logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Pertanian dan Perkebunan

Cara Menyiram Tanaman yang Efektif


Ilustrasi menyiram tanaman

Tanaman sama seperti manusia, membutuhkan air untuk mempertahankan hidupnya selain nutrisi dari tanah yang menjadi tempat hidupnya. Namun, tanaman tidak bisa berbicara dan bergerak sendiri untuk meminta air atau mengambil air sendiri ketika membutuhkannya. Di sinilah peran kita untuk menyiram tanaman dan menjaga kelangsungan hidup tanaman.

Oleh karena itu, kita harus mengenal mereka lebih dekat. Dengan mengenalnya lebih dekat, kita dapat mengetahui apa kebutuhan mereka agar tanaman-tanaman bisa tetap hidup tanpa kekurangan atau kelebihan air. Untuk itu, sebagai pecinta tanaman, Anda harus mengetahui fisiologi tanaman.

Fisiologi pada Tanaman

Bagian ilmu tumbuhan yang mempelajari fungsi tiap-tiap bagian tubuh  dalam kehidupannya adalah fisiologi. Salah satu fisiologi tanaman adalah sistem pengangkutan pada tumbuhan. Tumbuhan tingkat tinggi memiliki sistem pengangkutan.

Sistem pengangkutan tersebut berfungsi mengatur air dan garam mineral dari akar sampai ke seluruh tubuh, terutama daun. Pengangkutan hasil proses fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Pengangkutan tersebut dilakukan jaringan pengangkut berikut ini.

  • Xilem atau pembuluh kayu berfungsi untuk menyalurkan air dan garam mineral yang diserap akar dari tanah menuju ke batang dan daun.
  • Folem atau jaringan pengangkut fotosintesis yang berfungsi untuk menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke bagian tubuh lainnya.

Sistem pengangkutan air pada tumbuhan dibagi menjadi dua. Pertama, pengangkutan ekstrafasluker, merupakan pengangkutan yang berlangsung di luar berkas pembuluh angkut. Pengangkutan ini berjalan dari sel ke sel secara horizontal.

Kedua, pengangkutan yang berlangsung di dalam berkas pembuluh angkut. Pengangkutan ini berlangsung di dalam xilem dengan arah akar menuju ke daun. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengangkutan air adalah sebagai berikut.

1. Tekanan akar

Air tanah masuk secara osmosis ke dalam akar. Pergerakan air mengakibatkan adanya tekanan dalam sel yang mendorong air masuk ke dalam pembuluh kayu akar. Selanjutnya, air masuk ke dalam pembuluh kayu batang. Tekanan yang mendorong air naik ke pembuluh akar menuju kayu batang disebut tekanan akar.

2. Sifat kapilaritas pembuluh kayu

Kapilaritas adalah naiknya permukaan air melalui pipa yang sempit. Makin sempit pipa, makin tinggi air itu naik. Kapilaritas disebabkan adanya adhesi, yaitu gaya tarik menarik antar dua zat yang berbeda.

3. Daya isap daun

Daun mengeluarkan air dalam bentuk uap melalui stomata. Akibatnya, cairan pada sel yang terdapat di daun mejadi pekat. Kepekatan cairan sel daun mengakibatkan terjadinya penarikan air dari sel sampai ke pembuluh kayu daun, kemudian pembuluh kayu daun akan menarik air dari pembuluh kayu batang.

Air yang berkurang dari pembuluh batang akan digantikan oleh air pembuluh kayu akar. Proses tersebut mengakibatkan aliran secara terus-menerus dari akar sampai ke daun. Kekuatan penarikan air oleh daun akibat adanya transpirasi disebut daya isap daun.

Selain dalam bentuk larutan, garam mineral bisa masuk ke dalam akar tanpa terlarut dalam air. Pengangkutan garam mineral yang tidak terlarut berarti tidak dapat dilakukan dengan cara osmosis karena konsentrasi garam mineral lebih tinggi dibanding di dalam akar.

Pengangkutan yang berlawanan dengan gradien konsentrasi ini dilakukan dengan cara transfor aktif. Transfor aktif adalah cara pengangkutan yang melawan gradien konsentrasi dengan bantuan energi ATP (Adenosin Tri Posfat) dan protein pembawa.

Hasil fotosintesis di dalam daun menghasilkan zat makanan yang di timbun sementara di dalam daun dalam bentuk amilun. Pada malam hari, proses perubahan dilakukan, yaitu amilum akan diubah menjadi glukosa melalui pernapasan, kemudian diangkut melalui difusi atau osmosis.

Pengangkutan hasil fotosintesis ini dilakuan melalui pembuluh tapis (floem). Kemudian, zat makanan diangkut untuk digunakan di seluruh tubuh atau disimpan dalam organ penyimpanan, seperti pada buah, umbi akar, dan umbi batang. 

Sel yang tidak dapat melakukan fotosintesis memerlukan bahan makanan yang dihasilkan daun, terutama pada bagian tumbuhan yang sedang mengalami pertumbuhan, seperti pada ujung batang dan ujung akar.

Tumbuhan mempunyai tiga sel utama, yaitu membran plasma, sitoplasma, dan inti sel yang berfungsi di dalam proses fisiologi tumbuhan. Membran plasma sering juga disebut sebagai selaput sel yang berada di bagian terluar sel yang menyelubungi seluruh permukaan sel. Pada sel tumbuhan, membran plasma tersebut diselubungi lagi oleh dinding sel yang tersusun atas selulosa. Bentuk sel tumbuhan relatif tidak berubah karena adanya dinding sel tersebut.

Sitoplasma merupakan cairan kental yang terdapat di dalam sel. Sitoplasma terletak di antara membran sel dan inti sel. Di dalam sitoplasma, terlarut bermacam-macam zat, seperti protein, lamak, karbohidrat, dan garam-garam mineral. Di dalam sitoplasma juga terdapat bagian-bagian yang disebut organel, yang berfungsi menjalankan fungsi sel.

Inti sel disebut juga sebagai nukleus. Inti sel merupakan bagian sel yang berukuran relatif lebih besar dari pada bagian lain dan berbentuk bulat seperti telur. Inti sel merupakan pusat pengendali seluruh kegiatan sel dan juga penentu penurunan sifat induk kepada keturunannya.

Kelompok sel tersebut kemudian membentuk sebuah jaringan. Jadi, jaringan adalah kelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Di dalam tumbuhan, jaringan terbagi menjadi beberapa macam, yaitu jaringan meristem, jaringan pengangkut, jaringan dasar, jaringan pelindung, dan jaringan penyokong atau penguat.

Di dalam tumbuhan, semua fungsi jaringan tersebut tidak mampu melaksanakan semua fungsi secara sendiri-sendiri, sehingga dibutuhkan alat bantu yang lain. Organ adalah alat tubuh yang bekerja sama dengan beberapa jaringan dalam menjalankan suatu fungsi tertentu di dalam tubuh.

Tumbuhan memiliki tiga organ tubuh yang utama. Organ tubuh pada tumbuhan itu adalah akar, batang, dan daun. Masing-masing organ tersebut mempunyai peranannya masing-masing di dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.

Organ pada tumbuhan hanya dapat dijumpai pada tumbuhan berpembuluh. Pada tumbuhan tak berpembuluh, tidak dapat dijumpai organ, seperti pada lumut tidak mempunya akar, daun, dan batang. Hal tersebut dikarenakan tumbuhan tak berpembuluh belum memiliki organ akar, batang, dan daun sejati yang dapat dibedakan.

Pada tumbuhan berpembuluh, ketiga organ tersebut membentuk sistem organ transportasi dan sistem-sistem lainnya. Oleh karena itu, sistem pada tumbuhan hanya tersusun atas ketiga organ tersebut, tapi beberapa ahli menyebutkan bahwa tumbuhan tidak mempunyai sistem organ.

Dari pengetahuan tersebut, kita dapat mengetahui bahwa tanaman juga memiliki sistem organ yang tentu saja membutuhkan asupan mineral berupa air. Untuk itu, di dalam menyiram tanaman harus diperhatikan waktu, tempat, jenis tumbuhan, agar tanaman tersebut tumbuh dengan baik.

Menyiram Tanaman yang Efektif

Berikut ini adalah waktu menyiram tanaman yang efektif dengan mengetahui kapan tanaman membutuhkan air. Hal ini dapat dijadikan pedoman bagi Anda yang hobi bercocok tanam.

1. Cek Kondisi Tanah atau Media Tanam

Tanaman menyukai tanah yang bertekstur lembap, bukan basah atau kering. Itulah sebabnya untuk mengetahui kapan saat menyiram tanaman yang tepat, kita harus mengecek kondisi tanah atau media tanam tanaman tersebut.

Jika tanaman disimpan pada pot kecil, balik pot Anda sambil tahan bagian tanahnya agar tidak jatuh. Jika tanahnya terlihat basah, persediaan air untuk tanaman tersebut masih cukup. Jika tanah terlihat kering, siram tanaman tersebut saat itu juga. 

Untuk pot yang berukuran besar, Anda dapat menggunakan kawat, tusukan sate, atau lidi untuk memastikannya. Tusuk tanah, kemudian cabut. Jika sudah kering maka jangan tunda untuk menyiramnya.

Jika Anda terbiasa dengan berat pot tersebut, Anda cukup mengangkatnya, jika lebih berat dari kondisi normal berarti kebutuhan akan air masih mencukupi. Namun, jika terasa sangat ringan, maka saatnya Anda menyiram tanaman Anda segera.

2. Cek Kondisi Tanaman

Jika tanaman yang terbiasa bergerak vertikal dalam mengurangi penguapan, maka Anda dapat dengan mudah memprediksi saat menyiram tanaman tersebut. Jika tanaman terlihat lemas, namun belum sampai ke tahap layu, maka segerakanlah menyiramnya sebelum tanaman Anda layu dan mati. 

Seiring berjalannya waktu, Anda akan terbiasa dengan karakter tumbuhan tersebut, khususnya bagaimana kondisinya jika kekurangan air, sehingga akan lebih mudah lagi untuk mengetahui waktu penyiraman yang efektif.

3. Waktu Menyiram Sesuai Musim

Jika Anda mengalami kesulitan dengan cara di atas, maka Anda dapat melakukan penyiraman yang teratur setiap harinya. Namun, yang harus diketahui adalah waktu menyiram tanaman yang tepat. 

Pada musim kemarau, siram tanaman dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Hal ini dikarenakan tanaman memerlukan banyak air sejak sore hingga pagi hari. Hindari menyiram tanaman pada siang hari saat terik matahari. Butir-butir air yang menempel pada permukaan daun, jika terkena sinar matahari, pada beberapa jenis tanaman, menyebabkan daunnya terbakar.

Adapun pada musim hujan, Anda cukup menyiram tanaman hanya ketika tanah mulai terlihat mengering. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan selamat mencoba.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal dan Membudidaya Pohon Semangka
  • Pohon Tebu: Tumbuh di Iklim Tropis
  • Kandungan Buah Tomat dan Cara Membudidayanya
  • Membuat dan Jual Pupuk Organik Sendiri
  • Budidaya Tanaman Karet Sebagai Komoditi Ekspor
  • Manfaat Biji Pohon Kacang Hijau
  • Bertanam Tomat Hidroponik
  • Mengintip Sesuatu di Dataran Rendah
  • Persiapan Pembuatan Pupuk Kompos - ANNEAHIRA.COM
  • Si Manis Asam Buah Mangga
  • Metode Pemangkasan Tanaman
  • Serba-Serbi Buah Sirsak
  • Jenis-Jenis Bunga Tulip Peninggalan Turki Usmani
  • Mengenal Tanaman Cocor Bebek dan Khasiatnya
  • Mengenal Pohon Mangga secara Lebih Dekat
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA