Cara Cepat Menulis Pidato
Ilustrasi menulis pidato
Sekarang ini untuk bisa tampil maju ternyata tidak cukup hanya berbekal dengan kecerdasan yang Anda dapatkan dari sekolah saja, sebab orang-orang hanya bisa menilai seseorang dari apa yang nampaknya saja, bukan dari apa yang tertulis dalam raport.
Salah satu cara untuk membuat Anda bisa tampil dapat dilakukan melalui pidato. Ya, dengan kata lain Anda harus bisa berpidato di depan banyak audien, baru kemudian orang-orang akan mengerti gagasan-gagasan cerdas Anda. Nah sebelum berpidato, Anda pun harus mengerti cara Menulis Pidato dan karakteristik teks pidato.
Persiapan Pidato
Banyak orang yang menolak untuk berpidato, sebab banyak faktor yang membuat pidato itu begitu menakutkan bagi banyak orang. Faktor tersebut kebanyakan meliputi ketakutan untuk tampil di muka audien, juga kebingungan saat mempersiapkan pidato.
Selain itu banyak juga di antara mereka yang menolak untuk pidato karena mereka tidak pamilier dengan teks pidato. Jika Anda termasuk salah satu di antara mereka, ikuti beberapa persiapan berikut ini untuk menulis pidato anda yang lazimnya dipakai di masyarakat.
- Tentukan tema besar yang akan disampaikan kepada para audien. Salah satu cara tersukses untuk menulis pidato Anda adalah dengan cara banyak membaca buku dan menulis teks pidato Anda.
- Jarak Anda mempersiapkan pidato dengan kegiatan hari H nya adalah 3 hari, oleh sebab itu menulis pidato jangan ditulis secara dadakan supaya Anda punya kesempatan untuk persiapan secara maksimal untuk menguasai dan menghapalkan teks pidato Anda dan siap untuk tampil di depan para audien.
- Menulis pidato berbeda dengan menulis diary, oleh karena itu carilah beberapa contoh teks pidato yang biasa dijual di toko buku sekaligus cari juga beberapa trik supaya Anda bisa tampil sempurna di hadapan audien.
Isi Teks Pidato
Setelah Anda berhasil persiapan untuk menulis pidato Anda, maka berikut ini adalah runtutan teks pidato yang lazim dipakai di depan audien saat berpidato
- Salam. Saat anda menulis pidato, pastikan kalimat salam ada di awal teks pidato, salam ini harus disesuaikan dengan keyakinan dan segementasi audien yang ada.
- Ucapan Syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberi kenikmatan. Ucapan ini lazim harus ada dalam teks pidato saat Anda menulis pidato, mengingat audien adalah umat beragama
- Ucapan terima kasih harus ada saat anda menulis pidato. Ucapan terima kasih ini tampak sepele dan tidak memakan banyak paragraf dalam teks pidato Anda, tetapi itu bentuk penghargaan kepada audien yang rela mendengarkan pidato Anda dan kepada panitia yang telah berlelah-lelah mempersiapkan kegiatan pidato Anda.
- Inti gagasan yang ingin Anda sampaikan. Inti gagasan ini harus dicantumkan saat menulis pidato Anda, kecuali jika terbiasa berpidato, Anda cukup menulis garis besar gagasan yang akan dipidatokan. Tetapi jika Anda seorang pemula, menulis pidato ini wajib hukumnya, supaya Anda bisa melihat teks pidato saat lupa dan Anda pun terhindar dari cemoohan audien.
- Kesimpulan yang disampaikan meliputi ringkasan inti gagasan yang telah disampaikan. Kesimpulan ini biasanya menghabiskan satu sampai dua paragraph dalam teks pidato. Oleh sebab itu saat Anda menulis pidato, biasakan untuk menulis ringkasan pidato Anda yang simple saja. Hal ini dilakukan untuk membantu audien untuk mengerti maksud gagasan Anda.
- Penutup. Saat menulis pidato, jangan lupa untuk menulis kalimat penutup dalam teks pidato Anda. Anda dapat memberi beberapa kata penutup kemudian salam kepada para audien, kalimat penutup ini menjadi tanda bahwa aktivitas pidato Anda telah usai. Teks pidato yang telah Anda buat harus Anda simpan, supaya bisa Anda sampaikan kembali jika Anda diminta dadakan untuk memberi pidato.
Ada baiknya jika Anda sesekali mendengar pidato dari beberapa tokoh nasional, tokoh nasional yang biasa dijadikan sebagai rujukan adalah Bung Karno, selain itu Anda pun coba sesekali membaca teks pidato untuk kemudian anda ikuti gaya menulis pidatonya.
Cara Berpidato Yang Mengagumkan
Isi pidato yang menarik belum tentu membuat peforma seseorang di atas mimbar atau panggung menjadi bagus dan enak diikuti. Ada beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi penampilan seseorang saat menyampaikan sebuah pidato. Selain isi pidato yang tidak membosankan dan memberikan fakta-fakta terkini yang sedang terjadi di tengah masyarakat, faktor kemampuan menyampaikan atau berbicara di depan orang banyak terkadang menjadi faktor dominan.
Jangan sampai teks pidato yang telah sempurna dibuat tidak elegan saat kita tampil mengutarakan isi teks tersebut. Berikut ini beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi penamilan Anda ketika berpidato antara lain:
1. Waktu yang dibutuhkan berpidato
Pidato yang terlalu lama akan membuat pendengar merasa bosan dan segera mengalihkan pandangannya kepada hal lain. Bahkan tidak jarang ditemui orang-orang yang tertidur saat penyampaian pidato. Waktu untuk berpidato usahakan maksimal hanya 10 menit saja, karena ini berdasarkan pengamatan dari para ahli. Seorang manusia umumnya hanya dapat berkonsentrasi mendengarkan pembicaraan orang lain sekitar sepuluh menit, selebihnya dia akan tidak mendengarkan atau perhatiannya tidak fokus pada apa yang disampakan kepadanya.
2. Mengutarakan dengan bahasa yang sederhana dan tidak rumit
Seorang yang terpelajar di dunia formal biasanya menulis teks pidato dengan bahasa yang rumit dan ilmiah, tentu hal ini tidak cocok bagi para audien yang kebanyakan orang umum. Gunakan pilihan kata yang mudah dimengerti oleh para undangan atau tamu.
3. Rileks
Jangan sampai Anda tegang dan gugup saat berada di depan para hadirin. Kondisi gugup akan menghilangkan konsentrasi dan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Anggap saja penampilan saat itu sebagaimana berlatih di rumah. Jangan terlalu memperhatikan orang-orang di depan, cukup pandang mereka seperlunya saja. Bila kondisi telah santai maka bolehlah Anda melihat para hadirin secara detail, untuk mengetahui kondisi mereka apakah masih tertarik dengan pidato atau sudah mulai bosan.
4. Komunikatif
Pandangan mata, gerak tangan dan mimik wajah harus seirama dengan apa yang disampaikan. Jangan berpidato sebagaimana robot yang bersuara saja. Gunakan anggota tubuh lain untuk menggambarkan ekspresi dan isi pidato.
Cara cepat lainnya yang dapat meningkatkan kemampuan berpidato adalah melihat orang-orang besar saat mereka berpidato. Tidak ada salahnya bila meniru gaya mereka saat berada di depan orang banyak. Berlatihlah secara perlahan-lahan karena berpidato merupakan kemampuan yang dapat dikuasai semua orang asalkan mereka mau berusaha.
Tidak sedikit orang yang pandai berpidato, ternyata mereka dahulu adalah orang-orang yang gugup saat awal berpidato. Namun karena berpidato telah menjadi kebiasaan, maka kini aktivitas menyampaikan sebuah ide ini menjadi mudah dan mengasyikkan.
Jika hal tersebut telah Anda lakukan, buatlah modifikasi pidato yang disesuaikan dengan gaya Anda, tunggu saja, dalam waktu dekat orang lain akan berbondong-bondong meminta Anda berpidato di depan audien terkenal.

