logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Karya Ilmiah    Penulisan Karya Ilmiah

Metode Penulisan Skripsi - Kualitatif atau Kuantitatif? Pragmatis Saja!


Ilustrasi metode penulisan skripsi

Daftar Isi
  1. Pertimbangan praktis
  2. Sekilas metode penulisan
  3. Sekilas skripsi kualitatif

Sidang selanjutnya sudah dekat, namun Anda masih saja berjalan luntang-lantung dari satu dagangan kaki lima ke dagangan kaki lima lainnya di luar kampus. Sepertinya Anda pusing dan bingung, memikirkan metode penulisan skripsi. Saking, bingungnya Anda lantas iseng menghitung, ini tahun keberapa Anda kuliah? Oh masih tahun ke delapan, bukan mahasiswa abadi, tapi kurang progesif saja.

Semua gara-gara metode penulisan skripsi. Semua gara-gara kuliah tentang metode penelitian, yang membuat Anda muram. “Padahal saya kan anak sosial? Kok ada kuliah tentang hitungan ya?” Umpat Anda setelah keluar dari mata kuliah statistika sosial.

Buang kebiasaan buruk lama, dan mulailah untuk fokus.

Kali ini saya sarankan kepada Anda untuk berhenti jajan di kaki lima, dan mulai belajar sekali seumur hidup Anda untuk fokus.

Tidak ada istilah buntu dalam skripsi, yang eksis hanyalah Anda ngerti atau tidak permasalahannya, termasuk memahami metode yang akan digunakan untuk penyusunan skripsi itu sendiri.

Secara garis besarnya, metode penulisan skripsi, terbagi menjadi dua. Akan sulit bila dicarikan data konkrit pendekatan mana yang paling banyak digunakan. Namun, yang bisa diambil kesimpulan, sarjana Indonesia yang lulus setidaknya melewati dua metode skirpsi ini, yakni metode kualitatif, dan metode kuantitatif.

Penggunaan metode ini bisa menjadi dead end bagi para mahasiswa salah memilih. Jadi, jangan salah memilih metode. Hal yang harus diperhatikan dari dua metode penulisan skripsi ini adalah:

Sifat masalah:
Jika bahasan skripsi Anda adalah masalah yang ada tak bisa atau sulit dipecah-pecah ke dalam unsur-unsur / variabel-variabel dan kompleks, pilihlah paradigma atau metode kualitatif. Bagi fenomena yang dapat dipecah-pecah ke dalam unsur-unsur spesifik / variabel-variabel, maka pilihlah paradigma atau metode penulisan skripsi kuantitatif.
Tujuan penelitian yang ingin dicapai:
Untuk memahami fenomena secara detail dan menyeluruh Anda akan memilih paradigma atau metode penulisan skripsi kualitatif. Untuk menjelaskan setiap faktor (variabel) dari fenomena, atau menghubungkan antar faktor (variabel), atau mencari seberapa besar pengaruh suatu faktor terhadap faktor lainnya, Atau mengetahui seberapa besar efektivitas suatu program, Anda harus memilih metode kuantitatif.

Pertimbangan Praktis Para Mahasiswa

Mahasiswa akan cenderung melakukan perhitungan, kerugian dan keuntungan dalam skripsi, dalam arti, bagaimana caranya agar skripsi itu bisa dia kuasai dengan cepat dan fokus. Anda yang dari awal sudah niat berskripsi, artinya Anda akan menjadi seorang yang pragmatis, dan bukan seorang yang idealis.

Mereka yang ambisius dan idealis, dikhawatirkan akan kehabisan energi di tengah jalan, apalagi bila idealismenya bertentangan dengan dosen pembimbing. Oleh karena itu, cobalah untuk pragmatis dan pelajari rumus ini:

Pelajari rumus di bawah ini
Memiliki waktu sempit akan memilih metode kuantitatif
Memiliki waktu banyak akan memilih metode kualitatif
Kaku, sulit gaul akan memilih metode kuantitatif
Pandai gaul, fleksibel akan memilih metode kualitatif
Semua metode penulisan skripsi harus berdasarkan selera dosen pembimbing dan bukan hanya Anda.

Sekilas Metode Penulisan Skripsi Kuantitatif

Kata kunci dalam dalam metode penulisan skripsi kuantitatif adalah objektif, kuantitatif, positivistik, deduktif, klasik, empiris, deterministik, tradisional, konvensional.

Pada metode penulisan skripsi kuantitatif, sang peneliti harus mencari data sebanyak-banyaknya dalam lingkup ruang tertentu. Data tersebut bisa merupakan data yang diolah dalam skala ordinal, interval, rasio. Teori dapat diambil untuk menjelaskan data yang telah diolah dalam perhitungan statistik berkesesuaian dengan sample yang diperoleh. Setiap hasil yang diperoleh adalah kesimpulan dari jumlah besaran sample yang paling kuat oleh karena itulah metode ini akan menghasilkan:

Metode akan menghasilkan :
Proses deduktif
Sebab dan akibat
Desain statis – pengelompokan dilakukan sebelum penelitian
Naskah – yang terikat 
Generalisasi mengarah pada prediksi, penjelasan, dan pemahaman. 
Akurat dan dapat dipercaya melalui kebenaran dan pengujian.
Meramu proses di atas berdasarkan teori dan pendekatan latarnya, yakni:
Penelitian Survei
Deskriptif
Korelasional
Kuasi Eksperimental
Penelitian Evaluasi
Penelitian Eksperimental
Penelitian Historis
Sebab dan akibat
Analisis Isi
dan Studi Kasus

Dalam metode ini, sang mahasiswa menggunakan aspek-aspek teknik pengumpulan data sebagai berikut :

  • Penelitian Lapangan (Field Research). Pengumpulan data primer dengan cara meninjau secara langsung ke KAP. Dalam hal ini penulis berusaha mengumpulkan data yang akurat dengan cara:
  • Observasi, berupa pengamatan langsung kepada subjek penelitian untuk mengumpulkan data yang diperlukan.
  • Kuesioner, dilakukan dengan memberikan daftar pernyataan mengenai masalah yang berkaitan dengan objek yang diteliti yang diharapkan dijawab untuk mempermudah pengumpulan data dan efisiensi waktu
  • Penelitian Kepustakaan (Library Research). Penelitian kepustakaan ini dilakukan baik secara library research maupun internet research untuk menambah wawasan dan informasi tentang masalah yang dikaji. Dilaksanakan dengan maksud untuk memeroleh data-data pendukung yang berfungsi sebagai tinjauan pustaka guna mendukung data-data yang diperoleh dari objek penelitian serta referensi-referensi lain yang berkaitan dengan penelitian ini.

Sekilas Metode Penulisan Skripsi Kualitatif

Kata kunci dalam dalam metode penulisan skripsi kualitatif adalah subjektif, kualitatif, pospositivistik, induktif, interpretif, konstruktivis, naturalistik, grounded theory, fenomenologis, humanistik, kritis, ideographic.

Teori ini dikembangkan pada 1960 oleh seorang sosiologis bernama Barney Glaser dan Anselm Strauss dalam riset mereka yang dipublikasikan pada 1967 dengan judul, The Discovery of Grounded Theory.

Kemudian ide mereka terbelah dua, Strauss cenderung menjabarkan prosedur dari pendekatan baru, sementara Glaser lebih senang mengembangkan ide baru ini dengan beberapa modifikasi baru. Adapun dalam riset manajemen dan komunikasi, pendekatan Strauss lebih banyak digunakan.

Metode kualitatif harus terikat suatu pijakan sudut pandang dasar, seperti yang tersusun di atas. Sebagai contoh, kita bisa ambil satu pijakan sudut pandang, yakni grounded theory.

Dalam metodologi penelitian kualitatif terdapat keleluasaan untuk berinteraksi dengan subjek yang diteliti. Termasuk dalam menyusun kerangka berdasarkan teori, atau yang disebut juga sebagai grounded theory.

Landasan utama, atau tradisi pendekatan ini lahir dari teori-teori sosiologi, salah satunya yang paling banyak digunakan adalah teori “interaksionisme simbolik,” yang berfokus pada manusia tentang cara mereka membawa dalam proses penafsiran masing-masing. Dan tentang wilayah penafsiran dalam konteks komunikasi inilah, grounded theory didasarkan.

Grounded theory merupakan bagian dari metode riset kualitatif yang sangat terbuka, ketika data-data yang diperoleh, dianalisis, dan dikembangkan dari konsep-konsep teori dan pustaka, diramu dalam sebentuk proses tertentu (Holloway, 2004).

Aspek-aspek teknik pengumpulan data dalam grounded theory dan kebanyakan metode penulisan skripsi kualitatif, menurut Holloway, antara lain :

Metode penulisan menurut Holloway
Periset dapat mengikuti sistem dalam prosedur analisisnya dalam berbagai versi pendekatan (bebas dan tidak terikat).
Periset memasuki proses riset, dan berupaya melakukan pengembangan asumsi yang memungkinkan. Ini artinya periset sudah selayaknya menemukan teori-teori baru.
Periset tidak (atau jangan sampai) terjebak untuk menjelaskan saja, melainkan mampu melakukan konsepsi.
Pendekatan grounded theory tidak mengenal jangka waktu penelitian, jika masih memungkinkan hadirnya pengembangan-pengembangan terbaru dari lapangan penelitian (Pettigrew 1997:338). 

Untuk menggunakan teori ini, Strauss dan Glaser mensyaratkan fleksibilitas bagi para peneliti, meneliti dengan kepala terbuka, dan jangan membuat asumsi sebelum riset dimulai. Ini menjelaskan kenapa penelitian kualitatif oleh Holloway, sangat bongkar pasang, dan memiliki banyak lubang tambal sulam.

Dengan menggunakan grounded theory, maka peneliti bertugas sebagai seorang penafsir dari data-data, tidak dan bukan sekadar seorang pembawa data, lantas menjelaskannya secara deskriptif.

Ambil lagi contoh yang lebih rinci. Jika Anda masih bingung tentang metode penulisan skripsi kualitatif. Joana Machado (2000), menggunakan grounded theory dalam risetnya yang mencoba meneliti identitas dan identifikasi pada kantor Pusat Budaya Kerajaan Inggris. Cara-caranya penting diperhatikan dan boleh Anda tiru, yaitu:

Cara-cara penting yang perlu diperhatikan
Dia membentuk tiga jenis modifikasi baru, dalam wawancara tatap muka.
Transkip data, analisis, dan riset pustaka.
Lakukan analisis pada segala publikasi yang dikeluarkan subjek.
Mengembangkan pola wawancara yang lebih fokus
Memulai desain dan kerangka penelitian dari data hasil wawancara dan riset pustaka.
Membuat pertemuan informal, seperti melalui surat-menyurat elektronik.
Kembali mengatur wawancara tambahan.
Menemukan keterkaitan antara, informasi yang didapatkan dengan data-data yang digunakan sebagai bahan pembangun asumsi awal.
Melanjutkan analisis, dengan melakukan perbandingan tema dan konsep.
Membangun kembali kerangka pertanyaan dan mengendalikannya.
Melakukan konfirmasi berdasarkan pertanyaan tambahan yang terkendali.
Mengembangkan pertanyaan untuk memandu kepada analisis tambahan.
Kembali melakukan peninjauan terhadap kepustakaan.
Melakukan integrasi terhadap berbagai macam aspek menuju sebuah pelaporan yang baik.

Akhirnya, Anda dapat memilih cara mana dan pendekatan seperti apa yang kira-kira cocok dengan diri Anda. Apakah metode penulisan skripsi kualitatif, atau metode kuantitatif. Ingat pilih yang mudah, dan pragmatis bagi diri Anda sendiri.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sekilas Mengenai Penulisan Kutipan
  • Memilih Dictionary English Indonesia
  • Bahaya Invansi Ikan Red Devil di Perairan Indonesia
  • Contoh Latar Belakang Penelitian Karya Sastra
  • Penulisan Karya Tulis Sebagai Kebiasaan
  • Mengenal Jenis-jenis Metode Penelitian
  • Cara Menulis Esai
  • Mempelajari Kunci Gitar
  • Coklat, Coklat, dan Coklat
  • Struktur Penulisan Makalah
  • Sampel dalam Metode Penelitian Kuantitatif
  • Karya Ilmiah yang Tidak Membosankan
  • Metodologi Penelitian Kuantitatif
  • Cara Menulis Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber
  • Bab 3 Metodologi Penelitian
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA