logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Cacar

Cara Ampuh Mengobati Cacar Air


Pernahkah Anda menderita cacar air? Bagaimana cara mengobati cacar air yang diderita Anda? Pertanyaan tersebut jelas bukan hal yang aneh di masyarakat. Ini dikarenakan penyakit cacar air merupakan suatu penyakit yang tentunya pernah dialami oleh semua orang. Bahkan, ada jargon tentang penyakit cacar yang berbunyi, “jika tidak mengalami cacar saat bayi hingga remaja, maka kemungkinan akan mengalaminya saat menjelang dewasa hingga tua”.

Nah, agar pemahaman Anda mengenai penyakit cacar dan cara mengobatinya, berikut ini merupakan ulasan khusus yang membahas cara kerja penyakit cacar air dan  cara mengobati penyakit cacar. Anda penasaran, bukan? Silakan simak pembahasan berikut dengan saksama.

Cara mengobati cacar air harus banyak diketahui oleh mayoritas masyarakat mengingat penyakit ini menyerang hampir setiap manusia sekali dalam seumur hidup. Penyakit ini menjadi pemicu timbulnya demam, merasakan kenyerian dan rasa ngilu pada otot dan tulang sendi, sakit kepala, dan yang parah menyebabkan bintik-bintik merah dihampir seluruh permukaan kulit.

Penyakit yang disebabkan oleh virus varisela zoster ini merupakan salah satu penyakit yang penularannya sangat cepat. Cacar air atau Chiken Pox ini dikalangan medis dikenal dengan sebutan Herpes.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja terutama bagi mereka yang masih berusia 15 tahun ke bawah. Dimana yang paling sering terserang yakni anak-anak yang usianya berkisar antara 5-9 tahun. Pada rentang usia tersebut, daya tahan tubuh masih tergolong lemah, jadi, kemungkinan untuk terkena penyakit cacar air sangatlah besar.

Penyakit ini sebenarnya merupakan penyakit kulit biasa yang disertai dengan munculnya bintik-bintik gelembung air yang muncul dipermukaan kulit. Bintik-bintik ini akan terasa sangat gatal, terlebih ketika tubuh dalam kondisi berkeringat. Jika penderita mampu manahan gatal dengan tidak menggaruk bintik cacarnya, maka lenting cacar tersebut akan cepat mongering membentuk krusta yang akan terlepas dengan sendirinya sehingga tidak menimbulkan bekas.

Namun, jika bintik cacar ini tergaruk dan pecah, krusta akan terbentuk semakin dalam dan sulit kering. Kondisi seperti ini jelas mengundang beragam bakjteri yang masuk ke dalam bekas garukan tadi. Tak hanya itu, sekalipun nantinya mengering, bekas cacar yang terkena garukan tadi akan meninggalkan bekas yang cukup dalam, terlebih jika si penderita sudah berusia remaja atau dewasa.

Selain timbul bintik-bintik berisi air yang sangat gatal, beberapa gejala awal lain yang mungkin dirasakan oleh penderita cacar air, di antaranya sebagai berikut.

  • Kondisi badan terasa lemah, tidak fit, dan mudah sekali merasa capek.
  • Mulai merasakan flu ringan yang disertai dengan demam.
  • Mulai merasakan ngilu dan nyeri di pergelangan sendi; gejala ini tidak dirasakan oleh semua penderita, ada pula penderita cacar yang tidak merasakan gejala ini.
  • Pada anak yang usianya di atas 10 tahun, gejala awal cacar yang dirasakan di antaranya sakit kepala, demam yang tidak terlalu parah, serta munculnya perasaan tidak enak badan; gejala tersebut biasanya tidak dirasakan oleh usia yang lebih muda, namun terasa lebih berat jika yang mengalaminya usia dewasa.
  • Sehari setelah dirasakannya gejala awal, biasanya penderita akan dikejutkan dengan munculnya bintik merah datar yang lama kelamaan semakin menonjol dan berisi cairan di permukaan kulit. Proses terbentuknya bintik yang menonjol dari yang asalnya datar sekitar 6-8 jam.
  • Setelah kemunculan bintik pertama, biasanya akan diikuti oleh kemunculan bintik lainnya. Bagian tubuh yang pertama kali menjadi tempat munculnya bintik baru ini biasanya di sekitaran dada penderita.
  • Setelah bintik berisi air tersebut muncul di seluruh permukaan kulit, biasanya masa inkubasi untuk penyakit cacar air ini adalah 2 sampai 3 minggu, bergantung kepada daya tahan tubuh si penderita cacar. Semakin kuat daya tahan tubuhnya, maka proses pengeringan bintik berisi cairan tersebut akan semakin cepat, begitu pula sebaliknya.

Cara Kerja Virus Cacar Air

Pasca masuk melalui saluran pernafasan paling atas, virus ini akan “berkunjung” ke saluran limfe, berkembang dan memperbanyak diri disitu. Beberapa hari kemudian, virus ini akan menuju ke hati, limfe, serta bagian tubuh yang lainnya.
Seminggu kemudian, fase virus semakin menyebar ke area tubuh lainnya pun terjadi melalui saluran darah termasuk masuk ke kulit sehingga menyebabkan timbulnya benjolan-benjolan yang berisi cairan. Virus ini juga masuk kembali ke bagian pernafasan, dan pada tahapan inilah hal virus akan menular kepada orang lain.

Faktanya, kebanyakan orang yang sudah merasakan cacar air biasanya tak pernah lagi terserang di kemudian hari. Mengapa? Virus ini ternyata bisa menimbulkan kekebalan tubuh bagi si penderita sendiri sehingga virus jenis ini tak akan mampu menyerang seseorang untuk yang kedua kalinya. Meski demikian, ternyata tak semua orang langsung memiliki imunitas untuk mencegah kembalinya sang virus. Ada beberapa orang yang kondisi tubuhnya tidak memungkinkan virus hilang sama sekali.

Dimana virus tersebut tetap ada dalam tubuh dan malah “bersemedi” di saraf yang letaknya dekat dengan sum-sum tulang belakang. Suatu ketika virus tersebut sangat mungkin bisa aktif kembali dan menyerang orang tersebut untuk yang kedua kalinya atau lebih. Makanya, cara mengobati cacar air harus dipahami supaya tidak terulang terserang virus cacar air.

Gejala awal cacar air umumnya diawali dengan bintik-bintik atau benjolan berwarna merah di dalam tubuh dalam jumlah yang relatif banyak (hampir menyelimuti tubuh). Beberapa hari setelahnya, benjolan akan berisi cairan bening dan itu menandakan bahwa benjolan akan kempes dengan sendirinya. Jika sudah demikian, pasca kempesnya benjolan itu di kulit akan terbentuk kerak jaringan (krusta).

Cara Mengobati Cacar Air

Namanya penyakit, tentu saja memiliki cara pengobatannya sendiri-sendiri, tak terkecuali penyakit cacar air. Berikut ini adalah beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan pada penyakit cacar air.

  • Segera periksakan penderita cacar ke dokter guna mendapatkan penanganan medis yang berkualitas. Selain itu, dengan dibawa ke dokter, biasanya penderita akan diberikan beberapa obat, seperti obat untuk menurunkan panas dan demam, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan lainnya.
  • Usahakan agar penderita cacar melakukan mandi secara teratur setiap pagi dan sore. Ketika mandi, gunakan antiseptik yang diberikan dokter.
  • Usahakan agar bintik-bintik merah yang berisi cairan tidak tergaruk, apalagi sampai pecah. Bintik yang pecah biasanya membutuhkan waktu pengeringan yang lebih lama dan setelah sembuh pun biasanya akan menimbulkan bekas.
  • Hindari pemakaian bedak tabur ketika bintik cairan sudah pecah. Pemberian bedak ini justru akan menambah luas permukaan penyebaran cairan dari cacar yang berisi virus.
  • Untuk menghindari rasa gatal dan mencegah penggarukan, usahakan agar tubuh atau kulit selalu mendapatkan kompres yang dingin atau lotion lain yang mengandung fenol atau mentol.

Nah, demikian pembahasan seputar penyakit cacar air dan cara mengobati cacar air. Mudah-mudahan artikel ini bisa membantu Anda dan keluarga ketika menghadapi serangan cacar air.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tips Menghilangkan Bopeng Bekas Cacar
  • Mengenali Penyebab Cacar Air
  • Penyakit Herpes Zooster (Cacar), Pencegahan Dan Pengobatannya
  • Jenis dan Penyebab Penyakit Cacar
  • Menyikapi bekas cacar
  • Tips Mengobati Cacar
  • Cara Menghilangkan Bekas Cacar di Tubuh
  • Mengenal Penyakit Campak - Bukan Hanya Milik Negara Miskin
  • Sakit Cacar Air Pada Anak dan Dewasa
  • Waspadai Gejala Sakit Cacar Air
  • Pencegah Penyakit Cacar dan Penanggulangannya
  • Mengenal Penyakit Cacar Air
  • Tips Menghilangkan Bekas Cacar di Wajah
  • Sulitkah menghilangkan bekas cacar air ?
  • Cara Menghilangkan Bekas Cacar Secara Alami
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA