Memahami Metodologi Penelitian Pendidikan
Ilustrasi metodologi penelitian pendidikan
Kompleksitas permasalahan pendidikan merupakan lahan penelitian yang sangat luas. Perdebatan tentang Ujian Nasional saja sudah melahirkan ribuan lembar laporan penelitian dari berbagai sudut. Metodologi penelitian pendidikan yang dipakai juga beragam, kualitatif, kuantitatif, dan lain-lain.
Prinsip dan Konsep Metodologi Penelitian Pendidikan
Memahami metode penelitian pendidikan berarti memahami prinsip dan konsep dasarnya. Sebelumnya, mari pahami definisi metodologi penelitian dan tujuan dari pelaksanaan penelitian itu sendiri. Metodologi penelitian merupakan bidang ilmu yang mempelajari berbagai teknik (metode) pengumpulan dan analisis data dalam suatu penelitian, untuk mendapatkan informasi melalui prosedur yang ilmiah dan terpercaya. Penelitian sendiri memiliki sebuah tujuan utama, yakni untuk memperoleh informasi bermanfaat dalam suatu bidang yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa ilmu metodologi penelitian di bidang pendidikan bertujuan untuk memaparkan berbagai teknik (metode) penelitian pendidikan yang sesuai, sehingga tercapai tujuan umum penelitian pendidikan yakni untuk menemukan, menguji, serta mengembangkan sebuah konsep, pengetahuan, prinsip, dan generalisasi di bidang pendidikan. Metodologi penelitian di bidang pendidikan ini tak hanya membahas teknik penelitian, tetapi juga syarat, ciri, dan hakikat penelitian pendidikan.
Sebuah penelitian pendidikan harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat pertama adalah penelitian tersebut dilakukan dengan sistematis, sesuai teknik, pola, dan prosedur ilmiah. Adapun syarat kedua adalah penelitian harus logis, yakni disusun berdasarkan logika berpikir yang ilmiah dan didukung teori yang memadai. Syarat terakhir adalah penelitian pendidikan harus terencana, yaitu konsep 5W1H-nya (what, who, when, where, why, dan how) disusun dengan sadar dan sengaja. Konsep 5W1H ini terangkum dalam hakikat metodologi penelitian, yakni:
-
What: mencakup permasalahan dan tema utama penelitian.
-
Who: objek dan subjek yang terlibat dalam penelitian.
-
Where: lokasi (setting) terjadinya penelitian.
-
Why: latar belakang dilaksanakannya penelitian (termasuk urgensinya).
-
How: bagaimana data dicari dan diolah (metode penelitian apa yang digunakan). How juga mencakup jenis penelitian, penentuan objek dan subjek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis, sampai penarikan kesimpulan.
-
When: waktu dilaksanakannya penelitian.
Sebuah penelitian pendidikan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-
Objektif, yakni netral, terbuka, tidak bias, dan tidak subjektif.
-
Tepat, yakni menggunakan istilah teknis dengan benar sehingga tidak menimbulkan salah tafsir.
-
Verifikatif, yakni dapat dikonfirmasi dan direvisi oleh penelitian lain yang setema.
-
Bersifat menerangkan, yakni mampu menyederhanakan permasalahan kompleks menjadi sederhana.
-
Empiris, yakni berlandaskan pada data konkret dan didukung teori yang memadai, bukan semata hasil pemikiran.
-
Probabilitas, yakni memberikan pengetahuan tetapi tidak menjadi satu-satunya kebenaran.
Simbiosis Mutualisme Metodologi Penelitian Pendidikan
Dua jenis metode penelitian dasar, yakni kuantitatif dan kualitatif, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika digunakan dalam penelitian yang tepat, metode tersebut akan sangat maksimal kinerjanya. Akan tetapi, ada beberapa jenis penelitian yang membutuhkan data baik dalam bentuk kuantitatif dan kualitatif, sehingga diperlukan kerja sama yang sinergis antara kedua jenis metodologi penelitian tersebut. Hal ini pun berlaku di bidang penelitian pendidikan.
1. Penggunaan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif
Bila hanya menggunakan pendekatan metodologi penelitian kuantitatif, data yang ada dipresentasikan dalam bentuk matematis sebagai hasil dari survei yang dilakukan terhadap sampel yang dianggap mewakili keseluruhan populasi. Data ini terasa kurang memuaskan bagi sebagian kalangan yang menganggap bahwa ada pendekatan lainnya yang tidak hanya memandang responden sebagai bagian dari interpretasi angka-angka. Pendekatan penelitian kualitatif dalam metodologi penelitian pendidikan sering dipakai sebagai salah satu penyeimbang dari pendekatan penelitian kuantitatif. Data yang didapat dari pendekatan penelitian kualitatif lebih menyeluruh karena memperlihatkan sisi kemanusiaan yang lebih luas dari respondennya.
Jika dalam sebuah penelitian pendidikan menggunakan kedua pendekatan metodologi ini, maka deskripsi laporan penelitian akan terasa lebih berimbang. Hal ini karena penjabaran dari data matematis penelitian kuantitatif yang objektif diterangkan dengan menggunakan gaya deskriptif yang lebih subjektif dari penelitian kualitatif. Bila menggunakan kedua pendekatan ini, peneliti harus lebih banyak menghabiskan waktu, tenaga, dan dana. Tapi dengan hasil yang lebih holistik, seorang peneliti akan merasa lebih puas karena bisa memberikan hasil yang lebih baik.
2. Penggunaan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Metodologi Penelitian Tindakan Kelas
Data yang diambil dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif yang berupa hasil dari survei dapat menjadi batu pijakan atau masalah bagi penelitian tindakan kelas. Misalnya jika Sebuah lembaga pendidikan mempunyai dua program, program reguler dua minggu sekali dan program akselerasi tiga minggu sekali. Kedua program tersebut memiliki jenis kelas-kelas yang sama. Lembaga pendidikan tersebut ingin melihat apakah ada perbedaan kemampuan peserta didik yang mengikuti program reguler dan program akselerasi. Apakah program akselerasi dapat menggenjot kemampuan peserta didik.
Data yang diperlukan ada data hasil tes dari peserta didik kedua program tersebut. Dengan pertimbangan bahwa lembaga pendidikan tersebut telah menerapkan sistem tes yang terstandar, maka data hasil tes bisa dikatakan cukup valid. Untuk mengambil data nilai, bisa menggunakan metode sampling yang ada di penelitian survei. Data yang diambil adalah data peserta didik pada periode tertentu dengan pertimbangan jumlah kelas, level kelas, jumlah peserta didik berimbang antara program reguler dan program akselerasi.
Dari hasil survei, data yang terungkap adalah bahwa program akselerasi ternyata tidak signifikan meningkatkan kemampuan peserta didik bahkan untuk level-level kelas tertentu. Hasil tes peserta didik program akselerasi jauh berada di bawah nilai peserta didik program reguler. Dari data tersebut, peneliti dapat memetakan masalah-masalah yang terungkap dari hasil survey. Setelah dipetakan dan disusun berdasarkan kategori yang ada, maka para guru dapat menindaklanjuti masalah-masalah itu dengan mengadakan penelitian tindakan kelas. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dalam dunia pendidikan, sebaiknya penelitiannya menggunakan berbagai pendekatan metodologi penelitian.
Metodologi Penelitian Pendidikan: Merumuskan Permasalahan Penelitian
Permasalahan yang menjadi titik utama sebuah penelitian pendidikan biasanya berupa kesenjangan yang timbul antara idealitas (teori pendidikan) dan realitas (praktik pendidikan). Sumber permasalahan penelitian pendidikan yang paling utama adalah praktik pendidikan di lapangan. Namun tidak menutup kemungkinan untuk ditemukannya permasalahan melalui forum pertemuan ilmiah para praktisi pendidikan (misalnya pada seminar pendidikan) atau melalui sumber kepustakaan (buku-buku teori atau laporan hasil penelitian sebelumnya). Perumusan permasalahan ini harus sesuai dengan peta wilayah dari penelitian pendidikan, yakni:
-
Pemikiran (ide, gagasan, dan pemikiran para tokoh pendidikan).
-
Konsep umum (elaborasi kitab undang-undang, hadis, ayat-ayat tertentu, dan sumber hukum lain yang berkaita dengan pendidikan).
-
Kurikulum pendidikan
-
Penerapan kurikulum di lapangan; berupa praktik pembelajaran.
-
Lembaga pendidikan (sejarah perkembangannya, kebijakannya, atau manajemennya).
Sebuah permasalahan penelitian yang baik adalah permasalahan yang jelas (fokus), dapat dipecahkan (ada teori dan data pendukung), signifikan (bermanfaat, urgen), serta etis (tidak berlawanan dengan etika dan norma-norma). Dalam merumuskan suatu permasalahan, pilih masalah yang paling mendesak untuk dipecahkan, bermanfaat, dan penting. Inilah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah:
-
Substansinya harus berbobot dan original. Artinya, masalah penelitian mesti memiliki nilai guna secara praktis dan teoretis, serta belum pernah diteliti sebelumnya oleh penelitian lain.
-
Permasalahan harus diajukan dalam bentuk kalimat pertanyaan yang menghubungkan dua variabel atau lebih, serta menggunakan pilihan diksi yang jelas, akurat, dan tajam.
-
Permasalahan harus dapat dijawab secara empiris melalui penelitian yang hendak dilaksanakan.
Itulah informasi seputar metodologi penelitian pendidikan. Semoga bermanfaat!

