Meteor Jatuh di Indonesia - Ternyata Sudah Banyak!
Ilustrasi meteor jatuh di indonesia
Meteor jatuh di Indonesia. Masyarakat pun geger seketika mendengarnya.
Betapa tidak karena berita meteor jatuh di Indonesia menyedot perhatian publik maka wajar jika kemudian terjadi kekhawatiran di kalangan masyarakat awam akan ancaman meteor jatuh di Indonesia. Dari kejadian yang sudah, nampak sekali kerusakan yang disebabkan oleh meteor yang jatuh.
Ini kemudian diperparah dengan tayangan-tayangan dalam berita atau juga film yang menampakkan gerak meteor yang jatuh dari langit berbentuk separti bola api berekor lalu menumbuk bumi dan terjadilah kehancuran yang dahsyat. Tentu inilah yang menjadikan masyarakat ketakutan kalau-kalau memang masih ada meteor jatuh di Indonesia berikutnya.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang meteor jatuh di Indonesia maka alangkah lebih baiknya jika kita membahas apa sebenarnya meteor itu sendiri?
Lalu bagaimana kemudian meteor bisa jatuh ke bumi dan bisa menyebabkan kerusakan yang menakutkan.
Jika ditelisik dari penamaan maka meteor adalah kata yang diambil dari bahasa Yunani, artinya kira-kira adalah ‘tinggi di atas udara’ sebagaimana telah kita ketahui bahwa meteor memang berada tinggi di atas udara.
Bentuknya sendiri, meteor tampak semacam sisa-sisa asteroid atau bintang hancur. Orang mengenalnya dengan istilah bintang jatuh.
Karena meteor sudah dikenal sepanjang peradaban kuno yang ada di bumi ini maka pada abad kesembilan belas diketahui meteor sebagai sesuatu yang tidak usah dikhawatirkan karena memang jatuhnya meteor adalah fenomena astronomi.
Dalam teori Hukum Newton, saat posisi berdekatan dengan bumi, maka gravitasi bumi menjadikan meteor masuk ke zona atmosfer. Saat itulah meteor melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi di langit.
Pada 1833, ribuan warga Amerika Serikat menyaksikan badai meteor nan spektakuler. Mereka terkagum-kagum saat melihat ribuan meteor yang berlesatan memancarkan sinar dari satu titik di langit yang gelap.
Tentu hal serupa juga terjadi di Indonesia. Meteor jatuh di Indonesia juga terjadi pada 20 April 2010. Saat itu para pakar mengatakan bahwa telah terjadi hujan meteor Lyrids di kawasan Depok pukul 03.28 dini hari di mana saat itu adalah nampak dua meteor besar melintasi langit Indonesia.
Fenomena ini kemudian disebut dengan hujan meteor yang sejatinya adalah aktivitas sejumlah meteor karena serpihan meteoroid.
Sementara meteoroid sendiri bisa didefinisikan benda padat yang bergerak dan meluncur di ruang antar planet. Ukurannya sendiri lebih kecil dari asteroid yang kita kenal. Nah, kejadian hujan meteor Lyrids sejatinya juga sudah terdeteksi mulai 687 SM. Sementara titik pancarnya sendiri bersumber dari rasi bintang Lyra yang kita kenal sebagai satu dari sekitar 88 rasi bintang modern yang sudah diakui dalam dunia astronomi.
Meteor Jatuh di Indonesia adalah Keindahan
Tidak usah panik mendengar meteor jatuh di Indonesia. Para pakar telah menjelaskan bahwa meteor jatuh di Indonesia sejatinya biasa terjadi karena Indonesia berada pada ekuator, zona di mana hujan meteor akan selalu lebat dibanding daerah-daerah lainnya.
Bahkan jika beruntung, Anda akan bisa melihat fenomena itu setiap malam hanya saja kondisi langit haruslah sedang cerah dan terbebas dari polusi cahaya semisal disebabkan asap atau mendung.
Lantas bagaimana dengan kejadian meteor jatuh di Indonesia seperti yang terjadi di Jakarta dan mampu menghancurkan rumah yang tertabraknya? Itu memang sudah hukum alam karena hal demikian sudah dikabarkan sejak dahulu di mana ketika alam sudah rusak, maka hal-hal yang semula seimbang menjadi sengkarut dan menyebabkan celaka juga pada manusia.
Catatan Meteor Jatuh di Indonesia
Meteor Jatuh di Indonesia
Belum lama ini di kawasan Jakarta Timur, tepatnya di kawasan Duren Sawit masyarakat digegerkan dengan dugaan meteor yang jatuh dan menimpa salah satu rumah warga.
Media pun langsung mengabarkanya dengan bahasanya masing-masing sehingga ada yang merasa biasa-biasa saja namun tak jarang banyak masyarakat yang ketakutan karena meteor jatuh di Indonesia.
Ini tentu diamini para pakar lantaran ini adalah peristiwa langka. Biasanya meteor yang tak lain batu langit itu akan hancur terlebih dahulu sebelum ia singgah di bumi karena habis terbakar atmosfir.
Namun sekali lagi, itu bukanlah peristiwa terakhir kalinya meteor jatuh di Indonesia, akan masih ada banyak lagi meteor jatuh di Indonesia. Hal ini sekali lagi lantaran Indonesia berada pada zona ekuator di mana hujan meteor menjadi paling lebat di bumi Indonesia dibanding daerah-daerah lainnya.
Membicarakan meteor jatuh di Indonesia, ternyata bukan di Duren Sawit saja yang terjadi. Ada beberapa jejak-jejak yang membuktikan meteor jatuh di Indonesia. Sebagai wawasan meteor jatuh di Indonesia, maka berikut ini ada beberapa peristiwa meteor yang penah jatuh di bumi Indonesia tercinta ini.
Sementara dari sisi ukuran besarnya sendiri oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mengatakan kalau meteor itu sebesar buah kelapa atau kepala manusia.
Dalam catatan sejarah meteor jatuh di Indonesia, beberapa peristiwa jatuhnya meteor di Indonesia dimulai saat ditemukannya benda yang diduga meteor pada 1797 di kawasan Prambanan, Jawa Tengah.
Konon, meteor jatuh di Indonesia yang tepatnya berada di Jateng ini adalah untuk pertama kalinya terjadi. Pada 1811, kembali terjadi meteor jatuh di Indonesia seberat 10 ton yang ditemukan di daerah Surakarta masih zona Jawa Tengah.
Sementara itu, juga disusul dengan jatuhnya meteor seberat 16,5 kilogram yang jatuh di kawasan Cirebon, Jawa Barat. Lalu giliran Jawa Timur, tepatnya di daerah Cabe Remban terjadi meteor jatuh dengan ukuran berat mencapai 20 kilogram pada 19 September 1869.
Pada 19 maret 1884, meteor jatuh di Indonesia ditemukan di kawasan Djati Pengilon, Jawa Timur dengan jumlah berat 1,66 kuintal yang cukup mengagetkan warga saat itu.
Meski jaraknya memang terhitung tahunan, namun tetap saja ada lagi meteor jatuh di Indonesia. Pada 2 Juni 1915, meteorit dengan berat 24,75 kg kembali ditemukan.
Kali ini bukan di Jawa Tengah atau Jawa Barat, melainkan dekat dengan ibu kota Indonesia tepatnya di kawasan Klender, Jakarta Timur. Oleh para pakar, batu ini kemudian dinamai dengan sebutan Meester-Cornelis.
Lalu pada tanggal 19 Desember 2004, warga Jeungjing, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten telah mendengar ledakan keras di langit sekira pukul 07.30.
Menurut warga, suaranya sangatlah mengagetkan bahkan terdengar hingga ke Jakarta dan Bekasi. Karena tak berjejak, maka para ahli pun meyakini suara itu berasal dari ledakan meteor yang tidak sempat menghancurkan bumi.
Lalu giliran Bali, tepatnya di kawasan Gianyar, jatuhlah meteor pada 1 Januari 2008. Kemudian pada 8 Oktober 2009, warga Indonesia kembali digegerkan dengan meteor jatuh di Indonesia, tepatnya di atas Teluk Bone, Sulawesi Selatan, tepat di atas ketinggian sekira 15-20 kilometer.
Hal ini menjadi bahasan badan antariksa Amerika, NASA yang mengatakan kalau meteor dengan diameter 10 meter itu bisa membuat ledakan berkekuatan tiga kali bom atom Hiroshima, Jepang, jika sempat menimpa bumi. Sungguh sangat mengerikan bukan?
Semoga kabar meteor jatuh di Indonesia ini tidaklah menjadi pemikiran yang serius karena memang alam kadang lebih berkuasa dari pada manusia.

