Minuman Alkohol Antara Untung dan Buntung
Ilustrasi minuman alkohol
Minuman alkohol adalah minuman yang mengandung alkohol dengan kadar alkohol yang banyak. Alkohol memiliki beberapa jenis dan yang biasa dicampurkan dalam proses pembuatan minuman alkohol adalah alkohol jenis etanol.
Alkohol
Dalam ilmu kimia, dipelajari bahwa alkohol adalah sebutan untuk senyawa kimia organik yang mengandung gugus hidroksil (-OH) dan terikat pada atom karbon. Atom karbon tersebut, kemudian terikat pada atom karbon lain. Manfaat alkohol dalam kehidupan sangat banyak. Alkohol bisa digunakan untuk kebutuhan medis, otomotif, kecantikan, dan campuran bahan minuman.
Etanol atau jenis alkohol yang biasa terkandung dalam minuman beralkohol bisa diproduksi dari proses permentasian buah, gandum, atau ragi. Etanol adalah jenis alkohol yang bisa diciptakan secara alami. Etanol, bahkan, sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan dikenal dengan istilah obat untuk bersenang-senang yang paling tua dan paling banyak digunakan.
Minuman Alkohol
Minuman keras memiliki varian-varian tertentu berdasarkan bahan pembuatannya dan kadar etanol yang dikandungnya. Berikut jenis-jenis minuman keras alkohol dengan kadar etanol yang dimilikinya.
- Bir 3-5%.
- Wine 9-18%.
- Anggur obat 9-18%.
- Liquor Min.24.
- Whisky Min.30.
- Brandy Min.30.
- Genever Min.30.
- Cognac Min.35.
- Gin Min.38.
- Rum Min.38.
- Arak Min.38.
- Vodka Min.40.
Berdasarkan Kepres No. 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol, minuman beralkohol dibagi menjadi 3 golongan.
- Golongan A: kadar etanol 1-5% (Bir Bintang dan Green Sands).
- Golongan B: Kadar etanol 5-20% (Anggur Malaga).
- Golongan C: Kadar etanol 20-55% (Brandy dan Whisky).
Jenis minuman alkohol yang paling banyak dikonsumsi adalah wine, champagne, dan beer. Mengonsumsi minuman alkohol dalam jumlah yang wajar ternyata tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan, justru cenderung membawa manfaat. Berikut adalah beberapa jenis minuman alkohol beserta manfaatnya.
- Wine, minuman ini terbuat dari permentasi buah anggur. Zat polyphenol yang terkandung dalam buah anggur bisa mencegah hadirnya penyakit jantung dan kanker. Selain polyphenol, zat bermanfaat lain yang terkandung dalam wine adalah magnesium, kalsium, kalium, zat besi, vitamin C, dan vitamin B.
- Champagne. Minuman ini mengandung zat CO2. Zat ini diserap secara cepat oleh darah. Akibatnya, peredaran darah menjadi cepat dan vitalitas dalam tubuh meningkat. Meminum champagne dalam jumlah yang wajar dapat melancarkan aliran darah ke otak sehingga stres yang terjadi akibat penegangan otak dapat dihindarkan.
- Beer. Minuman beralkohol sangat identik dengan kaum pria, namun ternyata minuman memabukkan ini juga membawa manfaat bagi para wanita yang mengonsumsinya. Minuman alkohol, khususnya jenis beer, dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan antioksidan dalam tubuh. Selain itu, beer dipercaya dapat meningkatkan daya ingat.
Dampak Minuman Alkohol
Semua jenis alkohol, pada dasarnya, beracun. Begitupun dengan etanol. Namun, racun yang dimiliki etanol bisa diurai oleh tubuh dalam waktu yang relatif cepat. Minuman alkohol boleh dikatakan menawarkan dua hal yang saling berlawanan, ‘untung’ dan ‘buntung’.
Bila dikonsumsi dalam jumlah banyak, tentu saja manfaat yang terkandung dalam minuman alkohol tersebut akan hilang. Berganti dengan kerugian. Mulai dari yang sederhana, seperti keracunan atau mabuk, hingga masalah kesehatan yang cukup serius.
Masalah kesehatan yang cukup serius bagi pengonsumsi minuman beralkohol adalah melemahnya fungsi kerja hati. Akibatnya, berbagai penyakit yang berkenaan dengan hati akan sering muncul, seperti hepatitis dan kegagalan fungsi hati.
Minuman keras alkohol yang mengandung zat narkotika etanol, tentu memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan bila dikonsumsi secara rutin. Dampak buruk yang ditimbulkan berdasarkan dari jenis dan jumlah alkohol yang dikonsumsi, usia, berat badan, jenis kelamin, serta makanan yang ada di dalam lambung ketika meminum minuman keras.
1. Pengaruh dalam Jangka Pendek
Konsentrasi alkohol yang kita minum beredar dalam darah, menimbulkan euphoria ringan dan stimulasi terhadap perilaku lebih aktif seiring meningkatnya konsentrasi alkohol dalam darah. Kemudian, efek yang dapat dilihat dalam jangka pendek adalah risiko mabuk atau teler sehingga dapat menyebabkan penurunan kesadaran.
2. Pengaruh Dalam Jangka Panjang
Meminum minuman keras alkohol dalam jangaka panjang akan menyebabkan terserang berbagai penyakit, seperti kerusakan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, kerusakan hati, kanker saluran pencernaan, gangguan pencernaan, impotensi, risiko kanker payudara, kesulitan tidur, kerusakan otak dengan perubahan kepribadian, dan sulit dalam mengingat dan berkonsentrasi.
Minuman Keras
Minuman keras identik dengan minuman beralkohol. Alkohollah yang merupakan zat berbahaya dalam tubuh bila dikonsumsi. Jadi, minuman keras itu tidak lain adalah alkohol. Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung zat etanol, zat psikoaktif yang bila dikonsumsi akan mengakibatkan kehilangan kesadaran.
Minuman beralkohol merupakan minuman keras yang termasuk kategori jenis zat narkotika yang mengandung alkohol, tidak peduli berapa kandungan alkohol di dalamnya. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa bahwa setetes alkohol saja dalam minuman hukumnya sudah haram.
Minuman keras alkohol mengandung etil alkohol yang diperoleh dari hasil fermentasi madu, gula, sari buah, atau umbi-umbian. Lamanya proses fermentasi bergantung pada bahan dan jenis produk minuman keras yang dihasilkan. Kandungan etanol yang dihasilkan dalam fermentasi minuman keras beralkohol biasanya berkisar antara sekitar 18%. Umumnya, minuman keras tidak akan awet pada lingkungan dengan kandungan etanol di atas 18%.
Minuman keras beralkohol dengan kandungan etanol yang lebih tinggi dapat dihasilkan melalui proses distilasi terhadap produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi. Misalnya, untuk menghasilkan minuman keras alkohol berkadar etanol tinggi, dengan cara mencampur produk hasil fermentasi dengan produk hasil distilasi. Contohnya, port wine dan sherry yang termasuk kelompok fortified wine.
Seiring perkembangan zaman, minuman keras mulai berkembang juga. Minuman keras zaman sekarang banyak macam dan bentuknya, serta bahan yang digunakannya pun bermacam-macam, tidak hanya arak.
Makanan yang tadinya tidak memabukkan, zaman sekarang ini dapat juga dibuat memabukkan. Banyak cara untuk membuat seseorang itu mabuk, tidak hanya dengan minuman keras atau arak.
Perkembangan minuman keras di Indonesia ini termasuk sangat tinggi. Padahal di dalam hukum negara Indonesia ada peraturan yang melarang untuk menjual, mengedarkan, dan meminum minuman keras. Akan tetapi, peraturan tersebut malah dianggap angin lalu saja.
Buktinya, sampai sekarang ini, masih banyak orang yang mengonsumsi dan menjual minuman keras secara bebas. Minuman keras mudah ditemukan dan harganya pun relatif terjangkau.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, minuman keras yang sebagian besar berbahan dasar alkohol memang sangat mudah ditemukan. Harag alkohol yang relatif murah dan dijual di pasaran memudahkan para pecandu minuman beralkohol untuk meracik minuman beralkohol.
Apabila ada orang yang tidak mampu membeli minuman keras yang mahal, biasanya mereka meracik minuman keras tersebut sendiri. Dengan haraga bahan yang murah dan mudah didapatkan, tidak menghalangi mereka membuat minuman keras. Mereka hanya berpikir bahwa mereka harus minum dan mabuk.
Mungkin saja tujuan utamanya sama dengan orang-orang zaman dahulu, yaitu untuk menghangatkan tubuh dan menghilangkan stres. Akan tetapi, kenyataannya tidak seperti itu, setelah meminum minuman keras, orang tersebut menjadi ketagihan, sehingga terus menerus untuk meminum minuman keras sampai orang tersebut mabuk.
Minuman keras beredar dan dikonsumsi bukan hanya oleh kalangan orang tua saja. Zaman sekarang, banyak para remaja yang sudah merasakan minuman keras, bahkan anak kecil pun ada.
Kalangan remaja yang seharusnya berbadan sehat dan segar, menjadi kuyu dan tidak sehat karena sering meminum minuman keras. Dampak yang terjadi adalah moral generasi penerus bangsa Indonesia menjadi rusak karena minuman keras dapat merusak moral manusia secara tidak langsung.
Apakah mereka tidak memahami pengertian minuman keras itu? Mereka menyamakannya dengan minuman biasa saja, padahal itu tidak sama. Untuk itu, penyuluhan tentang bahayanya minuman keras bagi kesehatan fisik dan moral, perlu dilakukan, khususnya di kalangan remaja.
Dengan memberi tahu pengertian minuman keras itu apa, bahaya bagi tubuh, dan dampak ke depannya dengan meminum minuman keras, para remaja akan mengerti pengertian minuman keras bagi diri dan lingkungannya.
Pentingnya hidup yang sehat dan sejahtera diperlukan juga. Hal tersebut dapat dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekitar rumah, sampai ke masyarakat umum.
Demikian informasi mengenai minuman alkohol. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat bagi Anda dan menambah wawasan Anda untuk menciptakan pola hidup yang sehat.

