logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Psikologi    Psikologi Belajar    Metode Belajar

Menerapkan Metode Belajar Quantum Learning Pada Anak

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Apa Itu Metode Belajar Quantum Learning?

Ada banyak teknik atau metode belajar yang dapat dterapkan sesuai dengan mata pelajarannya. Dalam kegiatan belajar keterampilan berbahasa pun banyak teknik yang dapat digunakan. Teknik-teknik dalam metode belajar akan efektif jika penggunaannya tepat atau sesuai dengan kondisi siswa dan suasana kelas.

Hal yang harus diperhatikan adalah tidak semua metode belajar yang sama bisa diterpakan pada banyak anak. Jika anak Anda justru dirasa lebih pintar ketika belajar sembari menonton televisi, maka tidak perlu khawatir. Bisa jadi anak Anda memang tipe pendengar. Dia akan lebih berkonsentrasi justru ketika keadaan di sekitarnya ramai.

Dari sekian banyak metode belajar, sedikitnya ada tiga metode belajar yang saat ini mempengaruhi pola pendidikan kita, yakni Quantum Learning, Accelerated Learning, dan Contextual Teaching and Learning. Metode ini bukan saja berpengaruh pada penerapannya di dalam kelas, melainkan juga berpengaruh pada kebijakan kurikulum dan aturan pendidikan lainnya. Ketiga metode tersebut pada prinsipnya saling mendukung dan saling mempengaruhi.

Salah satu metode belajar yang banyak diterapkan sekarang adalah Quantum Learning. Istilah Quantum, meminjam istilah dalam fisika, menunjukkan bahwa potensi yang dimiliki manusia itu ibarat kuantum yang dapat diubah menjadi energi yang dahsyat. Manusia pada dasarnya memiliki kemampuan luar biasa untuk melampaui kemampuan yang ia perkirakan.

Menggunakan metode belajar Quantum Learning berarti mengubah strategi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pengajar Indonesia. Keterampilan guru harus ditingkatkan. Interaksi antara tenaga pengajar dan siswa harus bersinergi sehingga dapat mengubah kemampuan serta bakat yang dimiliki oleh keduanya, baik guru maupun siswa.

Tujuan utama dari metode belajar ini adalah benar-benar untuk mengubah sistem belajar mengajar yang telah mengakar di Indonesia. Sebuah metode belajar yang berpola sama setiap tahunnya. Guru menerangkan dan siswa mendengarkan. Diluar konteks siswa tersebut dapat memahami pelajaran dengan baik atau tidak.

Hal yang harus disadari ketika akan menerapkan metode belajar Quantum Learning adalah lingkungan tempat belajar mengajar itu diadakan. Pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar berdampak pada berhasil atau tidaknya metode belajar Quantum Learning ini diterapkan. Ketika menerapkan metode belajar seperti ini, interaksi antara siswa dengan masyarakat juga menjadi hal yang penting. Suasana belajar yang menyenangkan akan tercipta dari keakraban dengan masyarakat sekitar.

Metode belajar Quantum Learning ini dikembangkan agar suasana belajar mengajar yang monoton, membosankan dan memungkinkan anak untuk tertidur di dalam kelas ketika jam pelajaran berlangsung dapat diminimalisir. Keadaan belajar mengajar yang menyenangkan secara langsung akan berpengaruh pada minat anak untuk memahami atau memelajari sesuatu.

Quantum Learning ini berbasis pada cara pandang bahwa  manusia memiliki potensi yang belum tergali. Untuk menggali potensi ini, lingkungan harus mendukung agar proses belajar berlangsung mudah, menarik, dan menyenangkan. Ada beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengaplikasikan metode belajar Quantum Learning, yakni sebagai berikut.

Metode Belajar dalam Quantum Learning

1. Metode Belajar - Membangkitkan motivasi dengan AMBAK (Apa Manfaatnya Bagiku?)

Ketika memahami metode belajar ini, seorang Bobbi DePorter mengatakan, “Sebelum Anda melakukan hampir segalanya dalam hidup Anda, baik secara sadar maupun tidak, Anda akan bertanya pada diri Anda tentang pertanyaan penting ini, ‘Apa manfaatnya bagiku?’.

Mulai dari pekerjaan sehari-hari yang paling sederhana hingga monumental yang mengubah hidup, segala sesuatu harus menjanjikan manfaat pribadi atau Anda tidak mempunyai motivasi untuk melakukannya. Begitupun dengan metode belajar yang nantinya akan Anda pilih untuk anak Anda.

Berdasarkan hal tersebut, para guru selayaknya memberikan pemahaman mengenai manfaat apa yang akan diperoleh saat mempelajari materi yang diajarkan. Guru dapat mengaitkan secara langsung manfaat tersebut dengan kehidupan nyata. Dengan begitu, para siswa akan bersemangat mempelajarinya karena sangat jelas manfaatnya. Metode belajar seperti itu nyatanya cukup berhasil.

Selain itu, para siswa pun harus terbiasa menanyakan pertanyaan AMBAK (apa manfaatnya bagiku?) kepada diri sendiri setiap kali memperoleh pengetahuan baru. Metode belajar seperti ini akan mendorong siswa untuk aktif mencari jawabannya, baik dengan bertanya langsung kepada guru maupun bediskusi dengan teman. Motivasi belajar itu sangat penting, sebab berkaitan dengan kebutuhan dan tujuan. Ketika motivasi dan minat itu tumbuh, siswa akan belajar secara aktif.

2. Metode Belajar - Menata Lingkungan Belajar yang Kondusif

Metode belajar selanjutnya adalah menata lingkungan belajar. Lingkungan belajar sangatlah penting untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Lingkungan yang kondusif ini akan memberikan sugesti positif bagi siswa. Kenyamanan lingkungan belajar ala Quantum Learning adalah belajar dengan iringan musik. Relaksasi yang diiringi dengan musik membuat pikian selalu siap dan mampu berkonsentrasi.

Menurut Dr. Georgi Lazanov, musik yang paling membantu adalah musik barok seperti Bach, Handel, Pachelbel, dan Vivaldi. Para komposer ini menggunakan ketukan yang sangat khas dan pola-pola yang secara otomatis menyingkronkan tubuh dan pikiran. Menerapkan metode belajar dengan musik juga berakibat baik bagi siswa.

3. Metode Belajar - Menemukan Gaya Belajar Siswa

Metode belajar dengan memerhatikan gaya belajar siswa juga dirasa cukup berhasil. Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan potensi. Gaya belajar ini berkaitan dengan bagaimana kita menyerap informasi dengan mudah, dan cara kita mengatur dan mengolah informasi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian Bobbi DePorter, bahwa kecendrungan seseorang untuk belajar meliputi tiga gaya, yakni gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, gaya belajar kinestetik.

Metode belajar yang pertama dilihat dari bahasan gaya belajar anak adalah gaya belajar visual. Gaya belajar visual adalah seseorang yang lebih paham atau mendapat penjelasan tentang sesuatu hal jika membaca atau melihat ilustrasi atau gambar. Hal ini menunjukkan kecendrungan modalitas yang ada pada seseorang adalah mudah untuk mengetahui modalitas orang lain dengan memperhatikannya secara visual (indra penglihatan).

Ciri-ciri orang visual adalah rapi dan teratur, berbicara dengan cepat, perencana dan pengatur jangka panjang yang baik, pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka, mengingat apa yang dilihat daripada yang di dengar, biasanya tidak terganggu oleh keributan, dan lebih suka membaca daripada dibacakan.

Metode belajar yang kedua adalah  gaya belajar auditorial. Gaya belajar auditorial lebih memfokuskan pada kemampuan pendengarannya. Orang-orang auditorial lebih suka medengarkan materi dari pada membaca.

Adapun ciri-ciri orang auditorial adalah mudah terganggu oleh keributan, merasa kesulitan untuk menulis, tetapi hebat dalam berbicara, lebih suka musik daripada seni visual, suka berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar.

Selain itu, mereka biasanya mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain, lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya, suka membaca dengan keras dan mendengarkan.

Metode belajar ketiga yang berkenaan dengan gaya belajar dan biasanya diterapkan pada Quantum Learning adalah  gaya belajar kinestetik. Orang-orang kinestetik lebih mudah menyerap makna dengan praktik langsung karena dengan melihat dan mendengar mereka kurang mampu. Pelajar kinestetik lebih baik dalam aktivitas bergerak dan interaksi kelompok.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Raih Prestasi dengan Cara Belajar Efektif
  • Teori Belajar Behavioristik
  • Cara Belajar Anak Autis Melalui Terapi
  • Seputar Teori Belajar Behavioristik
  • Psikologi Belajar dan Kemajuan Bangsa
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA