logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Artikel Umum Islam    Metodologi Pendidikan Islam

Metodologi Pendidikan Islam yang Ideal

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Metodologi pendidikan Islam merupakan strategi mengenai sebuah metode, melakukan kombinasi strategi, teknik atau cara untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Dalam hal apapun, baik disadari atau tidak, semua bidang kehidupan termasuk pendidikan sebenarnya memerlukan metodologi yang tepat.

Metodologi yang digunakan dalam pendidikan jelas sangat diperlukan untuk mencapai hasil yang sangat diharapkan. Karena situasi, kondisi dan psikologis yang menjadi objek didik siswa yang berbeda-beda, maka si pendidik tidak hanya mengandalkan satu metode saja. Juga tidak menganggap atau menyatakan mutlak sebuah kebenaran akan suatu yang digunakannya tersebut.

Metodologi yang Digunakan

Sebagaimana di lingkup yang lain, demikian juga dalam Islam yang memiliki metode pendidikan Islam yang sangat dianjurkan digunakan oleh pendidik. Metodologi ini digunakan sebagai acuan atau kerangka, baik di lingkungan pendidikan formal maupun informal.

Metode-metode tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut:

  • Memberi tahu (Taklim).

Taklim ini bisa juga diartikan sebagai bentuk pengajaran. Metode ini merupakan metode dasar dalam pendidikan. Untuk menghindari kesalahfahaman, alangkah baiknya hal yang dilakukan pertama kali oleh pandidik adalah menyampaikan objek-objek seperti keadaan, kebendaan, persoalan, dan kasus yang sedang menjadi pembahasan.

  • Melakukan perincian (Tafsiil). 

Alur metode ini digunakan untuk memberikan keterangan secara mendetail ihwal segala hal yang dibicarakan atau diberitahukannya sehingga objek didik memperoleh sebuah pengertian yang utuh dan mendalam.

  • Memberikan penjelasan (Tabyiin).

Pendidik wajib menjelaskan dengan benar supaya ada kejelasan objek yang dijelaskannya tersebut.

  • Memberikan pemahaman (Tafhim).

Metode ini lebih diacukan untuk memberikan pemahaman persepsi tentang benda, segala persoalan, keadaan maupun kasus sehingga mampu menyamakan tafsir yang sedang dibahas. Karena biasanya perselisihan atau pertentangan timbul karena adanya multiinterpretasi mengenai suatu hal.

  • Melakukan pemilihan terhadap hal yang mendekati kebenaran (Tarjih).

Jika terdapat dua alasan atau lebih yang berbeda atau bahkan bertentangan tentang suatu objek, maka pilihlah salah satu yang dianggap hampir mendekati kebenaran.

  • Mengangkat pihak yang mampu memediasi (Tahkim).

Menghadirkan seorang tahkim atau penengah yang mampu berlaku arif dan bijaksana dalam memutuskan suatu permasalahan yang berbeda.

  • Melakukan berbagai pendekatan (Taqrib).

Perlu difahami bahwa metode ini dapat dilakukan kapan saja untuk menciptakan kebaikan dan harmoni antara pihak pendidik dengan murid didiknya.

  • Memberikan persetujuan secara tersirat (Taqriir).

Yakni memberikan persetujuan tanpa mengeluarkan kata-kata, yang dilakukan bisa berupa senyuman, sikap, atau bahkan membiarkan objek didik melakukan segala hal yang benar.

  • Menggunakan isyarat (Ta’syiir).

Sebagai manusia kita mempunyai panca indera yang lengkap yang bisa digunakan untuk memberikan isyarat kepada objek didik untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Hal itu bisa dilakukan dengan menggunakan kedipan mata, gelengan kepala, kepalan tangan, ataupun lainnya. Metode ini kadang juga menemui kendala karena bukan perkara gampang memberikan pesan dari isyarat tersebut, terlebih kepada anak didik yang kurang memiliki taraf kepekaan komunikasi dengan orang lain.

  • Menyalahkan atau membenarkan suatu hal secara simbolis (Talwiih).

Metode ini sifatnya memberikan keterangan secara simbolis dengan menggunakan simbol atau tanda-tanda untuk membenarkan atau menyalahkan, menyatakan persetujuan atau penolakan yang diberikan terhadap orang lain.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Fenomena Batu Ponari
  • Sejarah dan Dakwah Jamaah Tabligh
  • Bahaya Pergaulan Bebas yang Sering Diabaikan
  • Memetik Pelajaran dari Metode Dakwah Rasulullah di Makkah
  • Tobat - Benih Keoptimisan untuk Jadi Manusia Lebih Baik
  • Sejarah Islam di Dunia - Zaman Nabi Muhammad Hingga Turki Usmani
  • Manfaat Iman Kepada Malaikat
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA