Tips Jitu Menulis di Jurnal Kampus
Ilustrasi menulis jurnal
Dunia tulis menulis sementara ini masih dapat dijadikan sebagai tolak ukur kapasitas seseorang, sehingga siapa pun berlomba-lomba untuk mengirim tulisannya ke berbagai media, salah satunya adalah Menulis Jurnal kampus.
Jurnal Kampus saat ini sering menjadi ajang kompetisi bagi para akademisi dan aktivis untuk unjuk kekuatan dalam dunia tulis menulis bahkan menjadi ajang untuk menyebarkan ide dan gagasannya.
Setiap kampus memiliki jurnal kampus yang dikelola oleh tim jurnal. Karena jurnal kampus ini dikelola oleh para tim akademisi, maka muatannya pun harus sarat akan data, empirik, objektif dan rasional.
Oleh sebab itu, tingkat kesulitan menulis jurnal kampus jauh lebih tinggi dari pada menulis buku diary. Walau demikian, karena jurnal kampus ini menjadi corong suara yang mewakili gagasan kampus, maka semua akademisi dan tak jarang aktivis pun ikut berlomba-lomba untuk berkontribusi untuk mengisi kolom jurnal kampus
Menulis Jurnal Kampus
Sebenarnya menulis jurnal kampus tidaklah sesulit yang dibayangkan. Sebab semuanya ada caranya. Berikut ini adalah beberapa cara yang biasa dilakukan untuk membuat tulisan di jurnal kampus
- Lihatlah momennya, momen tersebut biasanya terkait dengan hari besar nasional dan hari besar keagamaan. Sesuaikan tulisan yang akan dikirim ke jurnal kampus dengan momen yang sedang terjadi saat itu. Menulis jurnal kampus yang disesuaikan momentum, membuat tulisan anda selalu baru.
- Saat menulis jurnal, jangan lupa tambahkan di dalamnya beberapa data penunjang sehingga tulisan yang akan dikirim ke jurnal kampus tersebut memang didukung oleh fakta yang ada.
- Data yang dimasukkan ke dalam tulisan yang akan dikirim ke jurnal kampus harus dicantumkan sumbernya, sebab menulis jurnal kampus semuanya harus dapat dilacak referensinya. Jika tidak tercantum, maka sumber data tersebut akan sulit sekali dilacak.
Faktor Internal Menjadi Penulis di Jurnal Kampus
Ada juga cara lain yang tidak kalah pentingnya yang biasa dilakukan oleh banyak penulis untuk membuat tulisan jurnal tersebut menembus layak dimuat di jurnal kampus, bahkan sering menjadi penentu apakah tulisan tersebut dimuat di jurnal kampus atau tidak.
Cara tersebut dinamakan sebagai cara di belakang layar. Cara di belakang layar tersebut biasa dilakukan penulis dengan cara sebagai berikut:
- Membangun hubungan baik dengan tim redaksi jurnal kampus, hubungan baik ini dapat dilakukan penulis dengan pendekatan personal. Pendekatan personal ini memungkinkan seorang penulis memperoleh informasi apa pun terkait dengan jurnal kampus.
Tentu saja hal ini sangat membantu penulis untuk menulis jurnal yang pas di jurnal kampus. - Membuat akses yang baik dengan kepala bagian perpustakaan, hubungan baik yang dilakukan penulis jurnal dengan kepala bagian perpustakaan dapat mempermudah penulis jurnal untuk mendapatkan referensi yang dibutuhkan untuk menulis jurnal.
Tentu bila dibayangkan betapa repotnya seorang penulis yang punya masalah dengan kepala bagian perpustakaan, segala hal yang terkait dengan buku pasti si penulis akan banyak mendapat kesulitan.
Tentu saja, semua itu menjadi tidak berarti jika penulis tidak tekun mengasah keahliannya dalam menulis jurnal, sebab ketekunan adalah kunci utama dalam segala hal termasuk dalam menulis jurnal. Selain itu penulis wajib banyak membaca buku apa pun, sebab dengan membaca, kualitas tulisan yang akan dikirim ke jurnal kampus pastinya semakin berbobot kualitasnya.
Jurnal Kampus: Jurnal Penelitian
Sejatinya, jurnal kampus adalah jurnal penelitian. Lalu apa yang dimaksud dengan jurnal penelitian? Jurnal penelitian adalah buku yang berisi karya ilmiah terdiri dari hasil penelitian dan resensi buku.
Naskah yang dimuat dijurnal penelitian tidak sama dengan laporan hasil penelitian. Pemuatan hasil penelitian dalam jurnal kampus lebih dipadatkan sehingga lebih efisien. Namun demikian dalam penulisannya tetap menggunakan prinsip-prinsip pemikiran ilmiah. Hanya saja tidak perlu diberi lampiran, dan kata pengantar. Kata pengantar diganti dengan abstraksi, sedangkan bagian belakang hasil penelitian diberi daftar pustaka.
Penulisan hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal penelitian selain dilakukan secara individu dapat juga dilakukan dua orang atau lebih. Jika penulisnya dua orang, nama penulis bisa dimasukkan bersama-sama. Tetapi jika penulisan itu dilakukan secara tim, maka hanya penulis utama saja yang dimasukkan namanya ditambah dengan kata at all, yang artinya sama dengan dan kawan-kawan.
Sedangkan resensi buku bisa disebut sebagai karya ilmiah jika dimuat di dakam jurnal penelitian ilmiah. Resensi buku tersebut merupakan tanggapan dari seseorang terhadap terbitnya sebuah buku. apakah itu buku pelajaran, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Dalam penulisan resensi buku, penulis bisa memberikan kritik, saran atau komentar terhadap isi buku, format, saran dan sebagainya.
Artikel Surat Kabar vs Tulisan Jurnal
Sekilas orang menganggap bahwa menulis artikel dalam karya tulis ilmiah adalah sama saja. Yang penting tulisan itu bisa memaparkan permasalahan dengan jelas. Anggapan ini keliru, karena menulis artikel untuk surat kabar berbeda dengan tulisan ilmiah untuk jurnal.
Artikel surat kabar langsung berhadapan langsung dengan pembaca atau masyarakat yang heterogen sifatnya. Daya kritis, penalaran dan pendidikan pembacanya berbeda antara satu dengan lainnya. Kondisi masyarakat yang demikian tersebut membuka kesempatan timbulnya distorsi apresiasi dan asumsi, terhadap penulisan artikel.
Tulisan untuk jurnal ditulis dan disajikan untuk masyarakt ilmiah. Karena itu, pemaparannya harus menurut standar akademik atau keilmuan. Janganlah coba-coba menulis karya ilmiah tanpa mengindahkan kaidah-kaidah keilmuan. Karya ilmiah Anda akan diklaim sebagai “tulisan yang tidak ilmiah.”
Karena penulisan tulisan untuk jurnal harus memiliki standar akademis, maka materi karya ilmiah harus merupakan hasil dari kajian-kajian ilmu berupa hasil penelitian, pengamatan (observasi), tes laboratorium, kajian-kajian ilmu dan sebagainya. Sedangkan sistem penulisannya harus berdasarkan pola pikir ilmiah, yaitu logis dan empiris.
Mengingat tulisan jurnal termasuk bagian dari karya ilmiah, maka di akhir penulisan biasanya dilengkapi dengan kesimpulan dan rekomendasi. Ada juga hasil penelitian yang tidak menarik kesimpulan, tetapi tetap ada rekomendasi yang dimaksudkan untuk kepentingan pengembang penelitian berikutnya.
Batasan budaya seperti itu, merupakan nuansa untuk mengarahkan tulisan menjadi lebih bervariasi. Tetapi jika tidak memahami, maka nuansa tersebut justru dapat membunuh kreativitas, terutama bagi penulis pemula. Karen yang dihadapi bukan saja kelaziman yang sudah dikenal, tetapi juga sentimen kelompok yang eksplosif.
Berikanlah Judul yang Tepat
Judul dalam tulisan jurnal adalah ciri atau identitas yang menjiwai seluruh konten tulisan. Itulah sebabnya, dalam tulisan jurnal tidak bisa memaparkan begitu saja apa yang ditulis, tetapi harus runut mengikuti kerangka kerja (framework) .
Judul merupakan kalimat yang terdiri dari kata-kata yang jelas, tidak kabur, singkat, tidak bertele-tele. Pemilihan kata-kata untuk judul tulisan jurnal sebaiknya saling terkait atau runut, menggunakan kalimat yang tidak puiti, apalagi sampai sensasional.
Pemilihan judul untuk tulisan di jurnal, harus mencerminan konten tulisan yang dibuat. Judul yang bagus adalah yang dapat menggambarkan tentang apa yang akan dikupas. Usahakan dengan hanya membaca judul saja, orang atau masyarakat sudah mengerti topik apa sesungguhnya.
Mengingat judul merupakan hal yang teramat penting dalam tulisan, pemilihan judul harus dipikirkan secara matang. Pilihlah kalimat-kalimat dengan mencantumkan kata-kata kunci yang mungkin sangat bermanfaat.
Dalam merangkai judul, usahakan dengan sekali baca saja, orang langsung dapat menangka p makna dari topik yang akan dibahas, tanpa harus mengulang membacanya lagi. Lebih tepat lagi jika dengan membaca judul, orang dapat dengan segera menerawang terhadap keseluruhan isi atau kandungan dari tulisan jurnal.
Inilah artikel sederhana tenyang menulis jurnal. Semoga bermanfaat.

