Anjuran Menjadi Kaya dalam Islam
Ilustrasi menjadi kaya dalam islam
Menjadi kaya adalah impian semua orang. hampir semua makhluk hidup yang normal menginginkan hidup menjadi orang kaya. Sehingga memunculkan perlombaan antar manusia untuk bisa sukses. Menjadi kaya dalam Islam bukanlah dosa, malah dianjurkan, tapi tentu saja dengan cara-cara yang halal. Kemiskinan hanya mendekatkan diri kepada kekufuran.
Untuk menjadi kaya, tentu saja ada aturan main yang baik dan halal. Allah menyukai orang-orang yang senantiasa berada di jalan yang lurus. Mencari kekayaan ataupun rezeki sesuai dengan tuntutan Al-Quran sesuai dengan Firman Allah yang mengatakan bahwa manusia harus bertebaran di muka bumi untuk mencari rezekinya.
Ada juga ayat lain yang menerangkan bahwa manusia harus selalu berusaha dan tidak pantang menyerah untuk mencari kehidupan yang lebih baik karena kemiskinan sangat dekat dengan kekufuran.
Menjadi Kaya Dalam Islam
Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Di dalamnya pun ada ajaran untuk bekerja dengan baik di dunia, dan mengimbanginya dengan beribadah untuk akhirat. Oleh sebab itu, Islam pun mengajarkan cara yang baik untuk menjadi kaya, di antaranya dengan cara berikut.
1. Menjaga Tali Silahturahmi
Tahukah Anda bahwa tali silahturahmi itu akan mengundang rezeki. Berapa banyak di dunia ini orang-orang sukses karena menjalin banyak link dengan berbagai macam orang. Orang-orang yang dapat menjaga tali silahturahmi akan dibukakan rezekinya.
Kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Oleh sebab itu, dibutuhkan silahturahmi untuk saling menjaga dan saling berkomunikasi. Biasanya orang yang kaya akan memiliki jalur link yang banyak, dan itu hanya bisa didapatkan dengan menyambung jalinan tali silaturahmi.
2. Menabung
Tahukah Anda bahwa hidup berhemat akan membawa Anda ke arah kesuksesan. Menghemat bisa dilakukan dengan menabung hasil keringat sedikit demi sedikit. Islam sangat tidak suka dengan manusia yang berfoya-foya dan boros, tetapi lebih mengedepankan hidup sederhana.
Arti sederhana bukan berarti miskin, namun hidup apa adanya dengan memikirkan kehidupan ke depannya kelak. Kita tidak bisa berfoya-foya bila diujung nanti akan kesulitan dan dililit utang. Namun berhemat jangan juga disamakan dengan bersikap pelit, karena dua hal tersebut tentu saja berbeda. Islam menyukai orang yang bersikap hemat dan tidak berfoya-foya, namun Islam membenci orang yang kikir dan pelit.
3. Berinfak dan Membayar Zakat
Islam mengajarkan infak dan zakat di dalam hidup, karena di dalam harta yang kita dapatkan ada hak orang lain. Dengan mengeluarkan hak orang lain, kita akan terbiasa untuk memberi, sehingga hati kita tidak menjadi sempit. Di dalam hati kita tercipta kelapangan. Masalah sebesar apa pun dengan kelapangan hati semua bisa diatasi.
Allah sudah menjanjikan bila kita rajin berinfak dan membayar zakat, maka rezeki kita pun akan dimudahkan, dan janji Allah itu pasti. Jadi, jangan takut berinfak atau membayar zakat. Tidak ada ceritanya orang yang sering berinfak dan membayar zakat jadi jatuh miskin.
Itulah sekelumit cara Islam agar kita menjadi kaya. Kaya di sini bukan hanya terbatas pada harta, namun cakupannya bisa luas sampai ketenangan jiwa dan kelapangan hati. Jadi, kayalah Anda dalam harta dan dalam kelapangan hati.
Membangun Kekayaan Dengan Bisnis Islami
Seseorang dapat dikatakan telah mencapai kemapanan apabila telah berhasil menciptakan bisnis yang berjalan sukses. Dengan memiliki bisnis yang mapan, maka seseorang memungkinkan mendapatkan penghasilan pasif setiap bulannya tanpa turun langsung di tempat kerja. Sebuah usaha harus didukung dengan pola pengaturan keuangan dan operasional setiap harinya, ini ditujukan agar sang pemilik bisnis atau inverstor tidak bersusah-susah di tempat usahannya tersebut.
Pasive income hanya dapat diperoleh bila kita mempunyai bisnis atau dengan kata lain kita menjadi seorang inverstor. Jalan menuju ke level invertor setiap orang berbeda-beda. Ada yang memang dilahirkan dari keluarga pengusaha, sehingga mulai kecil dia disiapkan menjadi pengusaha yang handal. Tetapi tidak sedikit para investor yang ternama adalah mereka yang memulai bisnis dari yang kecil atau berangkat dari keluarga menengah ke bawah. Jadi kekayaan dapat diraih siapa saja yang giat berdoa dan bekerja keras.
Dalam sejarah Islam generasi pertama yakni para sahabat yang dipimpin oleh Nabi Saw. Dari para sahabat Nabi tersebut kita kenal beberapa yang merupakan pengusaha kaya raya. Sebut saja Utsman bin Affan yang dikenal sebagai saudagar kaya di masa Nabi dan masa setelahnya, Beliau mampu membiayai anggaran perang sebanyak 1/3 dari dana yang dikumpulkan kaum muslimin tatkala itu. Sungguh kekayaan beliau dimanfaatkan di jalan yang benar yakni berinfak di perjuangan Islam.
Selain dari Utsman bin Affan, kita juga mengenal sahabat Nabi yang bernama Abdurrahman bin Auf. Beliau adalah pengusaha sukses sejak di periode Mekah. Sampai pada saat beliau hijrah, beliau meninggalkan semua kekayaannya di kota Mekah karena dipaksa oleh kafir Quraisy. Namun beliau tidak berkecil hati di kota Madinah dengan hanya memiliki beberapa dirham saja, dengan kelihaian dan kerja keras beliau di pasar. Maka beberapa tahun setelah hijrah beliau hijrah, Abdurrahman bin Auf menjadi orang terkaya di Madinah.
Kenapa para sahabat yang takwa tersebut sangat mudah dalam memperleh kekayaan atau rizki dari Allah? Jawabnya adalah karena ketaatan mereka kepada Allah yang tidak terbatas pada masalah ritual saja, namun juga pada bisnis atau jual beli yang mereka jalankan. Kuci sukses berbisnis dalam Islam adalah menjalankan bisnis sesuai syariah Islam.
Kiat-kiat Berbisnis Islami
Membangun bisnis sesuai dengan syariah harus memperhatikan masalah fikih yang mengatur hal tersebut. Sehingga ada rambu-rambu bisnis yang harus diperhatikan oleh seorang muslim yang berniat ingin menjadi pengusaha. Berikut ini beberapa kiat jitu untuk menjadi pengusaha muslim sejati antara lain:
1. Bulatkan tekad untuk berbisnis Islami
Zaman yang serba instan saat ini menghadirkan berbagai polemik yang harus dihindari bagi pengusaha muslim. Salah satunya adalah pinjaman bank yang mengandung riba. Riba di dalam Islam sangat dilarang dan termasuk dalam kategori haram, oleh karena itu seorang muslim harus menghindari riba sejak awal dia membangun bisnis. Walaupun modal adalah keterbatasan bagi sebagian besar pengusaha, namun hal tersebut tidak dapat dijadikan dalih untuk membolehkan kita menggunakan uang riba.
Betapa banyak para pengusaha yang memiliki bisnis yang telah besar namun mereka masih hidup dalam bayang-bayang tagihan dari bank atau rentenir. Memang memakai uang riba adalah sesuatu yang menggiurkan, lihat saja iklan atau spanduk yang dipasang untuk menarik mangsanya. Misalnya, “Dapatkan Modal Usaha Cukup Dengan KK, BPKB dan KTP”. Ya, hanya dengan modal 3 surat tersebut kita sudah dapat meminjam uang untuk modal usaha dari bank atau lembaga keuangan konvensional.
Namun yang haru dipikirkan serius adalah riba dari bank tidak sejalan dengan naik turunnya pendapatan dari sebuah usaha. Bila usaha sedang dalam keadaan untung, maka kita dapat saja membayarnya dengan mudah. Tetapi bila nantinya bisnis kita tiba-tiba sepi, maka darimana kita mendapatkan uang untuk membayar cicilan riba tersebut. Maka rumah kesayangan keluarga akan melayang. Jadi langkah awal untuk berbisnis secara bersyariah adalah menghindari uang riba.
2. Menyederhanakan biaya hidup
Anda mungkin kena dengan istilah OKB, ya OKB singkatan dari orang kaya baru. Maksudnya orang yang baru membangun bisnis dengan sukses. Pendapatan naik berlipat-lipat dari pendapatannya sebelumnya. Sehingga banyak OKB yang mengeluarkan banyak uang untuk memperlihatkan bahwa dirinya adalah orang sukses. Mobil mewah dibelinya dengan harga selangit, membeli rumah mewah, ataupun pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu lainnya.
Apa yang terjadi setelahnya? Maka biaya hidup OKB meningkat draktis seiring dengan hasil usahanya. Bahkan yang parah adalah gaya hidupnya melebihi penghasilan bisnisnya setiap bulannya. Maka gaya hidup mewahnyalah yang menggerogoti bisnisnya tersebut, beberapa tahun kemudian bisnisnya hancur dan dia harus memulai dari awal lagi. Islam mengajarkan kepada kita hidup yang sederhana namun tidak serta merta meninggalkan kenikmatan dunia. Belilah barang atau jasa seperlunya sebelum kita menjadi investor sebenarnya.
Menjadi kaya dalam Islam merupakan jalan yang menentramkan hati. Selain bisnis akan terbangun dengan sehat, jiwa akan selamat. Selamat berbisnis syariah!

