logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Karya Ilmiah    Penulisan Karya Ilmiah

Konsep Penerapan Metode Penulisan Karya Tulis


Ilustrasi metode penulisan karya tulis

Adakalanya, seorang pelajar ataupun mahasiswa mendapatkan tugas untuk menulis karya tulis. Pada saat itulah mereka membutuhkan metode penulisan karya tulis. Dengan bimbingan intensif dari guru, maka kesempatan memahami dan menguasai metode untuk penulisan karya tulis tidak membutuhkan waktu yang lama.

 

Dengan penuh antusiasme tinggi, guru mencoba membimbing anak-anak memahami metode untuk penulisan karya tulis. Hal ini merupakan tanggungjawab moral dari profesi guru. Anak didik sudah seharusnya mengikuti proses pembimbingan ini dengan sebaik-baiknya. Hanya dengan kebersamaan dalam menjalani proses, maka kegiatan bisa memberikan hasil maksimal.

 

Selama ini, permasalahan utama dalam dunia pendidikan adalah kesulitan anak menulis karya tulis. Walaupun sudah diberi proses pembimbingan dengan sebaik-baiknya, tetapi kenyataannya tetap saja menulis karya tulis merupakan sesuatu yang sulit untuk dilaksanakan.

 

Setiap kali ada tugas menulis karya tulis, maka berbagai alasan mereka ajukan agar tugas tersebut tidak jadi dilaksanakan. Kalaupun tetap dilakukan, maka dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk menyelesaikan karya tulis tersebut.

 

Karya Tulis

 

Karya tulis adalah sebuah tulisan yang memang harus dibuat oleh seseorang. Dalam penulisan karya tulis ini tentunya memiliki tujuan dan makna yang hendak diraih.

 

Karya tulis ini dapat dikatakan sebagai karya ilmiah jika seluruh data yang disajikan di dalamnya memang mengacu pada sebuah penelitian yang memberikan fakta yang jela sdan akurat.

 

Namun tak semua karya tulis adalah karya ilmiah. Karena bisa jaid karya tulis ini adalah sebuah bahan karangan dari si penulis mengenai satu hal yang ada di dalam imajinasinya.

 

Jenis karya tulis ini dapat dibagi menjadi karya tulis fiksi dan juga karya tulis non fiksi. Karya tulis fiksi adalah hasil tulisna yang berdasarkan pada data yang berupa data fiksi seperti majinasi atau daya khayal yang dimiliki oleh seorang penulis.

 

Tidak ada aturan yang jela satau mengikat dalam pembuatan karya tulis yang berupa fiksi ini semuanya diserahkan kepada si pembuat itu sendiri. Contoh dari karya tulis fiksi ini adalah novel, prosa atau bentuk cerita yang lainnya.

 

Sedangkan karya tulis non fiksi adalah karya tulis yang didasarkan pada data atau fakta yang nyata bukan lagi hanya berupa daya khayal yang dimiliki oleh si penulis. Karya tulis non fiksi ini kemudian lebih banyak disebut dengan karya tulis ilmiah karena memang didasarkan pada penelitian secara ilmiah.

 

Tesis, disertasi atau bahkan essay adalah bentuk karya tulis ilmiah yang banyak ditulis. Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini tentunya di dasarkan pada kaidah atau standar penulisan tertentu.

 

Pembuatan karya tulis ini sangat erat kaitannya dengan sistem pendidikan yang ada. karena biasanya adalah merupakan tugas yang diberikan dari seorang guru kepada muridnya.

 

Dalam penulisan karya tulis ini ada metode atau kaidah yang harus diikuti atau dijalankan. Karena tak begitu saja dapat menulis karya tulis ini. harus didasarkan pada sebuah kaidah yang menuntun penulis dalam menyusun ide yang akan dijabarkan di dalam hasil tulisannya ini.

 

Jangan Terlalu Termakan Pada Teori-Teori

 

Jika memang mengalami kesulitan untuk menulis karya tulis, maka sebenarnya hal utama yang menjadi kendala adalah ketidakpahaman terhadap metode yang tepat untuk melakukannya. Sangat banyak anak tidak tahu metode yang tepat dalam penulisan karya tulis. Sehingga bila tugas tersebut diselesaikan, hasilnya tidak sesuai dengan keinginan atau standar khusus penulisan karya tulis.

 

Seringkali kita terlalu mengikuti teori-teori yang terkadang, bahkan seringkali justru membuat kita kebingungan. Hal ini karena ketika kita menulis, hasil tulisan kita cocokan dengan teori, dan seringkali kita merasa tidak sesuai dengan teori-teori. Akhirnya kita membongkar lagi tulisan tersebut dan mengawali lagi dari langkah awal penulisan.

 

Kita seringkali termakan oleh teori-teori yang pernah dibaca atau pelajari. Kita terlalu berhati-hati dalam melangkah untuk menulis. Setiap mendapatkan sekian jumlah tulisan, maka kita cocokkan dengan teori penulisan. Jika ada yang kurang sesuai, maka segera dirombak lagi. Padahal, jika berhasil menuliskan gagasan dan membongkarnya, maka hal tersebut menyebabkan terputusnya gagasan.

 

Jika menulis karya tulis, jangan termakan oleh berbagai teori yang menyertai keberadaan karya tulis itu sendiri. Biarkan semua gagasan mengalir sebagaimana yang diinginkan. Jangan terkungkung dengan teori yang seringkali menjadi penghambat kelancaran proses menulis.

 

Metode Penulisan Karya Tulis

 

Memang untuk melakukan proses penulisan karya tulis dibutuhkan metode-metode khusus untuk mempermudah proses pembuatan karya tulis tersebut. Tanpa adanya metode penulisan, tentunya sulit bagi kita harus menulis tanpa panduan yang jelas.

 

Jika kita menulis bebas, mungkin hal tersebut tidak menjadi masalah, tetapi sebagai sebuah karya tulis, ada beberapa tata aturan yang memang harus kita terapkan, walaupun hal tersebut tidak bersifat kaku, sebab setiap metode berifat fleksibel, menyesuaikan dengan kondisi yang dihadapi.

 

Keberadaan metode untuk penulisan karya tulis sangat tergantung apresiasi dan persepsi masing-masing orang. Yang terpenting dalam hal ini adalah kesinambungan dan keajegan pembahasan masalah yang sedang ditulis. Jika yang kita tulis terus berkesinambungan pada masalah yang ada, tentunya hal tersebut sudah menunjukkan sebuah karya tulis.

 

Setidaknya beberapa metode untuk penulisan karya tulis yang dapat kita adopsi sebagai bahan untuk proses pembimbingan penulisan karya tulis. Dengan mengadopsi beberapa metode, setidaknya pengetahuan anak didik semakin lengkap. Tetapi, dari beberapa metode tersebut, yang paling penting adalah penerapannya dalam kegiatan nyata tulis menulis.

 

Untuk menulis karya tulis, setidaknya kita dapat melakukan dengan beberapa cara, khususnya terkait dengan memperoleh data. Data yang kita jadikan sebagai bahan pembahasan di penulisan karya tulis kita dapat melalui:

 

Wawancara atau Tanya Jawab dengan Obyek Penelitian

 

Pada metode ini, kita mendapatkan data penelitian dari hasil wawancara yang dilakukan dalam bentuk tanya jawab peneliti, penulis dengan obyek penelitian.

 

Angket atau Questioner yang Harus Dijawab Secara Bebas oleh Obyek Penelitian

 

Penulis menyusun perangkat pertanyaan yang harus dijawab oleh obyek penelitian secara bebas tanpa adanya tekanan.

 

Studi Literature pada Bahan - Bahan Terkait dengan Obyek yang 'Diangkat'

 

Penulis melakukan penelitian berdasarkan data di literature atau buku terkait dengan obyek penelitian.

 

Dengan mengetahui metode pencarian data ini, maka kita dapat menentukan penyelesaian proses penulisan karya tulis kita. Tetapi, satu hal yang harus kita pahami bahwa setiap metode mempunyai keistimewaan masing-masing.

 

Berikut ini adalah sistematikan kerangka yang biasanya dijadikan standar dalam penulisan karya tulis dalam bentuk apapun.

 

1. Bagian pembukaan

 

Bagian ini adalah bagian awal dari karya tulis itu sendiri. Sejatinya masih memberikan review sedikit mengenai apa dan bagaimana yang ada di dalam karya tulis itu sendiri.

 

Pada bagian pembukaan ini terdapat halaman judul yang memuat judul lengkap dari karya tulis yang dibuat beserta dengan nama penulis dari karya tulis serta instansi di mana si penulis bernaung. Data ini sangatlah penting untuk mengetahui identitas jelas dari karya tulis yang ada.

 

Selanjutnya adalah halaman pengesahan, kalaupun ada. Halaman ini menunjukan pihak terkait yang telah melakukan pengesahan sampai karya tulis ini berhasil dikerjakan oleh si penulis.

 

Kata pengantar yang merupakan sedikit perkataan berupa rasa terima kasih kepada Tuhan dan seluruh pihak yang telah membantu terselesaikannya karya tulis ini juga berada di bagian pembuka ini. dilengkapi juga dengan daftar isi.

 

2. Bagian Isi

 

Ini adalah bagian inti dari karya tulis yang ada. Pada bagian ini dijelaskan atau dipaparkan inti dari apa yang ingin disampaikan di dalam karya tulis ini. dan di bagian inilah yang akan memuat seluruh penjelasan dari tema yang telah diangkat oleh penulis karya tulis ini.

 

3. Bagian penutup

 

Pad abgian penutup ini terdapat ringkasan atau kesimpulan dari karya tulis yang ada atau daris eluruh penjabaran materi yang ada di dalam bagian isi. Hal ini untuk kembali mengingatkan kepada pembaca akan seluruh isi dari karya tulis.

 

Selain itu juga terdapat daftar pustaka yang murupakan daftar dari seluruh buku yang menjadi rujukan dalam penulisan karya tulis ini. beserta lampiran atau daftar tabel jika dirasakan hal ini adalah perlu untuk ditambahkan.

 

Itulah bagaimana penerapan konsep metode penulisan karya tulis.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Wawasan Nusantara - Pergolakan Sejarah yang Sulit Selesai
  • Contoh Daftar Isi Skripsi dan Manfaatnya
  • Mengenal Hiragana, Katakana dan Kanji dalam Tulisan Jepang
  • Peraturan dan Metode Penulisan Ilmiah
  • Metodologi Penelitian Kuantitatif
  • Biografi: Bukan Buku Harian Biasa
  • Langkah Mudah Membuat Karya Tulis Ilmiah - ANNEAHIRA.COM
  • Contoh Karya Tulis dan Tahap Penulisan Skripsi
  • Pentingnya Mengetahui Pedoman Penulisan Karya Ilmiah
  • Teknik Penulisan Makalah yang Baik
  • Cara Penulisan Catatan Kaki
  • Latar Belakang Masalah dalam Karya Ilmiah
  • Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
  • Contoh Penulisan Makalah
  • Bengkel Hati - Mereparasi Hati yang Sedang Sakit
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA