Menulis Pengumuman yang Informatif
Pengumuman merupakan salah satu hal yang paling sering ditulis. Setiap hari, orang-orang dari berbagai latar belakang menulis pengumuman untuk beragam keperluan.
Asalkan tak buta huruf, semua orang pasti bisa menulis pengumuman. Jika sudah biasa menulis (cerpen, artikel, feature, dan lain-lain), menulis pengumuman pasti bukan hal yang sulit. Namun jika tidak biasa atau bahkan tidak bisa membuat tulisan tersebut (cerpen, artikel, feature, dan lain-lain), bukan berarti tak dapat menulis pengumuman.
Menulis pengumuman memang tak melulu mengandalkan pada kemampuan menulis isi (content) pengumuman. Lagipula, isi pengumuman bisa jadi singkat saja atau sangat standar (misalnya pengumuman rapat senat mahasiswa, pengumuman kegiatan OSIS, atau pengumuman bakti sosial).
Seringkali yang diminta menulis pengumuman ini adalah orang yang memiliki tulisan tangan bagus, pintar menggambar, memiliki style artistik yang baik, atau menguasai software desain komputer yang memadai.
Pengumuman ini bisa ditulis dalam bentuk: brosur, liflet, pamflet, poster, atau spanduk. Isi pengumuman dalam bentuk-bentuk ini bisa sama persis atau dibuat agak berbeda.
Jika menulis pengumuman dalam bentuk brosur, liflet, atau pamflet, informasi yang disampaikan bisa lebih panjang dan lengkap. Hal ini karena brosur, liflet, atau pamflet memang dibuat untuk dibagi-bagikan, dibawa pulang, dan dapat dibaca berulang-ulang pada kesempatan lain di mana saja.
Namun tidak demikian halnya jika menulis pengumuman dalam bentuk poster atau spanduk. Poster dan spanduk yang dipasang di tempat-tempat strategis hanya dilihat sepintas dalam waktu singkat. Kalaupun dapat melihat dan membaca isi pengumuman dalam poster atau spanduk itu dengan seksama, pembacanya tetap tak dapat membawa pulang poster atau spanduk itu. Paling-paling mencatatnya. Itu pun kalau membawa alat tulis.
Kalau tidak membawa alat tulis, pembaca harus mengingat-ingat isi pengumuman itu. Bagaimana kalau isi pengumuman itu terlalu banyak untuk diingat? Kemungkinannya, isi pengumuman itu akan segera terlupakan atau tak teringat dengan baik. Jadi, saat menulis pengumuman pada poster atau spanduk, perhatikan hal berikut
Informasi
Berikan informasi lengkap. Jika terlalu banyak, pilih poin-poin penting. Informasi yang harus dicantumkan adalah: nama acara, waktu pelaksanaan, lokasi acara, biaya (jika ada), serta contact person yang dapat dihubungi untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
Susunan kalimat
- Hindari kalimat-kalimat yang panjang, tidak efektif, mubazir, dan bertele-tele. Sebaliknya, gunakan kalimat-kalimat yang ringkas, padat, dan mudah dimengerti.
- Hindari menyingkat-nyingkat kata, seperti: hr (hari), aplg (apalagi), slmt (selamat), smg (semoga), dan sebagainya. Tidak semua orang mengerti singkatan-singkatan ini.
- Jika terpaksa, boleh menggunakan singkatan yang sudah dimengerti umum, seperti: dll (dan lain-lain), dsb (dan sebagainya), dst (dan seterusnya).
- Hindari menggunakan bahasa alay. Selain kurang enak dilihat, bahasa alay pun susah dimengerti.
Tata letak
Pergunakan tata letak yang indah namun enak dilihat dan tidak memusingkan. Buatlah pembaca pengumuman itu dapat langsung menemukan informasi yang dibutuhkan dalam sekali lihat.
Desain
Desain berfungsi memikat perhatian. Apa pun desain yang digunakan (minimalis, komikal, penuh ornamen, dan sebagainya) hendaknya jangan sampai menutupi informasi yang disampaikan.






