yakin lendir yang keluar dari mulut rahim dapat diperiksa oleh ahli pada objek gelas dibawah mikroskop, apabila lendir yang terjadi pada masa subur akan terlihat seperti daun pakis. Ada yang perlu diingat selama pemeriksaan lendir serviks, yaitu:

  • Jumlah dan kualitas lendir bervariasi pada perempuan satu dengan lainnya, termasuk dengan siklus itu sendiri.
  • Setiap perubahan sensasi, jumlah lendir juga harus diperhatikan.
  • Jika sulit untuk mendeteksi lendir dari luar, bisa diketahui setelah berolahraga atau setelah buang air besar.
  • Kegel berupa gerakan mengerutkan otot pinggul bagian bawah seperti sedang menahan kencing, terkadang dapat membantu pengeluaran lendir.

Menghitung Masa Subur dengan Metode Ukur Suhu Tubuh

Suhu tubuh normal basanya 35,5 – 36 derajat Celsius. Pada waktu ovulasi turun dulu dan naik kembali mencapai 37 – 38 derajat Celcius dan tidak akan kembali ke suhu normal 35 derajat. Kenaikan suhu tubuh terjadi apabila sudah terbentuknya Progesteron yang bertugas menyiapkan jaringan dalam rahim untuk menerima sel telur yang telah di buahi.

Caranya lakukan pengukuran suhu tubuh pada pagi hari setelah bangun tidur sebelum melakukan aktivitas apapun, kemudian masukkan termometer ke dalam dubur atau mulut vagina selama 5 – 6 menit. Tutup kembali mulut vagina selama pengukuran berlangsung, lakuakn hal ini setip hari pada jam yang selama 3 bulan. Jangan lupa untuk mencatat setiap hasil pengukuran sampai membentuk kurva.

Menghitung masa subur dengan metode ini ada syaratnya. Syaratnya selama menentukan masa subur dengan mengukur suhu selama 3 bulan, suhu tubuh tidak boleh dalam kondisi demam, jangan tidur dibawah lampu yang panas, dan jangan tidur dengan menggunakan AC dalam suhu yang sangat tinggi.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • 5 Cara Cepat Hamil Secara Alami
  • Mengenal Masa Subur Perempuan
  • Belajar Menghitung Masa Subur
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA