Perkembangan Metode Penelitian Sosial
Sebelum membahas lebih dalam apa itu metodologi penelitian sosial, akan disinggung terlebih dulu, apa itu penelitian sosial. Penelitian sosial adalah kegiatan atau aktivitas ilmiah berdasarkan studi sistematis, menggunakan metode-metode logis dan sistematis dan bertujuan untuk mengadakan verifikasi terhadap fakta-fakta lama dan menemukan fakta-fakta baru.
Penelitian sosial juga bisa diartikan sebagai suatu metode untuk mempelajari, menganalisa, dan mengkonseptualisasikan kehidupan sosial agar dapat memperluas, mengoreksi, atau memverifikasikannya, apakah pengetahuan tersebut dapat mendukung konstruksi suatu teori atau mendukung dalam praktik suatu seni atau ilmu.
Adapun tujuan primer penelitian sosial adalah untuk memahami proses evolutif dari kehidupan sosial, baik yang sifatnya kekinian atau realitas kenyataan (das Sein) maupun yang sifatnya masa depan atau idealitas harapan (das Sollen). Oleh karena itu, diperlukan suatu kontrol yang baik terhadap fakta-fakta yang diteliti.
Metodologi Penelitian
Istilah metode berasal dari kata Yunani methodos yang artinya jalan sampai, meta dan hodos berarti jalan. Jadi, metode penelitian adalah cara-cara berpikir dan berbuat yang disiapkan secara baik untuk mengadakan penelitian dan untuk mencapai suatu tujuan penelitian. Sedangkan metodologi adalah ajaran tentang metode-metode.
Jadi, metodologi penelitian adalah sekumpulan metode-metode ilmiah yang digunakan dalam suatu penelitian atau ajaran mengenai metode-metode yang digunakan dalam proses penelitian.
Perkembangan metodologi penelitian mengalami perkembangan cukup panjang dan melewati beberapa tingkatan. Perkembangan metodologi penelitian menurut Rumel ada empat periode, yaitu sebagai berikut.
- Periode coba-coba (period of trial and error), yaitu periode penelitian yang masih menggunakan cara coba-coba atau mencari-cari. Cara yang digunakan adalah dengan mencoba, gagal, lalu mencoba lagi.
- Periode otoritas dan tradisi (period of authority and tradition), yaitu periode ketika pendapat para pemimpin atau penguasa dan cendekiawan selalu diikuti secara patuh.
- Periode spekulasi dan argumentasi (period of speculation and argumentation), yaitu periode ketika banyak orang mulai meragukan doktrin para penguasa. Pada periode ini muncul spekulasi-spekulasi yang disertai argumentasi.
- Periode hipotesis dan eksperimen (periode of hypothesis and experimentation), yaitu periode ketika orang sudah menggunakan cara berpikir deduktif atau induktif dari pengalaman-pengalaman ilmiah berdasarkan peneyelidikan dan dilakukan dengan tata kerja yang teliti.
Awalnya, orang membuat hipotesis atau dugaan tertentu, kemudian mengumpulkan fakta dan pembuktian. Dari argumentasi atau alasan-alasan fakta yang ada kemudian dibuat suatu kesimpulan
Berdasarkan pengolahan datanya, metode penelitian sosial dibagi menjadi metode kuantitatif dan metode kualitatif. Pada metode kuantitatif, data biasanya berupa angka-angka sedangkan pada metode kualitatif, data berupa deskripsi.






