logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hobi    Menulis    Fiksi

Beginilah Cara Meresensi Novel


Ilustrasi meresensi novel

Tak sedikit orang kebingungan bagaimana caranya meresensi novel. Karena novel adalah jenis tulisan fiksi. Sehingga, mereka berasumsi, bahwa cara meresensi novel berbeda dengan meresensi buku non fiksi. Perbedaan inilah yang membuat para resentator jarang meresensi novel  di surat kabar. Karena pada kenyataannya, perbedaan meresensi novel dengan meresensi buku non fiksi tidak terlalu jauh berbeda. Yang penting, kemampuan menangkap dan memahami unsur-unsur yang ada dalam novel.

Unsur-Unsur Novel

Jika Anda membaca novel, maka Anda pasti menemukan enam unsur. Keenam unsur tersebut bisa menjadi bahan Anda untuk menilai seberapa besar kekuatan novel tersebut. Di samping, masih ada hal-hal lain yang bisa menjadi penilaian Anda. Kedelapan unsur tersebut adalah:

  1. Gaya
  2. Plot/Alur
  3. Latar atau setting
  4. Waktu
  5. Tempat
  6. Suasana
  7. Bahasa
  8. Tema

Kedelapan unsur novel ini harus bisa ditemukan oleh resentator. Sehingga saat akan meresensi novel akan dengan mudah mengalir tulisannya.

Cara Penyusunan Resensi Novel

Adapun cara penyusunan dalam meresensi novel biasanya dilakukan dengan empat langkah:

  1. Pengantar

    Dalam pengantar resensi novel yang dapat dilakukan resentator bisa dimulai dengan menjelaskan pengarangnya terlebih dahulu, karya-karyanya dan juga bisa diuraikan bagaimana cara pengarang memainkan watak tokoh cerita yang diangkatnya di dalam novel tersebut. Atau, bisa juga mengurai ciri khas pengarang dalam menulis novelnya

  2. Sinopsis

    Sinopsis sangat penting ditampilkan resentator di dalam isi resensinya. Dan inilah yang ditunggu-tunggu oleh pembaca. Karena sangat mungkin, setelah membaca karya fiksi itu lalu mereka ingin membaca buku aslinya. Tentunya, agar sinopsis menarik, resentator harus bisa menceritakannya dengan sudut pandang yang sangat berbeda dengan resentator-resentator lainnya.

  3. Analisa

    Pada posisi inilah resentator menilai isi novel berdasarkan unsur-unsur di atas. Mungkin resentator menemukan ketimpangan atau kejanggalan. Bisa jadi juga resentator melihat ada kelebihan novel ini dibanding novel-novel dengan tema yang sejenis. Untuk melakukan analisis yang padat, maka resentator harus lebih banyak membaca novel-novel yang tema sejenis.

  4. Penutup

    Di penutup ini, resentator bisa memberikan kesimpulan atau ajakan untuk pembaca membaca atau menganjurkan untuk tidak membeli novel tersebut. Pasalnya, tugas utama resentator adalah menilai buku sebelum dibaca oleh pembeli. Satu hal lagi, kesimpulan harus singkat, padat dan tepat.

Inilah cara meresensi novel yang padat. Resensi yang tidak sekadar untuk mempromosikan buku saja, tapi mau memberikan masukan yang tajam.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Resensi Buku Kumpulan Cerpen Penulis-Penulis FLP
  • Contoh Resensi Buku Laskar Pelangi
  • Apa Memang Sulit Membuat Parafrase Puisi?
  • Menjadi Pemenang Lomba Menulis Cerpen
  • Meningkatkan Keterampilan Menulis Itu Mudah Lho!
  • Cara Menulis Laporan
  • Membuat Blog Sebagai Blog Hiburan
  • Mengintip Proses Kreatif Penulis Laskar Pelangi
  • Contoh Resensi Fiksi Novel Emak Ingin Naik Haji
  • Jenis Puisi Cinta Mengundang Kekuatan Imajinasi
  • Teknik Penulisan Cerita Anak dan Penulisan Skenario
  • Enid Blyton, Penulis Buku Terkenal yang Kontroversial
  • Kerangka Karangan Permudah Menulis Karangan!
  • Membuat Resensi Buku Fiksi
  • Gambaran Kebudayaan Jawa dalam Cerpen Indonesia "Sri Sumarah"
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA