logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Karya Ilmiah    Penulisan Karya Ilmiah

Peraturan dan Metode Penulisan Ilmiah


Ilustrasi metode penulisan ilmiah

Penulisan sebuah karya ilmiah tidak dapat dilakukan sekehendak hati, apalagi sampai mencampurkan fakta dengan imajinasi. Sebuah karya tulis ilmiah harus ditulis dengan berpatokan pada peraturan dan metode penulisan ilmiah.

Persiapan

Ketika hendak menulis sebuah karya ilmiah, seorang penulis haruslah:

  • Memiliki teori ilmiah
    Teori ilmiah ini memberikan dasar dan rangka pada naskah yang akan ditulis.

  • Memiliki masalah
    Masalah adalah sesuatu yang menggerakkan manusia untuk melakukan sesuatu. Masalah yang dapat dijadikan bahan pembahasan dalam karya ilmiah adalah masalah yang penting, realistis, dan memiliki kegunaan.

  • Memiliki rencana
    Rencana kerja ini diperlukan untuk membatasi ruang lingkup masalah yang akan ditulis. Masalah jangan terlalu luas hingga menjadi sama-samar namun  juga jangan terlalu sempit.

  • Memiliki hipotesis
    Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap suatu persoalan.

  • Memiliki data
    Karya ilmiah bukan ditulis berdasarkan imajinasi. Karya ilmiah harus didukung oleh data yang aktual, relevan, dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Penulisan Ilmiah

Metode penulisan ilmiah yang umum digunakan memiliki kerangka sebagai berikut:

  • Judul karya ilmiah
    Judul tak perlu panjang namun harus menggambarkan isi tulisan. Hindari penggunaan judul yang bombastis dan berpeluang menimbulkan penafsiran ganda.

  • Kata pengantar
    Kata pengantar ini harus mengantarkan pembaca karya ilmiah pada masalah yang sedang dibahas.

  • Daftar isi
    Jika karya ilmiah terdiri dari banyak halaman (berupa makalah dan bukan berupa artikel ringkas), daftar isi merupakan sebuah keharusan. Daftar isi ini akan memudahkan pembaca untuk memperoleh gambaran tentang masalah yang sedang dibahas. Daftar isi ini juga mencerminkan cara pikir seorang penulis karya ilmiah.

  • Bab pendahuluan
    Bab pendahuluan ini mengutamakan perumusan dan penjelasan masalah secara umum. Bab pendahuluan ini diuraikan secara ringkasan namun dapat memberikan ilustrasi tentang masalah yang dibahas.

  • Bab penguraian
    Bab ini memuat penjelasan mengenai segala sesuatu yang dipaparkan di dalam bab pendahuluan. Bab penguraian ini harus disusun secara sistematis, logis, dan seimbang.

  • Bab kesimpulan
    Bab ini berisi kesimpulan dari masalah yang penjelasan yang telah diuraikan pada bab penguraian. Dalam kesimpulan akan terlihat hubungan dan akibat dari masalah yang dibahas. Masalah yang tidak dibahas dalam bab penguraian tidak boleh tercantum di dalam kesimpulan. Kesimpulan juga dapat menjadi rekomendasi untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.

  • Daftar pustaka
    Salah satu ciri yang membedakan metode penulisan ilmiah dari karya fiksi adalah adanya daftar pustaka. Daftar pustaka yang dicantumkan adalah daftar pustaka yang relevan dan benar-benar digunakan dalam penyusunan karya ilmiah. Daftar pustaka ini memudahkan pembaca untuk menelusuri data yang digunakan sekaligus menunjukkan seberapa luas wawasan si penulis. Daftar pustaka disusun berdasarkan tata cara penulisan daftar pustaka yang berlaku universal.

  • Lampiran
    Karya ilmiah yang berupa makalah bisa dilengkapi dengan berbagai lampiran yang relevan. Termasuk dalam lampiran ini antara lain: formulir, peraturan-peraturan, tabulasi statistik, dan sebagainya.

  • Indeks
    Indeks memberikan petunjuk tentang hal-hal penting yang ada dalam sebuah karya ilmiah. Seperti halnya daftar pustaka, indeks pun disusun secara alfabetis.

Metode Penulisan Ilmiah yang Baku

Karya ilmiah merupakan bentuk tulisan bersifat ilmu pengetahuan yang disajikan menggunakan bahasa formal sesuai kaidah tata bahasa yang berlaku.

Informasi dalam karya ilmiah disajikan secara lengkap dan utuh, melalui penelitian dan percobaan yang dilakukan sebelumnya. Dalam bidang ilmu tertentu, karya ilmiah disusun dalam rangka membuktikan suatu percobaan. Oleh sebab itu, karya ilmiah mempunyai peranan penting dalam melaporkan hasil penelitian atau percobaan.

Karya ilmiah tergolong dalam beberapa bagian, yaitu makalah, laporan, skripsi, tesis, dan disertasi.

Penulisan karya ilmiah yang baik dan benar akan memberikan kemudahan bagi para pembaca dalam memahami isinya. Baik bagi kalangan akademisi di perguruan tinggi maupun masyarakat awam.

Yang menjadi kesulitan bagi para penulis karya ilmiah adalah sistematika penulisan yang dianggap kaku dan formal. Oleh karena itu, untuk memudahkan penulis, khususnya pemula, berikut ini diuraikan cara penulisan karya ilmiah yang baik dan benar serta mudah dipraktikkan.

Metode Penulisan Ilmiah

Penulisan karya ilmiah memiliki metode penulisan yang baku. Hal ini disebabkan bentuk karya ilmiah yang bersifat ilmu pengetahuan dan menyajikan informasi berdasarkan penelitian atau percobaan. Maka, penyampaiannya pun harus bersifat formal dengan pemilihan kata yang bersifat umum atau khusus sesuai bidang ilmu tertentu.

Metode penulisan karya ilmiah ini meliputi aturan ketentuan umum dan pengetikan, sistematika penulisan, penggunaan bahasa, dan kelengkapan penulisan lainnya.

1. Ketentuan Umum dan Pengetikan

  1. Ukuran kertas: HVS putih 80 gram ukuran kuarto. Khusus untuk sampul depan menggunakan kertas tebal;
  2. Penomoran: judul-judul bab diberi nomor dengan angka romawi (besar), sedangkan subbab-subbab diberi nomor dengan angka arab. Bagan/tabel/grafik diberi nomor dengan angka arab. Misalnya, lampiran 3, bukan lampiran III;
  3. Pengetikan: margin pias atas dan kiri 4 cm, margin pias kanan dan bawah 3 cm. Jenis huruf standar times new roman atau arial, dengan ukuran 12 pt. Jarak spasi antarbaris adalah 2 spasi, antara tajuk bab dan tajuk anak bab 4 spasi, antara uraian dan tabel/gambar/bagan 3 spasi.

2. Sistematika Penulisan

  1. Bagian awal, meliputi sampul depan, halaman judul, halaman pengesahan, halaman motto, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar lambang/grafik/bagan/tabel;
  2. Bagian isi, meliputi BAB I Pendahuluan, BAB II Kerangka Teoretis, BAB III Metode Penelitian, BAB IV Hasil Penelitian, dan BAB V Simpulan dan Saran;
  3. Bagian akhir, meliputi daftar pustaka, lampiran, dan riwayat hidup.

3. Bahasa

Penggunaan bahasa yang efektif dan efisien, yaitu dengan memperhatikan tanda baca/ejaan, pemilihan kata yang tepat, menggunakan kalimat efektif, dan kepaduan antarparagraf yang berurutan sesuai dengan pembahasan.

Sebaiknya, penulis tidak bertele-tele atau berputar-putar dalam menyampaikan isi pesan karena akan menimbulkan ketidakjelasan dalam memahami isinya.

4. Pelengkap

Setiap karya ilmiah harus menggunakan data kepustakaan atau footnote dan dilengkapi dengan daftar bacaan. Selain itu, keberadaan lampiran, indeks dan riwayat hidup menjadi pelengkap bagi sebuah karya ilmiah. Hal ini perlu diperhatikan penulis agar karya ilmiahnya sempurna.

Dengan demikian, penulis yang akan menyusun sebuah tulisan ilmiah perlu memperhatikan metode penulisan karya ilmiah. Hal ini dapat memudahkan penulis dalam menyusun laporan ilmiah dan sistematis.

Penggunaan bahasa umum dan pemilihan kata sesuai dengan materi yang dibahas akan memudahkan pembaca dalam memahami penjelasan yang dipaparkan penulis.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Contoh Daftar Isi Skripsi dan Manfaatnya
  • Contoh Daftar Isi Buku
  • Laporan Kegiatan
  • Makalah Tentang Sosial Budaya - Tegar Menjadi Orangtua Tunggal
  • Mengenal Jenis-jenis Metode Penelitian
  • Pengertian Penelitian Kualitatif
  • Memahami Struktur Pembentuk Karya Tulis Ilmiah
  • Bahaya Invansi Ikan Red Devil di Perairan Indonesia
  • Kerangka Laporan Penelitian Sosial
  • Teknik Analisis Data Penelitian Kualitatif
  • Contoh Latar Belakang Penelitian Karya Sastra
  • Contoh Skripsi Deskriptif Kualitatif
  • Metodologi Penelitian Kuantitatif
  • Persyaratan Laporan dan Metode Penulisan Laporan Manajemen
  • Ketika Novel Terjemahan Membanjiri Toko Buku - ANNEAHIRA.COM
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA