logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Artikel Umum Islam    Metode Dakwah Rasulullah

Mengenal Metode Dakwah Rasulullah

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Metode dakwah Rasulullah merupakan sebaik-baik metode dakwah yang patut dicontoh dan diteladani oleh para penyeru agama Allah. Metode dakwah yang diajarkan Rasulullah bersifat bijaksana dan tidak mempersulit, akan tetapi berbuah pada keberhasilan yang dapat dilihat dari tersebarnya Islam ke jazirah-jazirah arab. Dalam kurun masa kurang dari enam puluh tiga tahun, Islam yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah mampu berkembang secara pesat di tengah kondisi jahiliyah masyarakat arab yang cukup parah.

Akhlak Rasulullah adalah cerminan Al-Quran. Segala tindak tanduk Rasulullah merupakan aplikasi dari nilai-nilai Al-Quran. Rasulullah tidak hanya mengajarkan dakwah melalui lisan kepada ummatnya. Namun yang menjadi rahasia besar kesuksesan Rasulullah dalam berdakwah adalah kemampuan Rasulullah menyampaikan dakwah melalui contoh amal perbuatan. Segala bentuk amal perbuatan, ucapan dan ketetapan Rasulullah merupakan landasan hukum bagi ummat Islam, atau lebih dikenal dengan istilah hadist.

Metode dakwah Rasulullah senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai Al-Quran. Al-Quran mengajarkan metode dakwah yang sangat bijaksana dan mengena. Kebijaksanaan ini semakin memperjelas kebenaran dan kemuliaan Islam sebagai agama paling akhir yang diakui oleh Allah SWT.

Kandungan Surat Al-Anfal ayat 125

Metode dakwah Rasulullah mengacu pada anjuran Allah mengenai cara berdakwah yang tercantum dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 125. Ayat ini mencakup beberapa metode dakwah sebagai berikut;

  1. Disampaikan dengan cara yang hikmah dan pengajaran yang baik

    Cara hikmah yang dimaksud di sini adalah perkataan yang tegas dan benar yang membedakan antara yang hak dan yang batil. Dakwah harus disampaikan dengan cara yang hikmah, hingga tidak menimbulkan hal samar-samar yang membingungkan. Pengajaran yang baik di dalam metode dakwah Rasulullah juga dimaknai sebagai dakwah yang baik disampaikan dengan cara yang lemah lembut.

    Rasulullah telah mengajarkan kelemah lembutan  yang beliau tunjukkan tak hanya kepada para sahabat dan orang-orang muslim. Namun juga tetap lemah lembut pada musuh yang akan membunuh beliau. Inilah ketinggian akhlak berdakwah Rasulullah yang mengacu pada anjuran hikmah dalam Al-Quran.

  2. Mendebat dengan cara yang baik

    Metode dakwah Rasulullah senantiasa menghindari cara berdebat yang hanya akan melemahkan seorang dai. Rasulullah senantiasa menghindari perdebatan yang diajak oleh kaum kafir Quraisy. Dan jikalau pun beliau terjebak ke dalam sebuah perdebatan, Rasulullah akan mendebat dengan cara yang sangat baik dan bijak. Hal ini beliau contohkan ketika suatu saat beliau ditemui oleh seorang utusan kaum kafir Quraisy. Utusan tersebut merayu dan membujuk Rasulullah untuk meninggalkan dakwah yang diperintahkan Allah. Sebagai gantinya kaum kafir Quraisy akan memberikan apa saja yang dikehendaki Rasulullah seperti harta, wanita dan jabatan.

    Dalam kondisi perdebatan yang sangat penting tersebut (menyangkut akidah) Rasulullah mencontohkan sikap yang tenang dan cerdas. Beliau mempersilahkan utusan tersebut selesai bicara, beliau menanyakan kepada utusan tersebut, “Sudah selesai Anda berbicara?”. Inilah bentuk keteladanan Rasulullah yang diajarkan pada ummat manusia dalam menyebarkan dan menyampaikan ajaran dakwah. Bahkan dalam kondisi perdebatan yang sudah mencapai klimaks nilai-nilai dakwah sekalipun Rasulullah tetap mengajarkan kepada manusia cara berdebat dan berargumen yang baik dan bijak.

  3. Membalas kejahatan dengan kebaikan

    Metode dakwah Rasulullah lainnya yang diajarkan kepada ummatnya adalah membalas sikap jahat yang dilakukan objek dakwah dengan akhlak mulia yang mengetuk hati objek dakwah, untuk selanjutnya mengantarkannya kepada keimanan. Suatu ketika Rasulullah sering dicaci oleh seorang pengemis buta. Rasulullah senantiasa bersabar menyuapi dan memberi makan si pengemis, sementara dirinya selalu dihujat. Setelah Rasulullah wafat barulah si pengemis tersebut tau bahwa yang menyuapi dan memberinya makan selama ini adalah Rasulullah. Lantas si pengemis pun masuk Islam.
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Dasar-dasar Kajian Islam
  • Doa Mustajab - Milik Siapakah?
  • Makalah Sejarah Islam: Era Peperangan Umat Islam
  • Khutbah dan Jenis-jenisnya dalam Islam
  • Perilaku Terpuji Agama Islam dalam Perang
  • Abu Bakar As-Shidiq, Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga
  • Mengetahui Macam-macam Tempat Ruqyah
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA