Memetik Pelajaran dari Metode Dakwah Rasulullah di Makkah
Mekkah merupakan kota pertama kali penyebaran agama Islam. Karena Rasulullah Saw. adalah penduduk asli kota Makkah. Saat ia diangkat menjadi Rasul Allah, ia menerima pesan untuk menyempaikan dakwah kepada khalayak Makkah pada saat itu.
Tentunya, metode yang digunakan Rasulullah dalam berdakwah adalah berdasarkan petunjuk dari Allah. Karena itu, layak dipelajari dan dipetik hikmah dari metode dakwah Rasulullah di Mekkah.
Karakteristik Masyarakat Mekkah sebelum Rasul Diutus
Penduduk Mekkah terkenal dengan masyarakat yang kejam dan menserikatkan Allah. Dikatakan kejam, karena hukum pada saat itu bernaung dan berpihak kepada siapa saja yang memiliki harta banyak dan kasta yang tinggi.
Tak hanya itu, khalayak Mekkah juga malu jika memiliki keturunan wanita. Sehingga ketika lahir anak wanita, mereka berusaha menyembunyikan atau membunuhnya. Contoh konkritnya adalah perilaku Umar bin Khattab sebelum memeluk agama Islam. Ia pernah menanam putrinya yang baru lahir hidup-hidup. Lantas, bagaimana cara Rasulullah berdakwah dalam komunitas seperti ini?
Urgensi Pendidikan Tauhid
Cara Rasulullah berdakwah dalam lingkungan yang kejam tersebut adalah, jika sudah mengucapkan dua kalimat syahadat mereka didik untuk memperkuat ketauhidan kepada Allah. Mereka didik untuk hanya menyembah kepada Allah. Mereka tidak boleh mencampurkan ibadahnya karena Allah dan kedua berhala besar, latta dan Uzza, yang berada di dinding Ka’bah.
Dengan pendidikan tauhid yang diajarkan, ada nilai pendidikan lain yang tersirat. Pendidikan taat kepada Allah Swt. Ketika sudah taat, maka apa pun yang disampaikan Rasulullah tentang ajaran Islam akan dilaksanakan. Karena itu, Metode dakwah Rasulullah di Mekkah adalah mengenai ketauhidan.
Kesamaan Metode Dakwah dengan Nabi-Nabi Sebelumnya
Sejatinya, metode dakwah Rasulullah di Mekkah tidak jauh berbeda dengan metode dakwah para nabi yang lain. Nabi Ibrahim misalnya, metode dakwahnya pertama sekali adalah tentang keesaan Allah. Dengan lantang ia membuktikan bahwa sembahan dan pandangan masyarakatnya saat itu tentang tuhan adalah salah. Dengan berani ia menghancurkan berhala-berhala besar tersebut dan berdebat dengan mereka untuk membuktikan bahwa Tuhan bukanlah seperti yang mereka sembah.
Pelajaran dari Metode Dakwah Rasulullah
Sedangkan bagi kita, pelajaran dari metode dakwah Rasulullah di Mekkah adalah untuk senantiasa mengajarkan tauhid kepada keturunan. Pasalnya, tauhid adalah pondasi dasar dalam hidup di dunia dan bekal utama untuk mendapatkan surga. Dengan pendidikan tauhid manusia bisa menerima segala aturan Allah.
Dengan tauhid manusia bisa mengakui keesaan Allah. Dengan tauhid juga manusia bisa mengakui bahwa Allah adalah pemilik diirinya. Sehingga dalam mengarungi hidup ini, ia tidak pernah putus asa. Ia mengetahui ada Allah yang menentukan segalanya. Ia hanya berusaha dan senantiasa mengikuti aturan-aturan Allah.






