logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Pengasuhan    Mendidik Anak

Mengintip Metode Pendidikan Anak di Lingkungan Keluarga


Ilustrasi metode pendidikan anak

Pendidikan anak adalah pendidikan dasar bagi setiap perkembangan kompetensi anak. Pendidikan ini mengarahkan tujuan pada upaya agar anak siap mengikuti proses pendidikan selanjutnya. Dan, metode pendidikan anak harus benar-benar sesuai agar hasilnya dapat maksimal

 

Seperti kita ketahui, anak-anak merupakan masa yang paling peka dan gampang sekali dipengaruhi. Dan, karena hal tersebut, maka metode dalam pendidikan anak diarahkan agar kita dapat memfasilitasi kondisi tersebut. Kita harus dapat menciptakan atau menerapkan metode pendidikan yang benar-benar pas untuk mereka.

 

Oleh karena itulah, maka banyak orang tua yang mengirimkan anak-anaknya untuk mengikuti proses pendidikan dasar. Mereka mengirim anak-anak ke PAUD dan selanjutnya TK. Ini mereka posisikan sebagai pendidikan dasar bagi anak-anaknya. Mereka yakin bahwa metode dalam pendidikan anak yang diterapkan di PAUD ataupun TK mampu mengarahkan anak-anak pada proses pendidikan awal atau dasar ini.

 

Urgensi Pendidikan Anak

 

Bila kita kembali pada konsep dasar pendidikan, maka kita mengetahui bahwa sebenarnya pendidikan dasar itu yang paling tepat adalah di keluarga. Sejak kecil anak-anak berada di lingkungan  keluarga dengan segala kegiatannya.

 

Di lingkungan keluarga, anak-anak mendapatkan proses pembimbingan dan pendampingan pendidikan secara intensif. Disinilah pendidikan dan pembelajaran yang pertama kali benar-benar dilaksanakan. Ayah dan ibu serta orang-orang terdekat di dalam keluarga memberikan bimbingan pendidikan dan pembelajaran tanpa mengenal lelah.

 

Sejak anak belum dapat melakukan apa-apa, mereka melakukan pembimbingan dan pendampingan hingga setidaknya anak-anak mempunyai kemampuan dasar, yaitu berjalan, berbicara, dan melakukan beberapa kegiatan dasar dari kehidupan.

 

Di lingkungan keluarga inilah sebenarnya urgensi pendidikan dan pembelajaran anak diselenggarakan. Anak yang semula sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa, tetapi dengan pembimbingan dan pendampingan orang-orang yang ada di sekitarnya, maka anak-anak dapat melakukan untuk kehidupannya.

 

Metode Pengasuhan Anak dalam Keluarga

 

Kita harus mengakui bahwa pendidikan dasar yang paling berhasil adalah pendidikan di lingkungan keluarga. Pendidikan ini dimulai dari ketika anak baru lahir.

 

Pada saat anak lahir, maka ayahnya atau orang terdekatnya membacakan adzan dan iqhomah. Ini merupakan pendidikan dan pembelajaran pertama atas keimanan manusia. Dan, hal tersebut akan menjadi dasar kehidupan anak setelah dewasa. 

 

Setelah itu, anak diajari bagaimana minum, makan, berjalan, berbicara, menyapa oranglain, bersalaman, dan sebagainya. Semua itu ternyata berhasil menjadikan anak anak sebagaimana tujuannya.

 

Dengan memperhatikan secara detail segala hal yang dilakukan sebuah keluarga dalam mendidik dan megajar anak-anaknya, maka setidaknya kita melihat ada beberapa metode dalam memberikan pendidikan anak yang sangat efektif. Bahwa, proses pendidikan dan pembelajaran yang diterapkan di dalam lingkungan keluarga bersifat pengasuhan sehingga dalam banyak hal anak mendapatkan segalanya secara utuh.

 

Dari sini kita mengetahui bahwa keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran di lingkungan keluarga dapat berhasil karena metode yang diterapkan adalah metode pengasuhan. Dengan metode pengasuhan untuk setiap anak, maka proses pendidikan dan pembelajaran dapat dilaksanakan sebaik-baiknya.

 

Metode pengasuhan memungkinkan interaksi intensif antara pembimbing dan anak, dalam hal ini orangtua, kakak, dan orang –orang yang ada di sekitar mereka. Mengasuh berarti membimbing dan memberikan arahan secara melekat kepada anak. Dengan pembimbingan melekat ini, maka hubungan antar person sangat dekat dan setiap materi pembimbingan dapat disampaikan dengan efektif.

 

Beberapa Metode Pendidikan dan Pembelajaran di Keluarga

 

Sementara untuk proses pendidikan dan pembelajaran di lingkungan keluarga dilaksanakan dan diterapkan berdasarkan beberapa metode pembelajaran, yaitu:

 

•    Metode replika /meniru

 

Proses pendidikan dan pembelajaran di lingkungan keluarga dapat memberikan bekal aplikatif kepada anak didik karena menerapkan metode meniru. Anak anak dibiasakan untuk berada pada sebuah kondisi yang memungkinkan baginya untuk meniru beberapa kompetensi untuk dirinya.

 

Dengan cara seperti ini, maka anak secara cepat dapat mengikuti setiap kegiatan yang ada dan dilakukan oleh orang-orang disekitarnya. Anak-anak menirukan setiap apa yang ditemukannya.

 

Dalam hal pendidikan anak usia dini maka hal inilah yang akan banyak sekali dilakukan oleh anak kita. Mereka paling banyak menirukan apa yang dilakukan dan dikatakan oleh orang yang berada di sekelilingnya.

 

Jadi sebagaui orang tua, jika kita menginginkan anak kita untuk memiliki sebuah watak atau karakteristik tertentu maka kitalah yang harus pertama kali menguasai mengenai hal tersebut. Suatu contoh, misalnya kita ingin menanamkan kepada anak perihal pentingnya sholat. Pada bab tersebut kita selalu menanamkan kepada anak betapa pentingnya sholat dalam kehidupan kita dan akibatnya jika kita meninggalkannya.

 

Hal yang paling mudah untuk dijadikan sebagai sarana pembelajaran adalah contoh. Anak akan mudah jika ia melihat orang tuanya juga melakukan sholat. Adalah hal yang aneh dan juga lucu jika orang tua mengajarkan kepada anaknya untuk sholat namun mereka sendiri malah tidak sholat.

 

Akan lebih mudah lagi ketika orang tua mengajak mereka untuk sholat berjamaah bersama. Atau jika si ayah mengajak anak-anak lelakinya untuk sholat berjamaah di masjid.

 

Penanaman nilai ini akan terasa lebih sangat mudah dilakukan. Karena anak tak hanya akan menerima maklumat-maklumat tertentu yang dapat dianggap sebagai dogma semata. Namun jika orang tua turut melakukan apa yang diajarkan maka hal itu juga menunjukkan betapa sangat pentingnya hal tersebut untuk dilakukan.

 

•    Metode duplikasi

 

Pada metode ini kita memperbanyak materi pelajaran untuk anak. Anak dikondisikan untuk berada pada lingkungan dengan jumlah orang yang banyak dan bervariasi. Hal ini memungkinkan anak untuk mendapatkan informasi dan materi pelajaran hidup yang banyak dan anak dikondisikan untuk memperbanyak hal tersebut di dalam dirinya.

 

Hal ini sejatinya hampir sama dengan metod esebelumnya yaitu meniru. Anak menganggap apa yang ada di sekitarnya adalah hal yang benar sehingga akan menirunya. Maka dari itu, orang tua haruslah dapat untuk meciptakan sebuah lingkungan yang sangat kondusif untuk perkembangan anak.

 

Orang tua memberikan lingkungan keluarga yang mantap untuk membentuk anak yang berkualitas. Lalu ketika akan berada di lingkungan luar maka anak sudah dapat untuk memiliki filter sendiri mengenai apa yang memang benar dan apa yang tak seharusnya dilakukan.

 

Karena di lingkungan luar akan banyak hal yang terjadi dimana hal tersebut tentunya tak semuanya sesuai dengan apa ang kita inginkan. Terutama dalam hal teman sepermainan, dimana pengaruhnya amatlah dapat dirasakan dengan cepat.

 

Untuk itu, orang tua harus dapat meneliti teman sepermainan yang akan memberikan efek yang baik untuk perkembangan anak. Dan orang tuapun harus berani untuk menghindarkan anak dari teman sepermainan yang hanya akan memberikan dampak buruk bagi pola pendidikan anak.

 

•    Metode Adopsi

 

Pada metode ini, anak mengadopsi atau mengambil kemampuan yang dimiliki orang-orang disekitarnya untuk dijadikan sebagai bagian dirinya. Jika ada orang-orang dengan kemampuan lebih, maka anak mengadopsi kemampuan tersebut untuk dirinya.

 

Dengan demikian, maka peningkatan kemampuan anak dapat meningkat secara cepat. Dan, mereka siap menghadapi kehidupan masyarakat. Hal ini juga amatlah mudah untuk dilakukan oleh anak.

 

Walaupun anak masih dalam taraf yang masih dini, sejatinya mereka mendengar dan mengerti apa yang ada di lingkungan mereka ataupun segala penanaman ide yang diberikan oleh orang tua.

 

Hal ini haruslah benar-benar dimanfaatkan oleh orang tua. Mereka dapat merancang pendidikan seperti apa yang ingin diberikan. Ataupun menyusun hal-hal yang ingin dimiliki oleh si anak.

 

  • Metode Keteguhan

 

Anak akan melihat bagaimana orang tua melakukan apa yang diajarkan kepadanya dan juga meneliti bagaimana orang tua juga meninggalkan apa yang dilarang untuk dilakukan kepadanya. Untuk itu, orang tua juga berada di dalam tahapan pembelajara ketika mengajarkan kepada anaknya.

 

Orang tua haruslah teguh atau berada di jalan yang sama dengan anak. Sama-sama memiliki niatan untuk melakukan hal yang telah diajarkan setiap waktu. Tanpa mengharapkan adanya pemakluman-pemakluman untuk dapat melakukan pelanggaran.

 

Kualitas anak aan sangat bergantung mengenai hal ini. anak akan bingung jika melihat suatu kali orangtuanya melakukan hal yang tak boleh dilakukan. Dan di sisi lain mengajarkan untuk melakukan hal tersebut. Jadi, orang tua juga harus turut belajar dalam menjalankan pendidikan kepada anaknya.

 

Begitulah metode pendidikan anak yang diterapkan di lingkungan keluarga sehingga anak mempunyai kemampuan yang siap untuk menjalani kehidupannya. Bagaimana dengan keluarga anda?

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Ini Dia Cara Mendidik Anak Cerdas
  • Membuat Pembahasan pada Makalah Pendidikan Anak
  • Keuntungan dan Cara Mendidik Anak Secara Islami
  • Kesalahan dalam Mendidik Anak
  • Cara Mendidik Anak dalam Islam
  • Cara Mendidik Anak Usia Dini yang Baik
  • Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam
  • Pentingkah Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan?
  • Pendidikan Anak Dalam Islam
  • Mendidik Anak Cerdas
  • Peran Ibu dalam Mendidik Anak
  • Mendidik Anak Dalam Islam
  • Tips Agar Cerita Anak Durhaka Mudah Dipahami
  • Dampingi Anak Membuat Kerajinan Kayu Sederhana Yuk!
  • Pentingnya Peranan Orang Tua Dalam Mendidik Anak
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA