logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Transportasi    Transportasi Udara

Sejarah Merpati Nusantara


Ilustrasi Merpati

Kebutuhan untuk transportasi lintas udara pada saat Indonesia merdeka adalah sesuatu yang tidak terbayangkan. Bagaimana tidak? Indonesia terdiri dari negara kepulauan.  Sehingga transportasi antar kepulauan awalnya, yang mengandalkan maritim mulai menjajaki wilayah udara. Namun, upaya macam itu tidaklah mudah. Karena pengadaan maritim pun sama sulitnya. Bandara Indonesia pun harus di bangun platformnya, yang ada merupakan bandara Jepang peninggalan perang. Tapi itu tidak menyurutkan upaya Indonesia untuk memiliki maskapai untuk penerbangan interlokal. Setelah Garuda Indonesia Airways, yang memiliki sejarah dari penerbangan hibah rakyat. Namun, tidak menunggu waktu lama Indonesia memiliki maskapai lokal sendiri, yang khusus dibentuk untuk pengangkutan lokal. Hanya tinggal masalah waktu saja.

Merpati Nusantara Airlines adalah salah satu perusahaan penerbangan milik pemerintah yang memiliki peran besar dalam proses pembangunan di Indonesia. 50 tahun sudah maskapai ini mewarnai perjalanan penerbangan lokal di Indonesia. Sebab, perusahaan inilah yang mengawali penerbangan domestik untuk menjangkau kawasan-kawasan kota kota kepulauan di Indonesia yang sulit dicapai dengan alat transportasi darat lainnya. Sebagaimana visi misi mereka yakni :

  • Visi Perusahaan :Menjadi Perusahaan Penerbangan yang berperan aktif dalam menggerakkan pembangunan nasional dengan menguntai nusantara, membedah isolasi, dan menghubungkannya dengan kawasan regional.
  • Misi Perusahaan :Sebagai Perusahaan Penerbangan Nasional yang memberikan Layanan Prima, yang menguntungkan, dengan jaringan terintegrasi, menghubungkan daerah terpencil, kota besar dan regional.

Inilah penyebab mengapa, perusahaan Merpati Nusantara Airlines  ini kerap disebut juga sebagai perusahaan penerbangan perintis di Indonesia. Karena perusahaan ini memang dibuat untuk melayani penerbangan di wilayah-wilayah pedalaman, khususnya daerah Kalimantan. Hal ini sesuai dengan julukan yang diberikan kepada perusahaan ini pada saat pertama mengudara, yaitu Jembatan Udara Kalimantan.

Penerbangan Perintis

Pihak yang pertama kali menggagas dibuatnya perusahaan penerbangan ini adalah Perdana Menteri Indonesia pada saat itu, yaitu Ir. H. Djuanda. Tujuannya adalah membuka wilayah-wilayah terisolir yang berada di pedalaman Kalimantan.

Di masa-masa awal berdirinya, perusahaan ini dikelola oleh Angkatan Udara Nasional. Tugas pokoknya untuk membuka jalur terisolir di Kalimantan pun berhasil dijalankan dengan baik. Oleh karena itu pada tanggal 6 September 1962, secara resmi dibentuklah Perusahaan Negara Merpati Nusantara Airlines  Nusantara. Dasar pembentukan ini adalah Peraturan Pemerintah No 19. tahun 1962. Tugas utama dari perusahaan yang baru lahir iin adalah menyelenggarakan perhubungan udara, khususnya di daerah serta melakukan penerbangan seba guna. Selain itu maskapai nasional ini juga memiliki tugas untuk memajukan segala hal yang memiliki kaitan dengan transportasi udara dalam arti yang luas.

Saat berdiri pertama kali, maskapai nasional ini memiliki beberapa pesawat hasil peninggalan penjajah Jepang dan Belanda. Diantaranya adalah empat buah pesawat De Havilland Otter DHC 3, serta dua buah pesawat milik AURI yaitu Dakota DC-3. Dengan menggunakan pesawat tersebut, rute yang harus dilalui oleh maskapai nasional ini adalah Jakarta, Banjarmasin, Pangkalanbun, Sampit serta Pontianak.

Proses kemajuan perusahaan maskapai nasional ini Nusantara mulai terjadi sejak tahun 1963. Hal ini terutama setelah Irian Barat kembali ke pangkuan Indonesia, dan Belanda menyerah. Salah satu dampaknya adalah diserahkannya perusahaan penerbangan Belanda, NV De Kroonduif kepada pemerintahan Indonesia, dalam hal ini maskapai Garuda. Proses tersebut diikuti dengan penyerahan enam pesawat terbang, yang terdiri dari 3 Dakota DC 3, 2 Twin Pioneer dan 1 Beaver. Akhirnya semua pesawat ini diserahkan kepada maskapai nasional ini, karena Garuda lebih memilih untuk berkonsentrasi pada penerbangan flag carrier.

Mulai Menasional

Dengan penambahan armada ini, maskapai nasional ini pun mulai memperluas jangkauan penerbangannya, lebih jauh ke beberapa kota. Diantaranya membuka penerbangan rute Jakarta Semarang, Jakarta Tanjung Karang dan Palangkaraya – Balikpapan. Selain itu, beberapa rute baru di Irian Barat juga mulai dirintis oleh maskapai nasional ini sebagaimana yang dilakukan perusahaan ini di Kalimantan.

Pada tahun 1966, maskapai nasional ini kembali menambah jumlah armada pesawat mereka. Pesawat baru yang berjumlah sembilan buah tersebut terdiri dari tiga Dornier DO-28 dan enam Pilatus Porter PC 6. sehingga selama empat tahun berdirinya, perusahaan ini sudah memilki 15 pesawat terbang dan didukung oleh 600 orang karyawan termasuk di antarnya kru penerbangan. Dengan kekuatan baru tersebut, maskapai nasional ini mulai mengembangkan rute mereka ke beberapa wilayah lain. Seperti Jawa, Kalimantan, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Irian Barat.

Pada tahun 1969, maskapai nasional ini membuat kebijakan memecah kawasan operasi mereka menjadi dua bagian. Keduanya adalah Merpati Irian Barat (MIB) yang khusus melayani rute di kawasan Irian Barat. Sementara untuk operasi satunya adalah  Merpati Operasi Barat (MOB) yang meliputi kawasan Jawa, Kalimantan, Surabya, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Tujuan pembagian kedua wilayah operasi tersebut ditujukan untuk menciptakan kemajuan perusahaan. Khususnya dalam hal operasi, administrasi dan pengawasan. Selain itu, seiring dengan berkembangnya perusahaan, pada tahun 1969 tersebut maskapai nasional ini merubah nama perusahaan menjadi Merpati Nusantara Airlines. Nama inilah yang kemudian banyak dikenal oleh masyarakat luas.

Pada saat terjadi konsitlasi politik, dimana muncul proses Penentuan Pendapat Rakyat atau Pepera di Irian Barat, Merpati Nusantara Airlines memiliki peran yang sangat besar. Perusahaan ini banyak berjasa dalam membantu pengangkutan segala macam kebutuhan yang diperlukan dalam kegiatan tersebut, seperti perlengkapan dan juga mengangkut petugas yang akan melaksanakan Pepera tersebut.

Pada tahun 1970, kekuatan armada maskapai nasional ini semakin bertambah dengan masuknya pesawat HS-748 ke dalam jajaran armada mereka. Pesawat inilah yang kemudian diandalkan untuk menempuh penerbangan rute pendek mereka.

Penggerak Ekonomi Bangsa

 Segala macam kemajuan yang dicapai oleh maskapai nasional ini, mendapatkan respon positif dari pemerintah. Salah satunya dengan diserahkannya tanggung jawab untuk melakukan penerbangan perintis kepada perusahaan ini. Tugas ini sendiri mulai diperoleh Merpati Nusantara Airlines  sejak tahun 1974. Dalam penerbangan perintis tersebut, perusahaan maskapai nasional ini mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Ada beberapa maksud yang ingin dicapai dari konsep penerbangan perintis yang diberikan kepada Merpati Nusantara Airlines tersebut. Beberapa tujuan yang ingin dicapai tersebut diantaranya adalah :

  1. Membuka wilayah yang terisolir khususnya yang berada di daerah terpencil. Selain itu penerbangan perintis juga dimaksudkan untuk menjembatani kawasan yang sulit ditempuh dengan alat transportasi lainnya.
  2. Membantu terwujudnya kelancaran aktivitas administrasi pemerintahan.
  3. Mendukung terciptanya Wawasan Nusantara khususnya pada bidang politik ekonomi sosial serta budaya.
  4. Sebagai batu loncatan untuk berubah menjadi Perusahaan Perseroan Terbatas (persero).

Selain melayani penerbangan domestik, maskapai ini sempat pula melayani penerbangan internasional. Hal ini dilakukan pada tahun 1975-1977 dengan menjadi maskapai yang mengangkut jamaah haji. Selain itu pada tahun 1976, Merpati Nusantara Airlines  membuka dua rute dari Manila - Denpasar  dengan pesawat BAC 111. Rute lain yang ditempuh adalah Los Angeles – Denpasar dengan menggunakan Boeing 707.

Namun sejak tahun 1978, kedua penerbangan internasional tersebut dihentikan. Dan kini, sejak lahirnya sampai saat ini, pucuk pimpinan maskapai inidijabat oleh Komodor udara Henk Sutoyo Adiputro, Capt. Wibisono Roesnosiputri, Alm. Marsekal Pertama TNI Santoso Suharto, Alm. Marsekal Muda TNI Ramli Sumardi, RAJ Lumenta, Alm. J. Soekarjo, Soeratman, Alm. Capt. F. H. Sumolang, Ridwan Fatarudin, Budiarto Subroto, Wahyu Hidayat, Hotasi Nababa, Cucuk Suryo Suprojo, alm Bambang Bhakti, Capt. Sardjono Jhony, dan kali ini dijabat oleh Ir. Rudy H. Setyo Purnomo.

Merpati, Burung dengan Sejuta Pesona

Jika kita ingin mengibaratkan tentang kesetiaan cinta terhadap pasangan, kita bisa mengambil burung merpati sebagai lambang kesetiaan. Seekor merpati jantan tidak akan berganti pasangan dengan betina selain pasangannya. Jika musim kawin tiba, burung merpati jantan ini akan selalu mengikuti kemanapun betina pasangannya pergi. Setelah betina bertelur, merpati jantan akan dengan setia bergantian dengan merpati betina untuk mengerami telur hingga menetas selama 19 hari masa eram. Juga setelah telur menetas, merpati jantan dan betina akan memberikan makan kepada anak-anak mereka secara bersama-sama. 

Merpati Digunakan Untuk Berkirim Surat
Selain dikenal sebagai lambang kesetiaan cinta, pada zaman dulu burung merpati juga sering digunakan untuk berkirim surat. Pemilik merpati menyelipkan kertas kecil yang berisi berita di kaki merpati, kemudian melepasnya agar merpati ini bisa menyerahkan surat tersebut sampai ke tujuan. Merpati jenis ini disebut dengan merpati pos.

Merpati pos mempunyai keunikan khusus dari jenis merpati lain. Merpati jenis ini bisa memanfaatkan medan magnet bumi untuk mengenali daerah dan mengingat daerah tempat tinggalnya. Mata merpati pos mempunyai indra khusus yang bisa mengenali berbagai mineral besi yang ada di tempat tinggalnya. Hal inilah yang membuat merpati pos bisa menentukan arah untuk pulang ke kandangnya, sehingga jarang sekali merpati pos yang nyasar dalam mengantarkan surat. Selain itu sifat setia merpati kepada pasangannya juga membuat merpati pos untuk selalu pulang ke kandang.

Banyak Perlombaan Merpati Balap
Salah satu kemampuan merpati adalah untuk terbang dengan cepat. Kemampuan ini kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang dengan mengadakan balap merpati. Merpati yang dipakai untuk balap adalah merpati jantan yang sudah terlatih. Merpati jantan yang menjadi peserta lomba dilepaskan dari jarak tertentu dan orang yang menjadi peserta lomba kemudian memanggil merpati jantan tersebut dengan menggunakan merpati betina pasangan merpati jantan yang ikut lomba.

Biasanya merpati yang diikutkan lomba selalu dijaga dalam masa kawin karena saat masa kawin ini merpati jantan akan sangat agresif terhadap merpati betina. Merpati jantan yang agresif terhadap merpati betina akan terbang dengan cepat untuk bertemu dengan pasangannya. Biasanya merpati yang menjadi pemenang balap merpati akan semakin mahal harganya. 

Nikmatnya Merpati Goreng
Satu lagi kelebihan merpati adalah dagingnya yang empuk dan gurih sehingga cocok untuk dimasak. Berbagai macam masakan berbahan dasar burung merpati bisa kita temukan di warung lesehan pinggir jalan hingga restoran bintang lima. Merpati goreng menjadi salah satu kuliner yang diburu orang. Apalagi jika merpati yang digoreng masih muda, ehhhmm…semakin menambah enak dan gurih dagingnya. Anda penasaran? Tidak ada ruginya bila mencoba kuliner ini…Mak Nyosss, kalau kata Bonda Winarno.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pesawat Unik yang Ada di Dunia
  • Lion Air Promo Kembali
  • Menikmati Penerbangan Bersama Lionair
  • Struktur Pasar Bandara Soekarno-Hatta
  • Citilink Air - Anak Perusahaan Garuda Indonesia
  • Pesawat Airbus A380, Pesawat yang Ambisius
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA