logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Artikel Umum Islam    Menjaga Pandangan Dalam Islam

Menjaga Pandangan dalam Islam

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Menjaga pandangan dalam Islam itu wajib hukumnya. Karena menjaga pandangan dalam Islam itu wajib hukumnya, seorang yang mengaku beriman harus melaksanakannya secara istiqamah sesuai kemampuan dirinya. Ketika hal ini mampu dijalankannya, beragam konsekuensi positif pun akan ia dapatkan. Apa saja konsekuensi positif dari menjaga pandangan dalam Islam?

Manfaat Menjaga Pandangan dalam Islam

Berkaitan dengan menjaga pandangan dalam Islam, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah (691-751 H), seorang ulama besar Islam Abad Pertengahan, mengatakan, “Menjaga pandangan mata, menjamin kebahagiaan seorang hamba di dunia dan di akhirat. Memelihara atau menjaga pandangan dalam Islam, memberi nuansa kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya. Menahan pandangan mata, bisa menguatkan hati dan membuat orang lebih bahagia. Menjaga pandangan dalam Islam sungguh akan menutup pintu masuk setan ke dalam hati!”

Lewat kata-katanya ini, Ibnul Qayyim menyampaikan sebuah pesan tersurat bahwa mata adalah cermin hati. Kebersihan dan kesucian hati seorang hamba sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mengendalikan dan menjaga pandangan matanya.

Jika seseorang mampu menjaga pandangan dalam Islam, niscaya dia akan lebih kuat menahan syahwat dan keinginan nafsunya, lebih nikmat dalam ibadah, lebih mampu menangkap cahaya kebenaran dan mempelajari ilmu, dan lebih mampu konsisten dalam keimanannya. Namun sebaliknya, jika seseorang senang mengumbar pandangannya, dia pun akan sangat mudah mengumbar nafsu syahwatnya.

Ketika sudah gemar bermaksiat, baik itu maksiat kepada Allah dengan tidak menunaikan haknya maupun sampai maksiat kepada sesama dengan merampas haknya, kenikmatan ibadah akan hilang sirna, hatinya tidak lagi peka terhadap cahaya kebenaran, sehingga ketenangan hati perlahan akan lenyap berganti kegelisahan, dan kebahagiaan hidup yang hakiki pun akan sulit didapatkan.

Merajalelalanya perzinahan dan perselingkuhan, seks bebas, ataupun aborsi, sejatinya berawal dari tidak terjaganya pandangan seorang terhadap lawan jenisnya. Bukankah kebakaran besar sering kali berawal dari sepercik api yang dibiarkan membesar?

Dalam pandangan neurosains, pandangan mata yang tidak terjaga bisa membajak fungsi-fungsi lain yang dikelola dan dikendalikan otak, semacam fungsi berpikir atau logika, fungsi penciuman, sentuhan, hingga gerakan. Dilihat dari posisi, mata terletak di bagian paling depan dari wajah. Akan tetapi bagian otak yang mengendalikan fungsi penglihatan dan pengolahan data-data visual di dalam otak, yaitu lobus oksipitalis, terletak paling belakang.

Itulah mengapa, jalur saraf yang menghubungkan mata dengan lobus oksipitalis menjalin jalur paling panjang yang melewati jalur-jalur lainnya. Itulah mengapa, menurut ahli neurosains, efek yang ditimbulkan pandangan mata memiliki pengaruh sangat besar yang bisa mengalahkan fungsi-fungsi lain. Logika saja bisa kalah dengan pandangan mata, apalagi kalau pandangan tersebut terus menerus diulang.

Sebagai contoh, fungsi berpikir yang ada di lobus frontalis mengatakan kalau berselingkuh dengan teman sekantor itu tidak terlarang menurut agama dan bisa menghancurkan keluarga. Namun, logika ini bisa jebol apabila kita banyak memandangi dan berinteraksi dengan yang bersangkutan. Keinginan untuk berselingkuh dengannya akan mengalahkan prinsip-prinsip moral yang ada di otak rasional.

Itulah mengapa, menilik akibatnya yang sangat besar, baik yang positif maupun yang negatif. Rasulullah saw sangat menganjurkan manusia untuk menjaga pandangan. “Pandangan mata itu (laksana) anak panah beracun dari berbagai macam anak panah Iblis. Barang siapa menahan pandangannya dari keindahan-keindahan wanita, maka Allah mewariskan kelezatan di dalam hatinya, yang akan dia dapatkan hingga hari ia bertemu dengan Tuhannya.” (HR Ahmad).

Beliau pernah memerintahkan seorang sahabat untuk memalingkan pandangannya ketika yang bersangkutan dengan tidak sengaja melihat wanita bukan mahramnya. “Janganlah engkau susuli pandangan dengan pandangan lagi, karena yang pertama menjadi bagianmu dan yang kedua bukan lagi menjadi bagianmu.” (HR Ahmad, Tirmidzi dan Abu Daud)

Perintah menjaga pandangan dalam Islam dan menundukkan pandangan dengan sangat jelas terungkap pula dalam Al-Quran. Allah Swt berfirman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah (pula) kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya …” (QS An-Nûr, 24: 30-31).

Di dalam ayat ini, Allah Swt memerintahkan menjaga pandangan sebelum perintah memelihara kemaluan. Apa artinya? Menjaga pandangan dalam Islam merupakan tahap pertama dalam menjaga kemaluan sehingga celah beragam kemaksiatan lain yang lebih besar otomatis akan tertutup.

Menjaga Pandangan dalam Islam - Tips Menjaga Pandangan

Menjaga pandangan dalam Islam memang bagi sebagian orang sangat sulit dilaksanakan, terutama bagi mereka-mereka yang lemah imannya. Namun, dengan niat yang kuat, kita pasti mampu menjaga pandangan dalam Islam atau sesuai yang diperintahkan oleh Allah Swt. Berikut tips-tips agar kita mampu menjaga pandangan sesuai ajaran Islam atau menjaga pandangan dalam Islam.

  • Tips pertama menjaga pandangan dalam Islam adalah selalu mengingat bahwa Allah Swt., selalu mengawasi dan mengetahui segala perbuatan kita. Kita sebagai manusia sepantasnya malu kepada Allah ketika melakukan maksiat dengan mengumbar pandangan. Ingatlah, di mana saja kita berada, Allah pasti selalu mengawasi. Ketika kita di kamar sendiri, ketika di hadapan komputer, ketika sedang membuka internet, ketika sedang melihat gambar-gambar di majalah, dan lain-lain, pasti Allah akan mengatahui apa yang kita lihat. 
  • Tips kedua menjaga pandangan dalam Islam adalah dengan mengingat bahwa mata kita akan menjadi saksi di hari kiamat atas semua perbuatan yang pernah dilakukan. Jangan sampai mata dijadikan sebagai saksi bahwa kita pernah memandang atau melihat hal yang dilarang atau haram. Tapi, jadikanlah mata sebagai saksi bahwa kita selalu menundukkan pandangan karena Allah. Inilah tips kedua menjaga pandangan dalam Islam.
  • Tips ketiga agar kita mampu melaksanakan perintah menjaga pandangan dalam Islam adalah selalu ingat bahwa malaikat akan selalu mengawasi serta mencatat semua perbuatan yang telah dilakukan. Janganlah sampai terjadi malaikat mencatat bahwa kita pernah dan telah memandang wanita yang tidak halal untuk dilihat. Timbulkanlah rasa malu kepada malaikat dan lebih malu lagi kepada Allah Swt. 
  • Tips keempat menjaga pandangan dalam Islam adalah dengan mengingat bahwa bumi tempat kita tinggal ini akan menjadi saksi ketika seseorang mengumbar pandangan atau memandang yang tidak halal untuk dipandang. 
  • Tips kelima menjaga pandangan dalam Islam adalah ingatlah selalu akan manfaat-manfaat menjaga pandangan dalam Islam. Mujahid pernah berkata, “Menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah menimbulkan kecintaan kepada Allah”. Jadi, yakinlah selalu pada diri sendiri bahwa Allah akan menambah cahaya iman dan kita akan semakin merasakan kenikmatan beribadah kepada-Nya dengan menahan pandangan. Sholat yang dilakukan pun akan terasa lebih sempurna. 
  • Tips keenam agar mampu melaksanakan perintah menjaga pandangan dalam Islam adalah dengan mengingat sebuah nasihat yang begitu dari seorang ulama terkenal, Ibnul Qayyim. “Allah Subhanahu wa ta’ala sudah menjadikan mata itu sebagai cerminan hati. Jika seorang hamba sudah mampu meredam pandangan matanya, berarti hatinya sudah mampu meredam gejolak syahwat dan ambisinya. Jika matanya jelalatan, hatinya pun akan liar mengumbar syahwat….”

Itulah beberapa tips menjaga pandangan dalam Islam. Semoga bermanfaat!

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Menggali Arti Akhlak dalam Islam
  • Akhlak yang Baik: Orang yang Paling Baik Akhlaknya
  • Sang Ahli, Konsultasi Agama Islam Yang Tepat
  • Beragam Peninggalan Agama Islam di Nusantara
  • Indahnya Puisi Dakwah
  • Murtad - Bukan Pilihan dalam Islam
  • Sejak Kapan Anda Menyadari Makna Syahadat?
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA