Ketepatan Memilih Metode Penelitian Akuntansi

Penelitian akuntansi yang baik pasti ditunjang dengan metode penelitian yang baik. Prinsip ini bergema di dunia akademik. Metode penelitian akuntansi sangat vital karena berpengaruh terhadap hasil (output).
Banyak penelitian akuntansi yang gagal disebabkan metode penelitian yang lemah. Belum lagi desain penelitian yang bersifat ilmiah mensyaratkan ketentuan yang baku, kaku, dan formal.
Desain penelitian akuntansi itu sendiri berarti sebuah framework atau blueprint untuk menyertakan penelitian akuntasni. Kerangka kerja (framework) ini berisi prosedur-prosedur yang diperlukan untuk memperoleh informasi dalam rangka menata atau memecahkan masalah penelitian akuntansi.
Metode Penelitian Akuntansi
- Exploratory. Bertujuan untuk menelaah dan mendapatkan pandangan terhadap situasi masalah yang dihadapi peneliti. Digunakan peneliti untuk merumuskan masalah secara lebih pasti. Terutama jika belum ada penelitian sebelumnya. Biasanya menggunakan metode semacam survey of experts, pilot surveys, secondary data, dan kualitatif.
- Conclusive. Bertujuan membantu decision maker dalam menentukan evaluasi dan memilih tindakan terbaik yang diperlukan pada situasi tertentu. Conclusive terbagi dua menjadi deskriptif dan kausal. Deskriptif berarti menjabarkan profil masalah secara lengkap. Sedangkan kausal mencari hubungan sebab akibat.
Teori
Hal yang perlu diperhatikan dari metode penelitian akuntansi adalah teori. Mengapa teori penting?
- Understanding. Fungsi teori ialah untuk bisa memahami masalah yang dihadapi. Teori dapat menjelaskan hubungan sebab akibat (kausal) maupun secara deskriptif.
- Explain. Fungsi teori ialah menjelaskan mengapa masalah bisa muncul. Teori akan menjabarkan riwayat persoalan ini dari a – z.
- Forecast. Fungsi teori ialah meramal masa yang akan datang. Berkaca pada teori akan membuat kita mampu menebak, memprediksi, dsb. apa yang akan terjadi di masa mendatang.
Identifikasi Masalah
Metode penelitian akuntansi akan selalu timbul karena masalah. Mengidentifikasi masalah bisa dilakukan dengan cara berikut ini.
- Gap teori dan aktual. Teori yang didapat dari buku bisa dibandingkan dengan realita yang terjadi di lapangan. Ketika terjadi jurang pembeda (gap) yang dalam itu adalah sebuah masalah. Cara ini relatif mudah dilakukan karena banyak teori yang tidak sesuai dengan kenyataan.
- Fenomena riil yang dikembangkan berdasar teori. Fenomena yang terjadi dalam kehidupan bisa dikaitkan dengan teori. Ini termasuk fungsi teori explain (menjelaskan). Semisal tengah terjadi kehebohan disebabkan suatu kasus. Ini bisa jadi masalah ketika ternyata relevan dengan teori.
- Konflik hasil penelitian atau teori. Suatu teori tidak bisa berdiri sendiri karena kerap dibantah dengan teori lainnya. Begitu juga dengan hasil penelitian yang tidak tunggal hasilnya. Masalah bisa ditemukan dalam situasi demikian. menguji teori atau penelitian yang berkonflik lalu mencarikannya tesis, sintesis, atau justu antitesis.






