Metodologi Penelitian dan Pengembangan Ilmiah
Ilustrasi metedologi penelitian
Pernahkah anda memikirkan apa sebenarnya fungsi dari melakukan penelitian? Bagi kebanyakan orang, penelitian adalah satu kata yang sangat membosankan. Kenapa? Karena dalam menyusun suatu penelitian, mulai dari memilih masalah hingga kemudian menemukan solusi atau hasil dari masalah tersebut, diperlukan pemikiran yang fokus dan terus menerus.
Bukan hanya itu saja, kita pun harus menemukan landasan yang teori yang tepat untuk masalah kita. Menemukan literatur yang sesuai inilah yang biasanya memakan waktu yang paling lama. Lebih lanjut, metodologi penelitian pun harus disesuaikan dengan jenis penelitian kita. Karena itulah, dalam artikel kali ini kita akan membahas seputar metodologi penelitian dan hal-hal lain yang perlu diketahui oleh para calon peneliti.
Sebelum masuk lebih jauh tentang metodologi penelitian, kita perlu menyamakan persepsi tentang apa yang dimaksud dengan penelitian. Penelitian pada dasarnya adalah pencarian tentang pola yang ada pada suatu masalah. Lalu, apa pentingnya mengetahui pola dari suatu masalah? Setelah menemukan pola dari masalah tersebut, kita nantinya baru akan bisa menarik kesimpulan dan juga menyelesaikan masalah tersebut.
Metodologi Penelitian - Beberapa Hal Tentang Penelitian
Secara umum, ada empat kelompok yang mempunyai kepentingan dan berhubungan langsung dengan penelitian. Yang pertama adalah peneliti. Pada penelitian, peneliti berperan sebagai orang yang menginvestigasi pengetahuan dari pola yang ada pada masalah. Selanjutnya adalah penulis. Penulis pun tanpa kita sadari mempunyai peran aktif dalam penelitian, yaitu sebagai pengumpul data dari peneliti.
Kemudian, kelompok orang yang tak kalah pentingnya adalah pembaca karena mereka adalah konsumen dari hasil penelitian tersebut. Lalu, yang terkahir dan juga terpenting adalah teknologi itu sendiri. Mengapa? Karena itu adalah hasil dari penelitian tersebut.
Lebih lanjut, dengan atau tanpa kita sadari, penelitian mempunyai hubungan yang erat dengan bertambah dan meluasnya ilmu pengetahuan. Jika dijabarkan, hubungan tersebut bisa dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian yang pertama adalah peneliti yang terus bekerja keras pada bidangnya masing-masing.
Akan tetapi, sebelum menentukan apa yang akan diteliti, peneliti harus membaca banyak sumber, agar nantinya peneliti tidak meneliti ulang masalah yang sudah pernah diteliti. Dengan meneliti masalah baru, tentunya pengetahuan pun akan sangat berkembang dari hari ke hari.
Lebih lanjut, jika kita berbicara tentang penelitian, pasti kita akan membicarakan juga tentang rumusan masalah. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan rumusan masalah? Secara singkat, rumusan masalah adalah daftar pertanyaan tentang apa yang akan kita teliti. Rumusan masalah pada umumnya menggunakan pertanyaan yang jawabannya hanya ya atau tidak.
Akan tetapi, pertanyaan tersebut pun tetap membutuhkan penjelasan untuk membuktikan apa yang sedang kita teliti tersebut benar-benar ilmiah. Untuk membuat rumusan masalh yang baik, paling sedikit ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu mempunyai kontribusi terhadap perkembangan pengetahun. Selain itu, rumusan masalah yang baik seharusnya mempunyai akses terhadap subjek yang akan dituju untuk mencari data. Tidak hanya itu, rumusan masalah yang baik juga harus merupakan variable yang bisa diukur.
Bagi yang sedang kuliah, sedang mempersiapkan skripsinya, serta bekerja di bidang riset pastinya akan selalu sangat dekat dengan metodologi penelitian. Metodologi peneltian sebuah objek yang akan diteliti, tentunya masing-masing memiliki perbedaan.
Akan tetapi, apa pun bentuk penelitiannya harus disertai dengan landasan atau dasar sebuah metodologi penelitian. Karena hal tersebut adalah sebuah kumpulan tata cara atau aturan yang akan dilakukan oleh seorang individu atau kelompok dalam proses penelitian, yang terkait dengan sebuah objek ilmu, baik ilmu sosial ataupun ilmu pasti. Karena sebuah penelitian adalah tentang bagaimana menggali sebuah informasi dan pengetahuan, dan menemukan jawaban melalui penelitian yang akan dilakukan.
Prinsip Dasar Metodologi Penelitian
Selain itu, terdapat pula beberapa hal yang menjadi prinsip-prinsip dasar dalam melakukan metedologi penelitian di antaranya adalah menjelaskan bagaimana sebuah temuan awal itu memang bersifat realistis atau memilki kandungan ilmiah.
Di sini kita diajarkan untuk memilki dasar sebuah ilmu pengetahuan, untuk dapat membedakan yang benar atau tidak benar. Buatlah sebuah rumusan yang mudah, ketika kita tidak mampu mencari satu hal hal yang akan dijadikan peneltian.
Mulailah berpikir tentang sebuah hal yang paling sederhana, barulah kemudian mencari hal-hal yang tersulit ketika akan melakukan penelitian. Mengurutkan bagian-bagian masalah tersebut menjadi sesuatu yang akan mudah dilakukan. Menyebutkan beberapa kaidah penelitian yang akan dijadikan sebagai sebuah dasar dalam melakukan penelitian lebih lanjut.
Jangan terlalu memaksakan subjektivitas sebuah individu dalam melakukan penelitian. Cobalah mencari sesuatu yang lebih benar, karena terkadang kita sering kali membenar sebuah dasar teori dari orang lain di saat kita sendiri masih ragu-ragu akan hal itu. Oleh karena itu lebih baik kita memilki dasar ilmu pengetahuan yang bagus, landasan teori yang bagus, sehingga lebih jernih dan mampu memilah mana yang benar atau tidak benar saat akan menetukan landasan sebuah penelitian.
Metodologi Penelitian - Contoh Kasus
Sebagai contoh, dalam metedologi peneltian sebuah iklan, ada sebuah ilmu yang menjadi dasarnya. Ilmu itu dinamakan consumer decision model. Yaitu sebuah dasar akan pemikiran sebuah konsumen setelah melihat iklan. Teori consumer decision model tersebut sudah diperkuat oleh beberapa orang yang juga sudah melakukan penelitian. Tapi apakah kita akan selalu mengikuti peneltian mereka?
Belum tentu semuanya mencakup sebuah hasil yang valid dalam sebuah penelitian. Suasana penelitian juga dipengaruhi faktor waktu dan tempat. Oleh karena itu, kita harus bisa memilih mana yang dianggap sebagai sesuatu yang baik.
Jika kita melihat variabel-variabel metedologi peneltian dengan menggunakan consumer decision model maka di sana akan ada pesan iklan, pengembangan merek sebuah produk, keyakinan konsumen terhadap produk iklan tersebut, sikap konsumen terhadap produk iklan tersebut, dan adakah niat beli yang muncul dari konsumen terhadap iklan tersebut, serta pembelian yang pasti dari konsumen terhadap iklan sebuah produk.
Dari enam variabel metodologi peneltian iklan dengan menggunakan metode consumser decision model tersebut, bisa saja kita hanya mengambil empat atau lima bagian saja. Jangan terlalu terpengaruh dengan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itulah kita diharapkan memilki dasar sebuah ilmu pengetahuan yang lengkap terhadap keseluruhannya baik yang ilmiah dan juga lingkungan sekitar kita.
Selain itu, enam variabel penelitian yang sudah dijadikan dasar dalam metedologi penelitian dengan consumer decision model bisa saja bertambah atau bahkan berkurang, mengingat lingkungan penelitian kita tentunya masih bisa berbeda-beda.
Pada akhirnya sebuah metedologi peneltian terbentuk karena adanya keinginan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tentang metode yang digunakan, dan hasil dari metode yang digunakan, dipakai untuk kajian ilmiah dan pendidikan yang berikutnya.
Hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah tentang validasi dari hasil yang telah kita capai. Validasi ini bisa kita lakukan dengan cara berhati-hati dalam pengambilan dan penyusunan data yang kita butuhkan.
Lebih lanjut, kesungguhanlah yang nantinya akan sangat berarti dalam penyusunan penelitian. Satu hal yang harus kita ingat adalah kita harus mengingat konsep awal dari penelitian, yaitu mencari pola dari suatu masalah. Jika kita sudah menemukan polanya, masalah penelitian tersebut akan dapat kita selesaikan dengan mudah.
Selain itu, seperti yang telah kita ketahui, metodologi penelitian mempunyai banyak jenis, mulai dari kualitatif, kuantitatif, eksperimen, penelitian tindakan kelas, korelasional, dan masih banyak lagi yang lainnya. Karena itulah, kita harus benar-benar mengerti masing-masing metodologi, dan memilih satu metodologi yang cocok dengan penelitian yang akan kita jalankan.
Satu hal lagi yang sangat penting, berhati-hatilah dengan plagiarisme. Jangan pernah lupa untuk mencamtumkan sumber dari bahan penelitian anda. Jika tidak, sebaiknya anda menulis ulang sumber tersebut dengan bahasa anda sendiri.
Mendapat hasil yang maksimal memang penting, akan tetapi, hal tersebut akan kian sempurna jika penelitian yang kita buat sama sekali bebas dari tindakan copy paste ataupun memplagiat karya orang lain.
Terakhir, mulailah mengamati hal-hal unik yang ada di sekitar anda. Angkatlah menjadi bahan penelitian ataupun skripsi anda. Semakin berbeda berarti anda semakin membantu pengetahuan untuk berkembang dengan pesat.
Metodologi Penelitian Ilmiah
Metodologi penelitian ilmiah adalah prosedur yang akan dipakai dalam melakukan sebuah penelitian. Metodologi penelitian mengenai bagaimana secara berurutan sebuah penelitian dikerjakan, baik pemilihan tentang alat apa yang dipergunakan dalam penelitian dan dengan prosedur apa dan bagaimana sebuah penelitian dilaksanakan.
Penentuan Metodologi penelitian
Metodologi Penelitian ini wajib ditentukan terlebih dahulu sebelum melangkah untuk melakukan penelitian. Karena metodologi inilah yang akan memandu peneliti atau ilmuwan dalam melakukan pekerjaaan penelitian mulai dari awal sampai selesainya sebuah penelitian, sehingga penelitian yang dilakukan masuk dalam kategori penelitian yang ilmiah.
Bila penelitian mengabaikan metodologi penelitian, itu sama artinya bahwa penelitian tersebut tanpa adanya prosedur-prosedur ilmiah dan pembuktian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Atau mungkin tujuan penelitian itu hanya dilatarbelakangi faktor kepentingan pribadi atau golongan saja.
Banyak contoh penelitian yang bersifat tendensius tanpa mengikuti metodologi yang ilmiah, misalnya pernah ada penelitian terhadap keluarga Cikeas sehingga muncul Gurita Cikeas. Bukti-bukti ilmiah yang diangkat ternyata dipandang banyak pakar tidak mencerminkan perilaku ilmiah, sehingga menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat.
Namun, sayangnya belum ada yang mau menguji secara ilmiah seperti halnya yang dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi terhadap adanya tuduhan suap di Mahkamah Agung. Mahfud MD sangat bijaksana, beliau tidak menepis tuduhan itu, tetapi sang penuduh justru diberi kesempatan untuk membuktikan secara ilmiah dan difasilitasi oleh Mahkamah Agung. Ini suatu sikap ilmiah yang wajib ditiru.
Langkah-langkah dalam Metodologi Penelitian
1. Pengidentifikasian Masalah
Pengidentifikasian masalah ini ada dalam pendahuluan yang berisi mengenai identifikasi masalah, masalah apa yang menjadi ketertarikan untuk dilakukan sebuah penelitian. Bisa diambil dari kesenjangan yang ada di lapangan. Kesenjangan ini ukurannya adalah adanya kondisi nyata dibanding dengan tolok ukur yang ada.
2. Perumusan Masalah
Pertanyaan yang bisa dipakai yaitu masalah apa yang menarik, apakah masalah itu bisa relevan dengan kemampuan si peneliti, manfaat penelitian, adakah penelitian menghasilkan sesuatu yang baru.
3. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang dipakai mesti sesuai dengan masalah yang akan diteliti.
Penelitian adalah kegiatan penyelidikan yang dilakukan sesuai metode ilmiah yang sistematis untuk menemukan informasi ilmiah, membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran hipotesis sehingga merumuskan teori baru.
Sementara pengembangan adalah kegiatan guru atau anak didik dalam rangka pengamalan ilmu untuk peningkatan kualitas, baik proses belajar, profesionalisme atau untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan bagian dari langkah langkah menulis karya ilmiah.
Metode ilmiah penelitian dan pengembangan menulis karya ilmiah adalah suatu cara untuk pelaksanaan secara sistematis dan objektif yang mengikuti langkah-langkah menulis karya ilmiah sebagai berikut.
1. Melakukan observasi dan menetapkan masalah dan tujuan.
Ini merupakan langkah langkah menulis karya ilmiah yang pertama, yaitu melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian
2. Menyusun hipotesis.
Langkah langkah menulis karya ilmiah yang kedua adalah menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian.
3. Menyusun rancangan penelitian.
Selanjutnya Anda menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga dari langkah langkah menulis karya ilmiah. Ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan.
4. Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan.
Ini langkah keempat dari langkah langkah menulis karya ilmiah yang merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan objek penelitian.
5. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data.
Setelah melakukan percobaan atas objek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap objek percobaan yang dilakukan tersebut. Apa yang terjadi pada objek penelitian. Ini merupakan langkah langkah menulis karya ilmiah yang kelima.
6. Menganalsis dan menginterpretasikan data.
Langkah langkah menulis karya ilmiah keenam, yaitu mengenalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.
7. Merumuskan kesimpulan dan atau teori.
Langkah ketujuh dari langkah langkah menulis karya ilmiah adalah merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap objek penelitian.
8. Melaporkan hasil penelitian.
Langkah terakhir dari langkah langkah menulis karya ilmiah adalah melaporkan hasil penelitian. Dan, langkah inilah yang sesungguhnya merupakan proses penulisan karya ilmiah. Dengan langkah ini, maka guru atau anak didik dapat menyusun sebuah tulisan atau karya tulis ilmiah yang akan memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas personal.
Jika ingin melakukan proses penyusunan karya tulis ilmiah, maka setidaknya langkah-langkah menulis karya ilmiah ini Anda pahami dan terapkan. Dengan demikian, maka proses penulisan Anda benar-benar objektif dan berguna bagi kehidupan masyarakat. Dan, ini merupakan kontribusi kongkrit Anda kepada masyarakat.
Penentuan Metode Penelitian
Banyak macam cara dalam melakukan penelitian, misalnya dengan menggunakan salah satu metode penelitian. Di bawah ini adalah beberapa macam penelitian yang dapat dilakukan.
- Penelitian Historis
- Penelitian Diskriptif
- Penelitian Perkembangan
- Penelitian Kasus dan Penelitian lapangan
- Penelitian Korelasi
- Penelitian Komparatif
- Penelitian Eksperimen Sungguhan
- Penelitian Eksperimen Semu
- Penelian Tindakan
Selanjutnya adalah penyusuan rencana penelitian. Di dalam rencana penelitian, ada beberapa hal yang akan dibahas, yaitu dengan hal-hal sebagai berikut.
- Kerangka latar belakang penelitian.
- Kerangka maksud dan tujuan penelitian.
- Memilih dan menetukan hipotesis yang akan dipakai.
- Merencanakan metode pengumpulan data penelitian.
- Merencanakan metode analisa data yang akan dipakai.
Bentuk pengamatan yang akan dilakukan dalam penelitian tersebut ada beberapa cara. Pengamatan yang bisa dipilih adalah sebagai berikut.
- Eksperimen
- Penelitian survai
- Penelitian Partisipasi
- Penelitian Kepustakaan
Format untuk bagian penting dari hasil penlitian tersebut adalah halaman sampul, abstrak, daftar isi, pendahuluan, isi, penutup, dan daftar referensi. Berikut ini adalah format penulisan hasil penelitian.
1. Halaman sampul
Halaman sampul merupakan bagian yang berisi judul penelitian, identitas penulis, institusi, serta bulan dan tahun penulisan. Judul harus mencakup topik dan isi penelitian. Judul juga tidak boleh terlalu panjang atau menimbulkan kebingungan terhadap pembaca.
2. Abstrak
Abstrak adalah suatu bentuk informasi yang disajikan dalam laporan atau karya ilmiah, seperti skripsi, tesis, dan disertasi, yang ditulis secara teknis dengan tujuan agar pembaca segera mengetahui isi yang ditulis secara singkat.
Abstrak berisi tentang ikhtisar masalah, tujuan, metode, dan hasil penelitian. Pembaca harus mengerti dengan isi yang ditulis dalam abstrak karena abstrak sudah mencakup garis besar skripsi.
3. Daftar Isi
Daftar isi memuat halaman-halaman dari seluruh bagian yang terdapat dalam penelitian. Judul setiap bab dan juga subbab ditulis dan dicantumkan halamannya. Halaman harus sesuai dengan judul bab dan subbab sehingga pembaca dapat lebih mudah mencari bagian yang diinginkan.
Judul bab dicetak tebal dan ditulis dengan huruf kapital. Sementara judul subbab tidak dicetak tebal dan huruf kapital hanya digunakan pada awal kata. Untuk halaman bagian awal ditulis dengan angka romawi, sedangkan halaman sesudahnya ditulis dengan angka latin.
4. Pendahuluan
Pendahuluan biasanya mencakup latar belakang, permasalahan atau rumusan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan. Saat ini, sistematika penulisan dapat ditulis atau tidak.
Landasan teori dapat ditulis di bab pendahuluan apabila jumlah penjelasannya tidak banyak. Apabila penjelasannya banyak, landasan teori memiliki bab sendiri, ditulis setelah bab pendahuluan.
5. Isi
Bagian dari isi penelitian adalah mencakup penjelasan yang berkaitan dengan penelitian, seperti data, analisis, dan hasil penelitian.
6. Penutup
Penutup berisi kesimpulan penelitian. Kesimpulan harus menjawab pertanyaan yang diajukan dalam permasalahan atau rumusan masalah penelitian. Oleh karena itu, kesimpulan harus berisi hasil penelitian.
Penutup juga dapat berisi saran. Saran ditujukan untuk peneliti lain yang ingin melanjutkan bahasan penelitian lain yang berhubungan dengan topik penelitian tersebut. Apabila menurut Anda topik penelitian yang Anda lakukan masih dapat diteliti lagi dari segi lain, Anda dapat mengajukan saran di bagian penutup.
7. Daftar Referensi
Referensi memuat rujukan atau sumber yang Anda gunakan dalam penelitian. Segala sumber yang Anda ambil, baik dari buku, majalah, jurnal, maupun internet harus dicantumkan dalam referensi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan adanya plagiasi karena setiap universitas sangat ketat terhadap hal yang berkaitan dengan plagiasi.
Dalam melakukan metodologi penelitian, jangan dilupakan kemungkinan-kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan dalam pengambilan data, misalnya penentuan sample, responden, reliabelitas dan validitas. Ingat bahwa tujuan penelitian adalah mencari pembuktian ilmiah yang terukur, terprosedur, dan bisa dibuktikan oleh semua orang.

