Metode Penulisan Karya Ilmiah

Hampir setiap orang yang berkecimpung di dunia pendidikan dan ilmiah tidak akan terlepas dari penulisan karya ilmiah. Ada banyak metode penulisan karya ilmiah yang bisa diterapkan untuk menghasilkan suatu karya yang benar-benar bersifat formal. Namun secara umum, metode penulisan untuk setiap karya ilmiah pada dasarnya sama.
Pembagian Dalam Suatu Karya Ilmiah
Secara umum suatu karya ilmiah terbagi ke dalam beberapa bab yang tersusun secara struktural. Namun sebelum masuk ke dalam bab-bab tersebut, ada beberapa bagian lagi yang tak kalah pentingnya Anda masukkan dalam karya ilmiah tersebut. Bagian-bagian tersebut antara lain:
- Halaman judul. Pada halaman ini, Anda harus mencantumkan judul karya ilmiah Anda, disertai keterangan lainnya. Judul ini akan menjadi pusat segala isi karya ilmiah yang akan Anda tulis. Untuk itulah, buatlah judul yang singkat, namun harus padat dan jelas. Selain judul, yang harus dicantumkan juga di halaman ini adalah nama Anda sebagai penulis dan organisasi serta tahun pembuatan karya ilmiah tersebut.
- Kata pengantar. Bagian ini juga tak kalah pentingnya sebagai jembatan menuju inti karya ilmiah yang Anda tulis. Tidak ada metode penulisan yang baku pada bagian ini. Namun di dalam kata pengantar, Anda dapat menyisipkan sedikit tujuan dan maksud dari pembuatan karya ilmiah yang bersangkutan. Anda juga menambahkan harapan dari karya ilmiah yang Anda buat tersebut.
- Daftar Isi. Daftar isi menjadi pedoman bagi pembaca karya ilmiah Anda untuk mengetahui inti dari setiap bab yang akan Anda jelaskan. Daftar isi merupakan bagian yang tak kalah pentingnya dalam membantu pembaca mengetahui alur tulisan ilmiah yang Anda buat.
Bab per Bab Dalam Karya Ilmiah
Setelah tiga bagian penting di awal karya ilmiah yang Anda buat, metode penulisan berikutnya masuk pada bagian inti tulisan. Di bagian ini pada dasarnya terbagi lagi tiga bagian pokok, yaitu:
- Pendahuluan. Di bab awal yang berupa pendahuluan, Anda harus menuliskan latar belakang pembuatan karya ilmiah. Anda juga harus menjelaskan metodologi apa yang Anda gunakan dalam menyusun karya ilmiah tersebut. Jika Anda melakukan penelitian, Anda bisa mencantumkan pula penelitian seperti apa yang Anda lakukan sebagai dasar penyusunan karya ilmiah tersebut.
- Isi. Metode penulisan isi dalam karya ilmiah pada dasarnya merupakan pokok pembahasan yang mendalam. Di sini, Anda harus menguraikan isi penelitian yang Anda lakukan. Tahap demi tahap bisa Anda perjelas lagi dengan membuat subbab agar setiap topik penjelasan dapat diuraikan secara lengkap dan mendetail. Proses penelitian dan hasilnya bisa Anda jelaskan pada bagian ini secara runut satu per satu.
- Penutup. Penutup merupakan bagian kesimpulan dari isi karya ilmiah Anda. Anda juga bisa menambahkan hal-hal penting terkait penelitian yang dilakukan ataupun penelitian lanjutan yang mungkin bisa dilakukan. Di bagian ini Anda juga bisa melengkapi dengan berbagai tinjauan pustaka (daftar pustaka) sebagai penguat teori yang Anda temukan di dalam karya ilmiah yang Anda buat.
Membuat karya ilmiah tidaklah sulit jika Anda mengetahui metode penulisan yang berlaku. Dengan memahami secara jelas metode ini, Anda bisa menghasilkan karya ilmiah yang benar-benar bagus dan terstruktur. Dengan penulisan yang tepat, karya ilmiah Anda juga akan mudah dipahami orang lain yang membacanya.






