Minuman Berkarbonat Zero Sugar, Amankah?

Minuman berkarbonat atau bersoda adalah salah satu jenis minuman ringan yang digemari oleh berbagai kalangan. Rasanya yang tajam ketika ditelan berasal dari kandungan natrium bikarbonat yang terkandung didalamnya.
Rentan Menyebabkan Penyakit Diabetes
Minuman berkarbonat ini menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Antara lain obesitas atau kegemukan disebabkan kalori yang tinggi dari kandungan gula dalam minuman tersebut. Orang yang menderita obesitas akan rentan terkena penyakit jantung yang mematikan.
Selain itu, kandungan gula didalamnya menyebabkan penyakit diabetes mellitus atau kencing manis. Penyakit ini banyak diderita oleh penduduk Amerika sebagai pengonsumsi minuman berkarbonat nomor satu di dunia.
Sebagai jalan keluar, muncullah produk minuman berkarbonat yang mengandung sedikit kalori. Minuman tersebut berlabel : Zero Sugar atau Sugar Free yang artinya tidak mengandung gula. Tapi jangan heran kalau rasanya sama manis dengan minuman berkarbonat lain yang mengandung gula. Produsen minuman mengganti gula tebu dengan pemanis buatan seperti siklamat, sakarin dan aspartam.
Apakah Minuman Berkarbonat Penyebab Kanker?
Bagi penderita diabetes mellitus memang dianjurkan memakai pemanis buatan, bukan gula tebu sebagai penambah rasa manis. Dalam dosis tertentu, pemanis tersebut tidak membahayakan. Akan tetapi, benarkah pemanis buatan pada minuman bikarbonat aman?
Sejumlah kontroversi mengenai keamanan pemanis buatan dalam minuman berkarbonat menjadi perdebatan hangat di dunia. Banyak ilmuwan yang menyimpulkan bahwa pemanis buatan memicu timbulnya kanker. Hal ini dipertegas lagi oleh J.W. Olney dalam artikelnya pada tahun 1996. Ia menyatakan bahwa salah satu pemanis buatan, yaitu aspartam, mengakibatkan tumor otak.
Namun, beberapa hasil penelitian berikutnya membantah pernyataan tersebut. Pada tahun 1997, Flamm memasukkan aspartam ke dalam tubuh tikus percobaan untuk membuktikan apakah aspartam bersifat karsinogenik (pemicu kanker). Hasilnya nihil. Ternyata tidak ada gejala kemunculan kanker pada tikus percobaannya. Berarti aspartam yang terkandung dalam minuman berkarbonat aman untuk dikonsumsi.
Penelitian terhadap manusia pun dilakukan pada tahun 1995 hingga 2000. Sebuah jurnal dari Cancer epidemiology Biomarkers and Prevention menyatakan bahwa dari 287.079 pria dan 1.888.905 wanita yang mengonsumsi aspartam dalam minuman mereka, tidak terbukti mengalami resiko kanker otak atau kelainan pembentukan darah.
BPOM juga telah mengizinkan aspartam dan siklamat untuk digunakan sebagai pemanis makanan dan minuman. Jadi, tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi minuman berkarbonat zero sugar dengan pemanis buatan itu.
Namun, alangkah bijaknya jika kita tetap waspada terhadap minuman berkarbonat yang masih kontroversial tersebut. Minum air putih atau susu lebih menyehatkan daripada minuman berkarbonat. Jangan sampai posisi air putih atau susu teralihkan karena kehadiran minuman berpemanis buatan tersebut.






