Menulis Karya Ilmiah, Yuk!

Sebelum mengenal karya ilmiah, ada baiknya kita juga mengenal arti penelitian. Penelitian merupakan kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis. Ada kesamaan antara laporan penelitian dengan karya ilmiah. Bedanya karya ilmiah lebih sederhana dibandingkan dengan penelitian.
Apakah kamu pernah berpikir memiliki profesi sebagai peneliti? Mungkin pekerjaan meneliti adalah pekerjaan yang membosankan, padahal tidak. Jika kamu ingin bekerja sebagai seorang peneliti, maka kamu harus punya dua hal, yaitu: ide atau tema yang akan diteliti, dan kemampuan untuk menulis karya ilmiah.
Karya ilmiah tidak boleh fiktif atau rekaan dan hasil imajinasi. Karakteristik ilmiah harus ada pada karya ilmiah yang mengharuskan penyusunannya menggunakan data yang sah (valid) dan faktual (sesuai fakta yang ada), dan dianalisis dengan tepat.
Kesimpulannya dapat diverifikasi (diuji ulang dengan menggunakan metode yang sama) bagi orang yang ingin menguji kebenaran karya ilmiah. Sehingga, bisa dipahami bahwa karya ilmiah bukanlah novel, cerita pendek, dan puisi. Mari kita mulai menulis karya ilmiah!
Bagaimana Menemukan ide Karya Ilmiah
Untuk menemukan ide dalam pembuatan karya ilmiah, kita harus belajar dari perbagai hal. Belajar menemukan ide itu bisa kita dapat dari:
- Membaca buku. Dengan membaca buku membuat kecerdasan kita akan terasah dan semakin menambah wawasan kita tentang ilmu pengetahuan. Dari buku juga kita bisa menemukan masalah yang dapat ditulis sebagai karya ilmiah
- Guru Sumber Ilmu. Guru seperti halnya buku berjalan. Kamu bisa mempertanyakan kepada guru, berdiskusi dengannya untuk menemukan objek penelitian yang sesuai untuk karya tulismu.
- Lingkungan sebagai Sumber Ide. Pelajarilah lingkungan yang ada di sekitarmu. Kamu akan dapat melihat banyak hal maupun orang-orang yang ada di sekelilingmu yang bisa kamu jadikan gagasan dan tema penelitianmu. Misalnya, mengapa gunung Merapi selalu aktif? Mengapa Jakarta sering macet? Dan lain sebagainya.
Sistematika Karya Ilmiah
Sistematika karya ilmiah adalah urutan penulisan karya ilmiah yang diawali dari latar belakang dan diakhiri dengan kesimpulan. Karya ilmiah dikatakan baik, apabila sistematika penulisannya benar dan baik. Perumpamaan menulis karya ilmiah sama halnya dengan membuat mie rebus. Hal pertama yang dilakukan adalah mengapa kamu harus membuat mie rebus. Tujuan pembuatannya apa, dan bagaimana caranya kamu membuatnya?
Secara garis besar, penulisan karya ilmiah ada tiga bagian, yaitu; bagian pendahuluan, isi yang memuat analiis dan hasil penelitian, dan bagian penutup. Masing-masing bagian mempunyai karakteristik masing-masing, sementara jumlah halaman pada maisng-masing bagian disesuaikan dengan kebutuhan.
Sedangkan bagian pelengkap pendahuluan juga harus ada. Karya ilmiah sebagaimana laporan ilmiah/penelitian, harus memuat lembaran-lembaran pelengkap pendahuluan yang terdiri dari sampul luar, lembar pernyataan, lembar persetujuan, abstrak, kata pengantar, daftar Isi, ilustrasi, tabel, dan lampiran.
Setelah mengetahui seluk beluk penelitian dan cara menulis karya ilmiah. Sekarang kamu sudah mampu menjadi seorang peneliti. Langkah pertama temukan ide dan tulis hasilnya. Nah, mudah bukan menulis karya ilmiah?






